KAFKA

KAFKA
ANGIN SAMPAI KAN SI MELATI.


__ADS_3

•Happy Reading•


Terlihat di pinggir lapangan, kedua murid paling disayang satu sekolahan oleh cewek-cewek ini pun sedang anteng hormat ke arah tiang bendera di depannya.


"Saya kira kalian kabur seperti Samudera, rupanya kalian masih ada? Tadi kalian berdua kemana?"


"Kita dari toilet Bu, kebelet." jawab Sanz santai.


"Beneran ke toilet? Tapi tadi Samudera mengatakan kalau kalian ke rooftop?" terang Bu Duma.


"Wah, fitnah kita lo Sam. Gue sama Kafka aja habis dari toilet. Kalau ke rooftop pasti nggak bakalan ada di sini lagi lah kita." bantah Sanz.


"Tapi, tadi gue lihat lo berdua ke arah rooftop." ocehnya sambil berpikir. "Mana ada di rooftop toilet? Pasti bohong tu Bu, si Sanz."


"Kamu jangan nyari pembelaan ya Samudera. Ibu itu paham betul kalau apa yang di katakan Sanz adalah benar, mereka kalau memang pergi ke rooftop pasti tidak akan kembali lagi ke lapangan. Memangnya kamu, saya suruh hormat malahan asik makan nasi goreng di kantin." gerutu Bu Duma.


"Laper Bu."


"Samudera, hukuman kamu saya tambah lari 5 putaran. Buat kalian." tunjuk Bu Duma ke arah Kafka dan Sanz. "Kalian boleh kembali ke dalam kelas." keputusan final Bu Duma.


"Tapi Bu."


"Enggak ada tapi-tapian atau kamu mau hukuman kamu Ibu tambah jadi 20 putaran?"


"Enggak Bu, 5 putaran itu sudah cukup Bu." bantah Samudera cepat. Ia tidak ingin hukumannya di tambah lagi. Mengitari lapangan Lentera Bangsa itu sudah seperti mengitari lapangan sepak bola Senayan.


"Baik Bu," Ucap Sanz sambil cengengesan meledek ke arah Samudera. Sedangkan Kafka hanya terdiam menatap Samudera dengan tatapan yang sulit di artikan.


...****************...


"BIWIR BEUREUM-BEUREUM JAWER HAYAM, PANON COKLAT KOPI SUSU.


NGAN NAHA ATUH BEUT DI MUMURAH? GEBLEK HIRUP DAEK JADI RUNTAH.


ULAH BANGGA BISA GUNTA-GANTI JALU, KOMO JEUNG POHO DI BAJU."

__ADS_1


Lantunan lagu yang sekarang sedang viral di ti*tok bergema di segala penjuru kelas XII IPS¹.


Terlihat Sanz dan Kafka melongo di buatnya setelah melihat konser dadakan di dalam kelas mereka.


"Gue kira nih kelas lagi pada belajar, taunya malah lagi bikin mini konser." heran Sanz menggelengkan kepala.


"Wih, madol kemana dulu lo Sanz jam segini baru datang?" tanya Bumi yang sedikit menaikan intonasi suaranya dari pojok bangku belakang sebelah kiri.


"T*i, orang gue habis gantiin patung jendral sudirman, berdua noh sama si Bos." jawab Sanz.


"Percaya gue, kalau dari jam pertama lo hormat di lapangan." Aleshaqi ikut menyambar.


"Dih, kaga cayaan lo. Awalnya emang mau nyebat gue sama si Bos, tapi kalau si Bos udah ketemu Luna apa yang di bilang dia juga pasti si Bos nurutin. Kaya enggak tau aja lo, si Bos kalau udah di bujuk Luna. Manutnya setengah mati. Kebucinan dia sama si Luna." jelas Sanz panjang kali lebar.


"Cot, lo." Seru Kafka sambil melihat handphonenya.


"Qi, ayo lagi. Ini yang pegang gitar siapa?" tanya Chalief.


"Yang nyanyi jangan yang cowok doang dong, udah main alat musik, nyanyi pula. Capek gobl*k." protes Aleshaqi.


"Ogah, suara gue mahal ege."


"Ayo dong, mumpung belum bel istirahat nih." ujar Mitha.


"Gue aja yang nyanyi." sanggah Alta yang sudah berdiri di atas bangku sambil memegang kain pel. Seolah-olah itu adalah sebuah mic.


Kini Alta mulai berteriak. "READY?"


"READY." Teriak Jessie, Cherry dan yang lainnya.


"JENG...JENG...JREENGGG." 'teriak Aleshaqi dengan bergaya memegang gitar padahal itu adalah sebuah sapu.


"HANYA KAFKA, YANG ADA DI ANTARA JANTUNG HATI, TEMPATNYA RINDU, TEMPAT CURAHAN HATI YANG DAMAI." teriak Alta seperti penyanyi profesional sambil menatap Kafka.


"Cuit...cuitt...cuiiit..." teriak Jessie, Unge, dan Mitha.

__ADS_1


"ENTAH APA, BAGAI KAN KAYU BASAH DI MAKAN API, API CURIGA, API CEMBURU, API KERINDUAN YANG MEMBARA." timpal Debby.


"Kelas kita nambah lagi anggota yang stress." bisik Sanz pada kafka, membuat Kafka tanpa sadar tersenyum tipis melihat Alta.


"OH, ANGIN SAMPAI KAN SI MELATI KALAU AKU BELUM PUNYA UANG." teriak Ali tidak nyambung sambil memukul-mukul meja.


"Makanya lo Li, jangan ngutang mulu. Ini aja kas belum lo bayar." gas Nycta.


Sedangkan Maurin, Echa, Naya serta, Moriz, Chalief dan Bumi sudah berjoget-joget tidak karuan. Membuat penghuni kelas lainnya yang masih waras hanya bisa geleng-geleng, tertawa bahkan menghela napas sabar atas ulah mereka.


"TEETTTTTTTT!" Bunyi bel istirahat.


"BUBAR WOY, UDAH JAM ISTIRAHAT." teriak Rega yang memang sudah tidak tahan melihat teman-temannya yang gak waras berulah.


Semua mendelik mendengar perkataan sang ketua kelas.


"Enggak asyiikk akh, baru juga Alta nyanyi. Udah bel istirahat aja." protes Echa.


"Tau nih, hu..hu..hu.." kini giliran Jessie.


"Kantin yuk guys, habis konser laper. Sekarang giliran cacing di perut gue yang konser nih." Alta mulai menarik-narik lengan Debby.


"Bentar sih Tha, gue mau ke toilet dulu. Lo duluan aja ya." pekik Debby yang memang sudah kebelet pipis.


"Aelah, beser melulu lo. Ayo mit, Nge." ajak Alta pada Mitha dan Unge.


"Duluan deh Tha, gue bareng sama Alesh aja. Nanti dia ngambek lagi kalau gue enggak bareng sama dia." Unge.


"Dih, istri takut suami lo." ungkap Jessie malas.


"Bagus dong Jess, itu namanya istri Soleha." seru Unge, sewot.


"Ayo cepetan dong, cacing gue udah ngeronta-ronta nih."


"Sabar apa Tha, lo udah kaya enggak makan sebulan aja dah." Cherry langsung menggandeng tangan Alta dan Jessie.

__ADS_1


__ADS_2