KAFKA

KAFKA
GUE CEWEK YANG LO SUKA DONG.!


__ADS_3

•Happy Reading•


"Ayo!!" ajak Kafka pada Alta.


"Apaan dah, ayo, ayo aja." jawab Alta.


"Ya ayo balik, udah sedikit reda tuh hujannya. Emang lo gak mau balik? Lama-lama nyolotin juga ya lo." kesel Kafka.


"Santai, jangan ngegas melulu apa pak!! Lagian juga masih sedikit gerimis."


Kafka berdecak mendengar celotehan Alta sambil melepaskan jaket kulit hitam yang di kenakannya. "Ayo, ntar keburu deres lagi hujannya, Alta. Jadi orang jangan lelet lo." Omel Kafka lagi membuat Alta jadi mendelik tak suka.


"Ternyata bawel ya lo."


Cowok itu tak perduli dengan perkataan Alta barusan. Ia malah justru merentangkan jaket yang membuat jantung Alta berdetak menjadi tak karuan mengira ia akan di ajak bersamaan. Namun nyatanya cowok itu hanya menutupi dirinya sendiri dan tak perduli terhadap Alta.


"Guenya gak diajak, kaf?? Masih gerimis lo ini." Membuat Alta berseru.


Kafka melirik, "Lah lo siapa?" tanya Kafka tak santai. "Hujan air aja kok takut."


"Njjiiiiiiiiiirr!! Tuh mulut kalau ngomong suka gak di pikir, untung hujannya hujan air beda ceritanya kalau hujan batu. Bisa benjol-benjol kepala gue." kata gadis itu pedas.


Alta berdiri, melangkah lebih dulu meninggalkan Kafka. Namun gadis itu terkejut ketika tubuh Kafka merapat padanya. Merentangkan jaket diatas kepala mereka berdua.


"IH, NGAPAIN LO?" teriak Alta kencang. "Percuma juga gue udah basah." ketus Alta kembali.


"Basah dikit, udah cepetan gak usah bawel deh lo. Jangan sok ngambek." kata Kafka dan mulai berjalan. Mau tidak mau Alta pun mengikutinya.

__ADS_1


Mereka berdua pun berjalan kearah motor sport hitam milik kafka dengan di payungi jaket milik pemuda tampan itu.


Saat di depan motor, Kafka memakaikan jaket kulit hitam itu di pundak Alta.


"Pakai, biar lo nggak kedinginan." Sambil memandang wajah Alta.


Alta jadi agak tersentak Memandang wajah Kafka dari dekat. Wajah pemuda itu semakin terlihat begitu tampan bila di lihat begitu sangat dekat seperti ini, di tambah rambutnya yang basah membuat Alta terpanah seketika itu juga.


"So sweet banget sih lo, kaf. Jadi makin uwaw gue."


"Jangan liatin gue kaya gitu, ntar lo malah jadi suka sama gue gimana? Terus baper aja?"


"Bagus."


"Apanya yang bagus?"


"Jadi gue gak usah repot-repot ngelak perasaan gue dan mengutarakannya sama lo." ucap Alta santai.


"Temenin gue makan dulu." ajak Kafka saat mereka berdua sudah berada di atas motor.


"Lah, gue mau pulang ini, bukan mau temenin lo makan."


"Gue gak terima penolakan."


"Jatuhnya lo maksa gue dong? Tapi gak apa-apa deh, gue juga laper." katanya sambil terkekeh geli sendiri. "Kapan lagi coba gue bisa di ajak lo dan di boncengin begini, berarti gue cewek yang lo suka dong kaf?"


Kafka hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berkata "Jangan ke pedean lo, bukan berarti lo gue boncengin terus gue langsung suka."

__ADS_1


"Lah kan kata lo, kalau orang yang pertama lo bonceng itu adalah orang spesial yang lo suka. Berarti gue orang itu kan?"


"Gak, gak ada kamusnya buat lo. Jadi enggak berlaku."


"Kok gitu sih, kaf? Kan gue juga cewek?"


"Iya, lo cewek. Tapi cewek jadi-jadian." kata Kafka sambil tertawa pecah.


"Yah, patah hati dong gue kaf? Baru juga suka dua hari, udah di tolak mentah-mentah sama lo."


Kafka langsung tersenyum, "Pegangan." pinta Kafka sebelum ia melajukan motornya kebadan jalan.


"Udah." balas Alta menepuk-nepuk pundak Kafka.


Kafka menengok, "Mana tangan lo?"


"Nih, buat apa?" Alta menunjukkan tangan kirinya.


Kafka meraih tangan Alta. "Yang satunya mana?" Alta langsung memberikan tangan kanannya. Kafka kembali meraih tangan kanan Alta dan langsung menempatkan kedua tangan Alta di bagian pinggangnya. "Ini namanya pegangan." tutur Kafka.


Gadis itu terkekeh pelan. "Ini sih nama nya lo modus."


"Modusnya dimana?" tanya Kafka.


"Ini tuh namanya pelukan, bukan pegangan." protes Alta.


"Idih, bisa-bisa lo aja itu mah." seru Kafka menggoda Alta.

__ADS_1


"Apaan sih lo." Alta tidak tahan untuk tidak menabok pemuda tampan di depannya itu. Membuat Kafka tertawa sambil melajukan motornya.


"Dasar lo Aneh."


__ADS_2