KAFKA

KAFKA
JEBAKAN BATMAN VERSI ALI


__ADS_3

•Happy Reading •


Alta terlonjak kaget saat tiba-tiba saja sebuah tepukan di bahunya, Gadis itu menoleh mendapati sepupunya, Leo.


"Ngapain lo sendirian disini?" Tanya Cowok itu.


"Mau pulang."


Leo menaikan satu alisnya. "Lah, lo nggak dianterin ojek pribadi lo?"


Alta melotot. "Lah lo ngapain disini? Jemput Pelanggan pribadi lo?" Bukan menjawab justru Alta malah membalikkan kata-kata yang di ucapkan Leo.


Leo tertawa. "Ya udah ayo balik, gue anterin lo sesuai titik."


"Gak usah, gue naik ojek online aja. Emangnya pawang lo nggak balik bareng?" tanya Alta dengan sengaja, pasalnya ia tahu betul kalau kekasih dari sepupunya itu tengah berada bersama dengan kekasihnya dan belum pulang karena mereka masih di atas rooftop.


"Dia udah balik di jemput supirnya."


Alta tersenyum getir, mengapa Gadis itu membohongi sepupunya. "Tau kalau dia udah di jemput. terus kenapa nggak langsung pulang aja?"


"Ini mau langsung pulang, eh malah ketemu si mulut reog."


Mata Alta melotot dengan mencebikan bibir gemas, lalu menoyor kepala sepupunya pelan. "Lancar banget lo setan, kelakuan lo nyebelin. Sebelas dua belas."


Leo tidak menanggapi ocehan Alta barusan, ia menganggap bahwa yang Alta maksud adalah Kafka pacar dari sepupunya itu. Ternyata? Dia nggak tau aja yang di maksud Alta itu siapa yang menyebalkan?🤭🤭


"Ayok buruan naik."


"Gue bilang, gue mau naik ojek aja."


"Ngapain naik ojek, mendingan sama gue, gratiiiissss !!"

__ADS_1


Alta menatap kearah Leo cukup lama, lalu dengan cepat Gadis itu mengangguk. "Iya deh, ada yang mau gue omongin juga lagian."


Leo menatap curiga, membuat Alta jadi bingung. "Kenapa? Apa yang mau Lo omongin?


"Nanti aja, sambil jalan."


"Ye, kaya kedengaran aja nanti. Lo kalau dimotor kan suka hah, heh, hoh. Boro-boro bisa ngobrolin, yang ada abis badan gue pada pedes lo tabokin Mulu."


Bibir Alta mengerucut tajam. "Gue balik sendiri aja kalau gitu. Males banget bareng sama barongan yang kerjaannya ngoceh melulu."


Leo menarik tangan Alta untuk menyuruhnya segera naik. "Buruan naik."


Alta dengan segera menuruti ucapan Leo dan langsung naik ke atas motor sport milik Leo. Dan dengan segera Leo langsung mengemudikan motornya ke badan jalan.


...****************...


Berbeda dengan Alta yang sudah terlebih dahulu pulang. Justru Jessie masih berada di lapangan futsal bersama dengan Gaishan dan tiga sahabatnya yang lain.


"Ogah, yang ada lo minta yang macem-macem!"


"Nggak kok, gue cuma minta lo buat beliin gue mienya Kang Eman."


"Seriusan?! kata Aleshaqi berbinar. "Kalau traktir mienya Kang Eman doang mah, gas lah!"


Ali tersenyum, "Deal, ya?!"


"Iye deal."


"Oke berarti sepakat ni ya? Saksinya Sanz, Gaishan sama Jessie."


Aleshaqi mengangguk mantap. "Iye."

__ADS_1


"Oke, traktir mie Kang Eman. Tapi gue belum selesai ngomong."


Sanz dan Gaishan yang paham betul tentang kelicikan Ali pun berusaha menahan tawanya. Mereka berdua sudah tau, apa yang akan terjadi selanjutnya.


Aleshaqi mengernyit, "Apaan?"


Tak ingin membuang kesempatan Ali langsung mengutarakan perkataan terselubungnya. "Traktir gue mienya Kang Eman." Ali mengulum senyum penuh kemenangan, karena sudah berhasil mengelabui Aleshaqi. "Selama hidup gue, jadi kalau gue pingin makan mienya Kang Eman lo yang harus bayarin pesenan gue. Begitu pun kalau gue bilang gratis ke semua anak-anak Waldemarr maka yang harus nanggung pembayarannya itu lo." Tukasnya cengengesan.


Sanz dan Gaishan langsung tertawa ngakak saat melihat wajah Aleshaqi yang cengo. "Mampus lo, kena jebakan Batman.


Sedetik kemudian Aleshaqi langsung bangun dan berusaha meninju Ali, namun lagi-lagi gerakan Aleshaqi mampu di baca oleh Ali sehingga dengan sigapnya Ali langsung bangkit dan berlari menjauh ke tengah lapangan futsal.


Sedangkan di pinggir lapangan, "Be, bebechan." Rengek Jessie pada Gaishan. "Pokoknya jemput aku, aku mau ikut."


Gadis itu terus saja mengguncang lengan kekasihnya agar Gaishan mau menuruti permintaannya kali ini. Ikut ke arena balap liar yang Gaishan sendiri belum tahu betul situasi kali ini bagaimana. Malah justru Gadis itu langsung merengek hanya karena mendengar penuturan dari Sanz.


"Nanti aku kabarin kamu ya, bebejess. Aku takut nanti kamu kenapa-kenapa, aku sendiri aja masih belum tau situasinya bagaimana. Eh, kamu malah minta mau ik..." Kata Gaishan mengudara, pasalnya dengan cepat Kafka menanyakan keberadaan Alta pada Jessie. "Alta kemana, Jess?"


"Udah balik." Jawab Jessie singkat, padat dan begitu jelas.


Kafka menatap datar Jessie. "Balik? Kenapa balik duluan?"


"Tanya ke Gaishan, soalnya dia pamit ke Gaishan disaat gue lagi ke toilet." Tunjuknya kepada Gaishan.


Gaishan langsung menjawab pertanyaan Kafka, "katanya sih dia udah di jemput Abangnya di depan gerbang."


"Kenapa nggak lo larang!"


"Lah, hak gue apa Bos?!"


Kafka menatap kearah Gaishan dengan tatapan yang sulit di artikan. "Tas gue." Katanya datar, dan langsung melangkah pergi.

__ADS_1


__ADS_2