KAFKA

KAFKA
BIBIT PELAKOR YANG MUNCUL KE PERMUKAAN


__ADS_3

•Happy Reading •


Debby dan Unge yang baru tiba di depan toilet jadi berhenti mendadak, lalu menguping pembicaraan yang bisa Debby dan Unge tebak di lakukan oleh dua orang yang salah satunya itu adalah Alta, mereka begitu hapal dan paham tanpa mereka lihat siapa orang itu, mereka dapat menebak bahkan pastikan kalau itu suara khas dari teman sekelas mereka yang bernama, Alta.


"Tapi lo punya Leo, lo punya perhatian Leo, lo dapetin rasa perduli dari Leo, bahkan kasih sayang dan cinta pun lo dapetin dari Leo. Kenapa lo masih cari itu semua dari cowok gue?"


"Semua itu berubah semenjak Leo di Singapura dan Kafka juga berubah semenjak dia deket sama lo. Gue nggak suka itu."


Itulah pembicaraan yang mereka dengar, sehingga mereka tambah yakin kalau itu memang benar-benar, Alta.


"Freak lo, dasar cewek gila."


Mereka berdua menjadi sangat penasaran lalu mengintip sebentar kearah mereka bahkan Unge sempat merekam di saat Aluna mengatakan semua itu berubah sampai tertawa. Lalu kemudian ia kembali mengeluarkan kata-kata "Lo yang akan jadi gila setelah tau ini." Katanya sambil memperlihatkan sesuatu yang berada di handphone miliknya.


Takut tertangkap basah kalau mereka berdua memergoki pertengkaran yang terjadi di toilet lantai tiga sebelah barat terlebih jika itu Aluna yang memergoki mereka, maka mereka memutuskan untuk segera kembali ke dalam kelas mengambil tas mereka dan berlalu pulang.


"Tuh kan bener gue bilang apa? Gak mungkin kan tau-tau Queen Bos main ngambek aja kalau nggak ada sebabnya." Seru Ali menggebu-gebu ketika selesai mendengarkan cerita dari Aleshaqi.


"Sumpah gue nggak nyangka dia bisa berubah jadi nenek sihir begitu." Saut Sanz.


"Kedepannya si Bos harus ati-ati sama si ulet keket. Gue rasa dia akan jadi duri dalam hubungannya si Bos." Kata Aleshaqi ikut menimpali.


Begitulah kira-kira gosip yang sedang mereka gibahkan di dalam club' Evers Atmosphere. Aleshaqi benar-benar melihat video yang berdurasi kurang lebihnya dua menitan itu dari sang kekasih sesaat ia mengunjungi kediaman Unge. Unge sendiri pun menceritakan apa yang ia dengar tanpa ada yang di lebih-lebih kan. Membuat Aleshaqi langsung menghubungi Sanz pada saat itu juga.


Jadilah mereka berempat segera mengadakan pertemuan tanpa melibatkan Kafka.


"Gimana-gimana?" seru Gaishan saat baru datang menghampiri meja dimana sahabatnya duduk.


"Ternyata ini ulahnya Aluna Gaish."


"Seriusan? Lo yakin?"


Ali mengangguk kecil. "Iya."


"Gue nggak mau lo semua salah nuduh orang. Yang ada nanti jatuhnya kita fitnah orang tanpa adanya bukti yang membenarkan. Lo tau bagaimana sikap Kafka, kan?"

__ADS_1


"Gue pastiin kita nggak akan nuduh orang tanpa bukti."


"Maksud lo, lo punya bukti itu."


"Unge, Unge punya video pertengkaran Alta sama Aluna di toilet."


"Lo pinta video itu buat jadi bukti kuat. Soal kas Waldemarr di tanggal 17 September itu nggak ada pengeluaran, yang artinya memang di tanggal tersebut kita nggak ke Evers Atmosphere or pakai buat keperluan lainnya."


"Nih lo bisa cek cctv di Evers Atmosphere pada tgl 17 dan sesuai dengan yang lo bilang tadi, kita ataupun Kafka memang nggak dateng kesini." Seru Ali kala ia memperlihatkan laptop miliknya.


