KAFKA

KAFKA
SEKELAS DENGAN NYA.


__ADS_3

•Happy Reading •


Langkahnya mengayun dengan cepat, kaki panjang yang terbalut sepatu kets merk LV mengarah menelusuri koridor sekolah Lentera Bangsa. Tujuannya kali ini adalah ruang Guru setelah ia dari ruang Tata Usaha.


Netranya melihat kesekeliling dan mendapati seorang siswi berpenampilan cantik khas Queen Bee tengah berjalan sendirian, buru-buru Alta menghampirinya.


"Hey, lo tau gak ruang guru dimana? Dari tadi gue muter-muter tapi gak ketemu." katanya sambil menghadang jalan gadis itu.


Sejenak, gadis yang di tanya Alta itu menjadi terpukau melihat wanita mirip boneka art di depannya. Seakan mengunci pandangan gadis itu dan ia masih terpaku tanpa sadar.


"Hellow, kok lo jadi bengong sih? Ruang guru dimana ya?" Alta sedikit berbicara kencang sambil mengarahkan Lima jari tangannya kekiri dan kanan di depan wajah gadis itu.


Gadis itu mengerjap pelan, jadi salah tingkah.


"Y*a ampun ini cewek cantik banget, anj*rr. Gue berasa lagi natap bidadari dari kayangan. Gue yang cewek aja terpanah apalagi cowok-cowok , fix udah pasti bakalan gempar sih ini." Batin Aluna*.


''Hellow??" Alta menjentikkan jarinya.


"Ah, iya. Lo anak baru disini?" tanya gadis yang berada didepan Alta.


"Iya, ini hari pertama gue masuk." jawab Alta sambil nyengir.


"Ya udah ayo, sekalian gue juga mau keruang osis. Nama gue Aluna Angelicha" memperkenalkan diri.


"Lo bisa panggil gue Luna, nama lo siapa?" Mengarahkan tangannya kepada gadis yang berjalan di sampingnya untuk di jabat.


"Nama gue, Aludra Altalune. Lo bisa panggil gue Alta, lo kelas berapa?" Menerima sambutan tangan Aluna.


"Gue kelas 12IPA³." Jawab Aluna.


"Sama dong, gue juga kelas dua belas. Bedanya, kalau gue dapet jurusan IPS¹." serunya membuat Aluna mengangguk kecil.


"Lo tau kelas IPS¹ itu dimana?"


"Tau, gue bisa antar lo kesana kalau lo mau." Tawar Luna.

__ADS_1


"Thanks, tapi gue di suruh bareng sama Bu Lusiana. Makanya ini gue ke kantor guru dulu."


"Oh, oke deh." Jawab Aluna sambil tersenyum.


"Ruang gurunya jauh, ya?" Alta kembali bertanya.


"Gak kok, lo tinggal belok aja juga udah sampai."


"Sorry ya kalau gue jadi ngerepotin lo? Bukannya tadi lo bilang mau keruang OSIS?!"


"Santai aja kali. Lagian juga ruang OSISnya ngelewatin ruang guru." ucapnya.


Aluna menunjuk ke arah pintu tepat di koridor sebelah kiri, "Tuh, lo masuk kepintu itu ya. Gue keruang OSIS, bye-bye Alta." Menggerakkan lima jarinya ke kiri dan kanan.


"Bye-bye Luna, thanks ya." Balas Alta yang juga mengerahkan lima jari nya ke kiri dan kanan.


...****************...


KELAS ¹² IPS¹


Desas-desus dari murid-murid wanita lainnya, serta siulan iseng dari murid-murid laki-laki terdengar di gendang telinga Alta sesaat ketika ia baru saja masuk keruang kelas IPS¹.


"Selamat siang anak-anak, sebelum memulai pelajaran hari ini. Saya akan memperkenalkan murid baru pindahan dari MCA London." sapa Bu Lusiana sekaligus juga memperkenalkan Alta serta mempersilahkan dirinya untuk maju.


Gadis itu tersenyum, lalu maju mendekat ke depan kelas. "Hay, perkenalkan nama gue Aludra Altalune, kalian bisa panggil gue dengan nama panggilan Alta. Sebelumnya gue sekolah di MCA LONDON, salam kenal semuanya."


"SALAM KENAL" Teriak Cherry and the kawan-kawan.


"Semisalnya gue pangil sayang, boleh gak?" Celetuk Ali tiba-tiba yang langsung mendapat tabokan sayang dari Sanz.


"Cih, apaan sih Li. Receh banget dah lo." ejek Aleshaqi membuat Ali mendecih pelan.


"Alta." panggil Gaishan.


"Iya." jawab Alta, matanya kini menatap kearah Gaishan.

__ADS_1


"Lo cantik gue tampan, gimana kalau kita ke pelaminan?"


"Buah durian buah kedondong, sebelum ke pelaminan sunat dulu dong." sahut Ali lalu tertawa terbahak-bahak yang di ikuti seluruh teman sekelasnya kecuali Kafka.


"Ck, lo lupa kita sunatnya barengan." katanya kesal


Kafka terdiam, ia melirik sebentar kearah depan kelasnya, lalu ia kembali menatap ke arah meja dan hanya mendengarkan tanpa mau melihat lagi ke arah depan kelas. Fokusnya masih pada kertas dan bolpoin yang ia pegang.


Tanpa sadar, ia jadi menggambarkan wajah gadis yang berada di depan kelasnya setelah sempat melirik sebentar. Padahal niatnya ingin membuat sketsa wajah gadis yang Kafka sukai yaitu Luna tapi malah menjadi gadis yg berdiri didepan kelas.


"Sial*n, dia yang senyum gue yang ambyar." Kata Ali meleleh.


"Alta, silahkan kamu duduk di sebelah Kafka." ujar Bu Lusiana mempersilahkan Alta untuk segera duduk dan memulai pelajarannya.


"Maaf Bu, yang namanya Kafka yang mana ya bu?"


"Itu, barisan paling pinggir di sebelah kanan. Yang disebelahnya ada bangku kosong di posisi keempat." jawab Bu Lusiana.


"Ali, pindah lo ke tempat kafka. Biar Alta yang duduk disebelah gue." kata Aleshaqi, yang langsung dapat pelototan paling mematikan dari Bunga.


"Ogah, lo aja kali yang pindah. Dimana-mana permaisuri itu selalu duduk berdampingan di sebelah pangerannya. Jadi kayanya Alta yang harus duduk disebelah gue." Ali ikutan ngotot.


"Sudah-sudah, kalian ini selalu bikin onar saja." sarkas Bu Lusiana dan kembali mempersilahkan Alta untuk segera duduk. "Alta, silahkan kamu duduk."


Alta mengangguk mengiyakan dan langsung berjalan kearah barisan paling pinggir sebelah kanan menuju meja di baris ke Empat.


"Hey, ketemu lagi. Ternyata kita sekelas dan sebangku pula. Nama gue Alta, nama lo siapa?" Bisik Alta pelan ketika ia sudah duduk di sisi sebelah kanan, Kafka.


Kafka hanya menunjukkan bedge nama nya tanpa mau membuka mulut.


"Oh, nama lo Kafka Aefar Keizkara. Pangilannya Kafka?" tanyanya lagi masih setengah berbisik.


Lagi-lagi kafka hanya mengangguk mengiyakan tanpa membuka mulut.


"Nih anak mulutnya beneran sariawan kali ya." batin Alta, sekaligus mengakhiri pembicaraannya. Ia harus fokus dan banyak mendengarkan materi pelajaran yang jauh berbeda dari sekolah sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2