KAFKA

KAFKA
MULAI TERTARIK.


__ADS_3

•Happy Reading•


Kafka keluar dari kamar mandi dengan handuk putih yang melilit di pinggang menutupi bagian pusar sampai lutut, yang hanya menyisakan tubuh atletisnya. Setelah nyaris hampir setengah jam ia melakoni ritual mandinya. Entah apa yang ia lakukan hingga memakan waktu setengah jam berada di dalam kamar mandi. Melangkah keluar, lalu memasuki ruang Walk-in closed. Mencari kaos oblong berwarna putih dan boxer berwarna hitam.


Setelah selesai memakai nya, pemuda tampan itu kembali berjalan dan berbaring menidurkan diri diatas king size miliknya. Ia menatap langit-langit dikamarnya, ia kembali membayangkan dan mengingat kejadian di apartemen Sanz.


Flash back on,


Kafka mengangkat tubuh Alta dalam gendongan nya karena gadis itu tertidur pulas. Ia membawa masuk Alta lewat pintu belakang parkiran menuju ke atas apartemen Sanz, di bantu Ali yang sudah membawakan tas gadis itu, membukakan pintu lift, membukakan pintu apartemen. Sampai saat nya ia meletakkan perlahan tubuh Alta di atas kasur mewah berukuran besar dalam kamar Sanz, sedangkan satu kamar lain nya sudah diisi oleh Jessie dan Cherry.


Perlahan Kafka menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh gadis itu yang hanya menyisakan kepala.


Ia duduk di samping Alta, matanya menatap wajah Alta yang tertidur pulas. Awalnya Kafka berfikir bahwa ia hanya tertarik dengan gadis itu. Tapi, semakin kesini, mengapa ia lebih banyak tersenyum. Meskipun samar, namun Kafka menyadari hal terkecil dalam dirinya. Mengapa ia merasa bahagia bisa mengenal gadis yang tengah tertidur pulas di depan nya, ia juga merasa nyaman tidak terganggu sama sekali dengan sifat receh dan mulut bon cabe gadis itu.


"Kenapa disaat lo ada di dekat gue, jantung gue berdegup kencang? Entah karena apa, yang jelas cuman sama lo gue ngerasain perasaan itu, Kenapa lo bisa semudah itu masuk kedalam kehidupan gue?" gumam Kafka pelan, membelai lembut pucuk kepala Alta.


Sehingga Alta menggeliat, mata nya mengerjap- ngerjap perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam netra nya. Gadis itu masih belum sepenuhnya sadar, ia masih merasa pening di bagian kepalanya akibat terlalu banyak meminum whisky.


"Kaf, gue haus." seru nya parau.

__ADS_1


"Bentar, gue ambil dulu." Kafka beranjak ingin bangun, tapi justru gadis itu malah menarik tangan Kafka hingga dengan keadaan yang tidak siap, akhirnya Kafka langsung terjatuh.


Lagi-lagi pandangan mata mereka bertemu, mengunci satu sama lain nya hingga beberapa detik kemudian, tanpa sadar Kafka mengecup bibir Alta. Respon Alta pun tidak marah, justru ia tersenyum, lalu ia mengalungkan tangannya di leher Kafka. "Jangan tinggalin gue kaf?" katanya sambil mengecup bibir Kafka.


Flash back off.


"Lo gila, Al. bener-bener cewek Gila." gumamnya pelan. "Gila, karena lo dengan gampang nya menghancurkan dinding pertahanan gue. Dengan gampang nya lo bisa obrak-abrik hati gue dalam waktu singkat."


Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 06.30, kali ini ia menghampiri seragam sekolah nya yang sudah rapih di setrika dan diletakkan di atas kasur. Memakainya, lalu berjalan mengambil handphone nya yang masih terhubung dengan stop kontak melalui charger putih dan menenteng ransel berwarna hitam menuju lantai bawah ruang makan.


Kafka menarik kursi meja makan. Dengan jari jemari tangan yang bergerak begitu lincah memainkan handphone milik nya, jempol tangan nya bergerak menscrol aplikasi Instagr*m. Pemuda itu membulatkan mata, tertegun begitu saja. Matanya menatap tak suka picture Alta yang sedang memakan ice cream, yang terpampang jelas di News Feed dengan caption memuakan menurut nya.


Melihat foto yang baru saja di posting Prince lima belas menit yang lalu.


Kafka bisa mengakses nya melalui akun fake milikinya yang sengaja ia buat untuk memata-matai Pemuda itu, karena Ia tidak ingin jika Prince mengetahui bahwa Kafka telah menstalking akun IG pria itu.


"Bangs*t!!" gumamnya tanpa sadar.


Komentar di bawah Fotonya pun seketika membludak. Hampir semua memberikan respon positif dengan pujian namun ada juga yang berkomentar pedas menunjukkan rasa tak sukanya.

__ADS_1


Seperti salah satu komentar dengan tanggapan pujian dari @Revina_3115. "Pilihan yang manis ka, kakak nya ganteng pasangan nya pasti cantik. Couple goals banget."


@Dianasari. " Uwaw, pacal bayu nya ya kak? Bikin iri kaum jomblo. Aku dukung kak, meski gak di publish semua wajahnya, udah pasti cantik deh!!"


@kaleayenta_cute "Manis, semanis ice cream yang di pegang nya. Pantesan aja kak Prince suka mandangin pacarnya, cantik banget soalnya. Dll


Sedangkan komentar dengan tanggapan tak suka seperti


@ReRee_67. "Cantik sih! Tapi masih kalah cantik sama kak Gladys. Gue gak setuju kalau Prince sama ini cewek.


@Galendralova. "Siapa sih? Kok kaya bukan anak Nusabangsa. kelihatan nya sih cantik, meskipun di post cuma setengah wajah gitu. Tapi gue gak suuukkkkaaaaaaaaa!!😡😡"


@Ayuuansari_kartika." Sok cantik anjirr, mending kak Gladys.


Kafka tersenyum tipis saat membaca komentar tak setuju antara Prince dan Alta, namun ia menjadi kesal lantaran ada yang menghina Alta.


"A, kok masih belum sarapan? Ini sudah jam 06.45 loh. Nanti kalau main hp terus, Aa malah datang kesekolah nya terlambat." ucap bi Mae mengingatkan Kafka.


"Akh iya Mbu, Kafka sarapan sekarang." Jawabnya, ia meletakkan handphone miliknya dan fokus menyantap sarapan yang sudah tersaji. Selesai dengan sarapan nya, ia pun langsung pamit kepada Bi Mae untuk berangkat ke sekolah.

__ADS_1


__ADS_2