"Jadi, itu artinya?!"


"Yes."


Mereka berempat saling pandangan lalu dengan kompak mereka menyimpulkan bahwa apa yang terjadi di tgl 17 itu adalah sebuah rekayasa. Entah apa maksud Aluna melakukan itu, yang pasti mereka yakin kalau itu adalah salah satu cara Aluna untuk menjauhkan Alta dari Kafka. Dan soal apa yang di tunjukkan Aluna ke Alta itu apa? yang jelas itu adalah pr buat inti Waldemarr memecahkan masalah itu.


"Kuncinya itu ada pada Alta. Kita minta bantuan aja cewek-cewek."


"Gue yakin Alta tidak akan seterbuka itu pada mereka."


Pandangan Ali, Sanz dan Aleshaqi tertuju kompak kepada satu pemuda yang sedang sibuk menghisap rokoknya.


"Gue?" Tunjuk Gaishan pada dirinya sendiri.


Dengan cepat Ali menggeleng. "No, no, no. Emangnya lo anak cewek?"


Gaishan langsung paham "Jessie?"


"Yupz, itu baru benar."


Gaishan menghela napas panjangnya. "Nanti gue coba bicarain."


...****************...


Alta merasa lega setelah sedikit bebannya ia keluarkan dengan bercerita pada gadis manis yang menjadi sahabatnya itu sejak pertama kenal. Ya, Alta sudah menceritakan masalahnya kepada Jessie yang kebetulan gadis itu meminta Alta untuk datang menginap di kediamannya.

__ADS_1


"Saran gue sih mending lo diemin dulu deh tuh kulkas berjalan sampai dia benar-benar tau kesalahannya dia tuh apa." ujar Jessie memberi saran.


"Tapi jangan deh Al, lo harus terus ada di samping Kafka. Takutnya malah tuh nenek sihir ngambil kesempatan dan ngerasa besar kepala karena udah berhasil bikin lo mundur. Jangan sampai dia yang nyingkirin lo dari hidup Kafka."


"Plin-plan lo." dengus Alta.


"Habis, bibit pelakor di dirinya dia tuh udah muncul ke permukaan. Lagian jadi cewek kok serakah, udah punya cowok super baik, tajir dan ganteng, malah masih mau ngerebut perhatian cowok orang."


"Lagian si kulkas berjalan emangnya kaga peka apa? Kalau tuh Medusa punya niatan jahat ke hubungan lo. Otak doang pinter buat akademik tapi Masalah percintaan tuh cowok ogeb."


Alta melotot "Bacot lo ya, Jess." Tegur Alta.


Alta menghela napas, kemudian bangkit mengambil gitar di pojok kamar Jessie. Menyanyikan lagu yang mungkin mewakili perasaannya. Namun baru di bait ini, Bila cinta tak lagi untukku


Bila hati tak lagi padaku


Mengapa harus dia yang merebut dirimu tiba-tiba saja dering ponsel Jessie berbunyi yang menampilkan nama "Bebechan."


Jessie mengangkat panggilan dari Gaishan sedangkan Alta masih melanjutkan nyanyiannya dengan suara yang sedikit pelan, belum juga ada lima detik namun panggilan itu sudah tak lagi tersambung.


"Kok sebentar banget?"


Jessie mengangguk kecil "Gue turun dulu, Gaishan ada di bawah."


"Hah, serius lo? Dia sendirian kan?"


"Kayanya sih, iya. Kenapa? Lo takut ya Kafka ikut ke sini?!"


"Iya."


"Nggak akan mungkin tuh anak mau ikutan ke rumah gue, kecuali dia tau ada Lo disini."


"Ck, awas aja lo ember. Cepetan sana turun, keburu lumutan nanti cowok lo."


"Ye" kata Jessie seraya melemparkan boneka beruangnya kewajah Alta.

__ADS_1


"Sial*n lo!" Umpat Alta.


__ADS_2