KAFKA

KAFKA
BIAR SEMUA ORANG TAU KALAU KITA ITU PACARAN


__ADS_3

•Happy Reading•


"Lo ke rak susu, biar gue sama Alta ke rak makanan Baby." ujar Cherry mengintruksi.


Sebelumnya Kafka memang sudah menelpon Ibu panti yang biasa di panggil Ibu Saidah untuk menanyakan apa saja yang mereka butuhkan, Ibu Saidah pun memberitahukan apa saja kebutuhan yang mereka butuhkan dan bahan-bahan pokok apa saja yang sudah habis, contoh nya seperti bahan pokok makanan atau sembako, susu formula dan makanan baby untuk anak panti yang usianya masih di bawah satu tahun, buku-buku dan peralatan sekolah, dll. Makanya sekarang ini mereka sedang berada di supermarket besar yang ada di salah satu Mall di kawasan Jakarta pusat.


"Kok gue sendirian sih." gadis itu tak terima jikalau ia harus ke rak susu sendirian. "Curang lo, lo malah berdua." ketusnya.


Gaishan yang melihat itu pun langsung datang menghampiri Jessie. "Lo sama gue, biar gue yang temenin lo ke rak susu." tuturnya, serta dengan cepat meraih jemari Jessie dan satu tangan nya langsung mendorong troli belanja, mengajak Jessie menjauh. Gadis itu hanya memasang wajah jutek sambil mengikuti arah Gaishan.


Sedangkan Kafka yang sedari tadi di sibukkan oleh Sanz pun akhirnya pergi meninggalkan Sanz dan anak-anak lainnya, ia dengan segera mencari gadis nya yang sudah di bawa kabur oleh Jessie dan Cherry. Tepat di rak bagian makanan untuk bayi, akhirnya Kafka dapat menemukan kekasih hatinya.


"Gantian, gue yang sekarang sama Alta lo sendiri aja, oke." menarik pergelangan tangan Alta.


"Eh, kaf." Belum sempat berseru, Kafka sudah terlebih dulu berjalan meninggalkan Cherry sambil menggenggam tangan Alta.


"SENJATA MAKAN TUAN, CHERRC!!" Teriak Alta sambil terkekeh kecil. Cherry yang mendengar penuturan Alta memutar bola matanya malas. Ia berlari kecil mensejajarkan langkah mengikuti Alta dan Kafka. "Kaf, masa lo berduaan sih? Biar Alta sama gue aja lah." pinta Cherry.


Kafka langsung berhenti dan menatap Cherry. "Enggak"


"Yaelah, pelit lo kaf. Emang nya harus ya Alta selalu sama lo?"


"Ya"


"Kok gitu?"


Kafka menganguk "Biar semua orang tau kalau kita itu pacaran." ujar Kafka, membuat gadis yang tengah di gandengnya itu jadi merona salah tingkah.


Cherry tertawa terbahak-bahak. "Gue kira Leader garang gak bisa alay, anj*r."


"Sana lo balik ke tempat makanan, nggak usah ikutin kita." sanggah Kafka mengusir Cherry.


"Iya, iya, gue balik lagi ke tempat makanan. Gue gak akan ikutin lo." tutur Cherry yang mengalah.


Kafka tersenyum menang, sedangkan Alta sudah tertawa kencang. "Yang sabar ya, Cherr."

__ADS_1


"Kali ini gue ngalah buat Alta ya, bukan buat lo." mengacungkan jari tengahnya lalu berbalik badan meninggalkan mereka berdua.


...****************...


"Nyebelin banget sih tuh orang," gerutu gadis cantik yang sedang mendorong troli belanjaannya. Ia kini kembali kelorong rak makanan, melihat daftar makanan apa saja yang dibutuhkan, lalu kembali berhenti tepat di rak makanan bayi.


Cherry mencari satu persatu makanan yang ada di daftar nya, sambil mulutnya berceloteh pelan menyebutkan satu persatu makanan bayi yang akan ia ambil "Prom*na puffs rasa strawberry apel, blueberry, dan pisang sudah, sekarang tinggal ke rak bubur bayi dan pasta" ia beralih ke rak berikut nya di mana bubur dan pasta berada. Mengambil box bubur varian rasa beef stew with carrot, steamed chicken mushroom, milky beras merah dan cheezy chicken broccoli, dilanjut mengambil box pasta varian rasa Mac and cheese, ia mendongak ingin meraih box creamy chicken spinach di rak paling atas. Cherry agak berjinjit, jari jemarinya meraih ujung box, tetapi ia masih saja kesulitan.


"Susah banget sih," gerutu nya sambil melompat lompat berusaha meraih box pasta tersebut.


"Woy Cherr, lo lagi halu ya?" terdengar suara berat dari arah ujung kiri lorong sedang bertanya kepada nya.


Cherry refleks langsung menengok kearah suara tersebut dengan tatapan bingung nya. "Gue halu kenapa?"


"Itu lo lompat-lompatan, padahal lagi nggak main trampolin!"


"Brengs*k lo ya." kesel gadis itu, tak tahan jika tidak menabok pria yang kini sudah berada di sampingnya.


"Tolongin gue dong, ambilin box pasta yang di rak atas, gue gak nyampe soalnya." cicit Cherry.


Lagi-lagi Cherry menabok pria itu, dirinya tak terima jika ia di bilang tumbuh kesamping. "Tinggi gue 165 ya, BB gue juga cuma 50, ini tuh ideal." Ketusnya, Ia merasa kalau dirinya memang sudah cukup tinggi untuk ukuran seorang wanita.


"Iya, iya, ini gue ambilin yang mana?"


"Yang itu" balas Cherry ambigu.


"Itu yang mana?" Sanz mendesah samar, lalu menunjuknya "Yang ini?"


"Atas nya lagi."


"Yang ini?" tanya Sanz kembali memastikan.


"Bukan, samping nya lagi."


"Ini?"

__ADS_1


"Aelah bukan, yang itu tuh." tunjuk Cherry.


"Yang ini kan?"


"Bukan." Cherry menggelengkan kepala.


"Terus yang mana sih, Cherr?"


"Itu Sanz, makanya matanya tuh di pakai. Gue kan nunjuk yang itu."


"Iya, yang ini kan?"


"Bukan."


"Terus yang mana? Varian rasa apa?"


"Itu Sanz yang box nya warna hijau"


"Ini kan?"


"Bukan,"


"ANJ*NG." umpat sanz, "Gue robohin juga nih rak nya." Amuk cowok itu kesel, membuat Cherry tertawa terbahak-bahak mengerjai cowok itu.


Sanz yang kesal, mendadak raut wajah nya berubah seperkian detik. Diam sejenak melihat tawa gadis yang tengah berada di depan nya sedang tertawa puas karena berhasil mengerjai dirinya. Entah mengapa, dia justru terkesima melihat gadis yang biasanya ketus terhadapnya jadi begitu lucu dimatanya.


"Udah puas ketawa nya?"


"Be... belum," jawabnya terbata-bata sambil terus tertawa.


"Tawa aja terus, sampai puas. Tapi jangan terlalu bikin gemes."


Cherry langsung diam dan langsung menabok pemuda di sampingnya. "Apaan sih lo, tolong ambilin yang varian rasa creamy chicken spinach 10 box."


Sanz menganguk mengerti, lalu ia mengambilkan box varian rasa yang sesuai dengan permintaan Cherry sambil menahan tawanya.

__ADS_1


__ADS_2