
•Happy Reading•
"Kiuw, kiuw, cewek, set dah ngapa cantik bener ya, Neng. Jadi pingin halalin aja." celatuk Gaishan di parkiran saat seorang siswi lewat dengan motor scooternya.
"Woy, masih sempat-sempatnya aja lo." sikut Ali.
"HAY CINTAAAA." kembali Gaishan berulah.
"Hay Gaishan." gadis bernama cinta yang sedang berjalan beriringan menuju pintu gerbang bersama dua temannya yang sama-sama ikut menengok membalas sapaan Gaishan dengan sedikit kecentilan.
"Nah kan siapa lagi dah tuh? Lo kenal Sanz?" tanya Aleshaqi.
"Anak IPS³ itu temen nya si Monic." jawab Sanz santai sambil memainkan game kesayangannya.
"Hay Ka Kafka?" kembali seorang siswi cantik yang bernama Vera menyapa.
"Hay juga cantik, mau pulang ya? Rumahnya di mana? Mau di anterin enggak?" serentetan pertanyaan yang diajukan Gaishan menyambut sapaan Vera.
"Cih, semuanya aja Gaishan lo ratain." umpat Cherry yang baru tiba di parkiran bersama Jessie, Unge, dan Alta.
"Sorry Ka, kan yang aku sapa Ka Kafka, kok yang jawab malah Ka Gaishan sih." seru gadis itu protes., kemudian kembali menyapa Kafka. "Sore Ka Kafka?"
Kafka hanya melirik sebentar, menaikan satu alisnya dan kembali kehadapan layar pipih yang berada di tangannya tanpa berniat membalas sapaan tersebut.
"Yeakkh, tengsin bed gue mah. Gue sih pingin hilang aja dari bumi ini." ledek Jessie sambil cekikikan.
Ali dan Sanz tertawa terbahak-bahak. "Jiakh, diledekin mantan."
sedangkan Aleshaqi pun tak mau kalah ikut mengomentari Gaishan. "Yu akh, cuci kaki. Berat Ghais kalau saingannya Kafka mah."
"Lo mah di sampingnya Kafka cuman resresan rengginang, nggak berarti." timpal Alta.
"Ck, terus aja terus, lo semua ledekin aja terus, orangnya lagi di warung kang Eman." Gaishan berdecih sambil ngedumel.
"Ayo Ay, kita balik aja." ajak Unge pada Aleshaqi. "Dari pada nanti ada yang ngacak-ngacak sampah."
"Lo kira gue pemulung?"
"JIAAAKH, JATUH WOY, JATUH."
__ADS_1
"Apanya yang jatuh, Al?"
"HARGA DIRINYA." seru kencang Alta. "Sial banget woy, buaya buntung disamain sama pemulung sampah." sambil tertawa.
Al, jangan teriak-teriak bisa gak sih? Pakai suara hati aja cukup, suara hati lo kan langsung nyambung ke hati gue." ucap Ali dengan senyum menggoda.
"Ish, apaan sih lo? Jijikkk gue woy."
"Ayank ayo, makin kesini makin kaga jelas orang-orangnya."
"Anjir lo Nge, minta gue tabok lo ya." keluh Cherry menyikut lengan Unge.
Aleshaqi menganguk. "Iya ayo." ucapnya sambil menggandeng tangan Unge. "Gue duluan ya, ntar ketemu lagi di markas."
"Yoi, tit*t dj lo Lesh." balas Sanz, lalu bertos ria.
"Ish, Sanz jorok ngomongnya." ucap Cherry menabok lengan Sanz.
"Sorry ya guys, gue balik duluan." sanggah Unge pada csnya.
"Hati-hati, Alesh jagain besti kita ya." kata Jessie.
"Iya, jangan sampai lecet. Awas lo kalau sampai lecet." Cherry juga menimpali.
"Aihh, cot loh Lesh." ujar Gaishan kencang.
Aleshaqi membalas teriakan Gaishan. "Iri bilang Boss!!"
Tak lama setelah kepergian Aleshaqi dan Unge. Mobil jemputan milik Cherry pun datang.
"Mobil jemputan gue udah dateng guys, gue duluan ya."
"Iya Cherr Titi DJ lo." saut Jessie.
Cherry kembali berhenti menengok ke arah kedua sahabatnya, Alta dan Jessie. "Al, lo mau balik barengan sama gue, gak? Mumpung gue sedang berbaik hati nebengin lo nih?" tanya Cherry pada Alta.
"Enggak Cher, hari ini gue balik bareng sama Abang gue aja, Bang Shaka."
"Serius nih, lo beneran gak mau bareng sama gue?"
__ADS_1
"Dua rius malah gue."
"Ya udah deh, gue balik duluan ya."
"Iya, tiati lo." jawab Alta.
"Tiati lo Cher, kalau jatuh bangun sendiri ya." Sanz.
"Ya iya lah, gue bangun sendiri. Masa gue harus telepon lo dulu buat bangun. Ente kadang-kadang ente." jawab Cherry kesal.
"Gue ikhlas kok bantu lo buat bangun, Cher." seru Sanz tersenyum manis.
"BERISIK LO SANZ, GUE KAGA IKHLAS DAN SUDI TAU, NGGAK?" balasnya berteriak dari dalam mobil.
"KAFKA." teriak seorang gadis mengalihkan atensi mereka ke arahnya.
"Sorry ya kaf, lo pasti nungguin lama ya?" ucap gadis itu tersenyum manis, sambil berlari kecil.
"Mm, ayo naik." ajak Kafka langsung sambil memakaikan helm full face miliknya ke kepala Aluna.
"Pantesan dari tadi si Bos anteng aja mainin handphone. Ternyata dia lagi nungguin Luna." bisik Ali.
"Yah, urusannya bisa ribet. Si bos kaga ada kapoknya udah di kasih warning masih aja gas terus." saut Gaishan sambil ikut berbisik.
"Kena virus lo ege. Maunya gass terus kalau urusan cewek."
"Jessie, Alta, kalian belum balik?" tanya Luna pada keduanya.
"Belum Lun, gue masih nunggu jemputan. Ini juga si Jessie masih nemenin gue."
"Buruan." ucap Kafka mengalihkan pembicaraan mereka.
"Oh iya," Luna langsung naik keatas motor Kafka. "Gue duluan ya."
Alta dan Jessie hanya tersenyum menanggapi Luna yang sudah siap dibonceng oleh Kafka dan melesat kencang melewati mereka.
"Babe, kita juga duluan ya." ucap Gaishan yang memang juga sudah siap dengan motornya.
"Neng Alta, Aa duluan ya. Maaf Aa gak bisa nganterin Neng Alta karena arah rumah kita berbeda jauh." goda Ali.
__ADS_1
"Al, Jess, gue duluan ya." pamit Sanz.
"Iya, Sanz, Li." seru Alta dan Jessie menjawab bersamaan.