KAFKA

KAFKA
LO GILA, YA?


__ADS_3

•Happy Reading•


"WOY." Mengagetkan Kafka, lantas Kafka menoleh dan mengetuk-ngetuk jam nya dengan satu jari.


Alta yang mengerti, langsung ngegas. "Belum telat ya. Masih ada dua detik." sanggah Alta tak terima.


"Ayo." ajak Alta.


"Bentar, gue izin dulu sama bokap, nyokap lo."


"Mereka di Jogja, gak ada di rumah. Cuman ada Bang Shaka doang."


"Yaudah, gue izin dulu sama Abang lo."


"Gak perlu, gue udah izin sama nyokap gue. Ayo akh, nanti keburu malam, terus keburu tutup deh pasar festival nya."


Kafka pun menurut dan langsung memberikan helm untuk Alta, setelah Alta naik dan duduk nyaman. Kafka langsung menyalakan mesin motor nya dan bergegas.


"Pegangan, gue mau ngebut biar nggak kemalaman."


"Okeh."


Alta terpaksa memeluk Kafka, lantaran Kafka menarik gas motornya hingga kecepatan tinggi.


"KAFKA LO GILA YA, GUE BELUM SIAP MATI MUDA, OGEB" teriak Alta.


"GAK USAH BAWEL, LO DUDUK AJA ANTENG-ANTENG."


"TAPI GUE TAKUT."


Kafka menarik tangan Alta, agar Alta mengeratkan pelukannya.


Malam hari ini jalanan kota agak lenggang, tidak macet tapi tidak begitu sepi juga. Sehingga Mereka hanya membutuhkan waktu yang tidak lama agar mereka bisa sampai di pasar festival taman kota.


Alta segera turun dari motor Kafka dan melepaskan helm nya, ia merapihkan sedikit rambut panjang nya yang tertiup angin kencang akibat ulah pemuda tampan di depan nya ini.


"Mau kemana dulu?"


"Kesana." tunjuk Alta ke stand bagian makanan yang ada di barisan depan.

__ADS_1


"Ayo," Kafka mengikuti langkah Alta.


"Gue mau beli itu kaf." Alta kembali menunjuk pada salah satu stand yang memang sejak awal ingin ia tuju, stand yang menjual es cream roll.


"Ya udah lo pesen dulu, gue ketoilet bentar, ya?" membuka dompetnya, lalu memberikan dua lembar uang seratus ribuan.


"Ini kebanyakan."


"Lo pegang dulu aja dan kalau sudah selesai, lo tunggu disana." tunjuk Kafka ke arah bangku dekat parkiran.


"Ya, jangan lama. Lo rasa apa kaf?"


"COKLAT." teriak Kafka yang sudah berjalan beberapa langkah.


Alta memesan dua cup ice cream roll rasa strawberry vanilla dan coklat.


Setelah pesanan nya selesai di buatkan, ia langsung membayar sesuai tagihan dan langsung berjalan kearah bangku panjang yang tadi sudah di tunjuk Kafka.


Sedangkan disisi lain, kafka yang sedang mengantri untuk masuk kedalam toilet. Dikejutkan dengan sebuah getaran di saku celana jeans nya. Ia mengambil dan menslide kunci pengaman di ponsel miliknya itu, lalu dilihat nya sebuah chat dari nomer yang tak dikenalnya.




...****************...


Lima menit berlalu, namun Kafka tak kunjung datang.


"Apa toilet nya rame ya?" gumam Alta sambil sesekali menikmati es cream rol mix rasa strawberry vanilla dengan toping banana.


"Hay, sendirian aja? Atau lagi nungguin seseorang?" Sapaan itu membuat Alta yang sedang menikmati es cream rol nya mengangkat wajah.


Deg!


Alta sangat terkejut pada cowok tampan yang sedang menyapa nya.


"Siapa ya?" Tanya Alta jutek, berusaha untuk tidak terlihat takut.


Cowok itu hanya tersenyum.

__ADS_1


Perasaan Alta menjadi tidak enak, ia melirik ke kanan dan kiri di parkiran itu sepi. Ia melempar pandangan nya jauh ke arah stand namun jarak nya terlalu jauh. Rupanya Alta salah, ia menunggu di tempat yang bukan di tunjuk Kafka tadi.


Cowok tampan itu duduk di samping Alta dan mengulurkan tangannya.


"Kenalin gue Prince." ucap cowok putih itu.


"Lo cewek nya Kafka ya?" lanjut nya.


Alta masih terdiam, ia tidak tau harus bersikap seperti apa pada cowok asing di samping nya sekarang.


"Lo kenal Kafka?"


"Iya, kalau lo sebut nama gue di hadapan nya Kafka, pasti dia kenal." katanya "Nama lo Alta kan? Sepupu nya Leo?"


"Kok lo tau gue? Lo juga kenal sama Leo?" mencimingkan mata.


"Siapa sih yang gak kenal sama the Leader of nya Zygmunt. Apa lagi sama cewek, cantik nya secantik lo. Waldemarr bakalan besanan dong ya sama Zygmunt?"


"Tapi gue bukan cewek nya Kafka."


"Yaudah, kalau gitu jadi cewek gue aja." ucapnya santai sambil menaik turunkan alisnya.


"Dih, freak lo!"


"Lo ngapain masih nungguin Kafka disini? kafkanya aja ada di arena balapan sekarang."


Alta melirik kearah Prince, ia mencoba mencari kebohongan di mata cowok itu. Namun nihil, cowok itu berkata jujur.


"Nggak percaya sama gue?" Prince memberikan handphone milik nya ke Alta. "Nih"


Benar saja, Alta dapat melihat chatting prince dengan Kafka yang mengatakan akan ke Arena balap. Tapi dengan beberapa chat nya yang sudah di hapus agar Alta mau mengikuti perintah Prince.


"Masih nggak percaya? Ya sudah, gue juga gak akan maksa lo buat ikut gue kesana. Dan kalau lo masih mau nungguin dia di sini, gue cabut duluan." Prince berdiri dan berjalan menuju ke arah motor nya.


"Ish, rese banget sih Kafka ninggalin gue disini tanpa ngabarin gue." batin Alta.


"Prince tunggu, gue ikut sama lo."


Prince tersenyum tipis, ia berhasil mengajak Alta untuk mau ikut bersamanya ke arena sirkuit.

__ADS_1


__ADS_2