KAFKA

KAFKA
EMAK LAMPIR 12 IPS 1, KU


__ADS_3

•Happy Reading •


"Lo aman Jess? Kalian tidak melakukan hal-hal yang di inginkan, bukan?" tanya Alta absurd, sesaat ia memasuki ruang televisi.


"Tidak di inginkan kali, Al!!" Jawab Jessie


"Kata siapa tidak di inginkan? Justru sangat di inginkan, siapa yang tidak ingin melakukan hal itu. Kita cuma belum waktu nya aja, bukan?" Jawab Alta sambil terkekeh pelan.


Kafka yang mendengar perkataan gadis nya, pun menjadi geleng-geleng. "Lo mulai nakal ya be?!" komen Kafka yang di tanggapi dengan sebuah cengiran sang pelaku.


"Didikan Kafka keras, bos." Seru Jessie menyindir pasangan itu. Sedangkan pemuda tampan yang sedang duduk menyandar pada sofa pun tengah tersenyum ke arah wanita cantik yang sedang meledek kepada sahabat nya, Alta. Rasanya senyum Gaishan tak pernah mau luntur meskipun terlihat tipis, setipis tissu. Baginya malam ini terlalu spesial dan akan terus berputar pada memori nya. Seperti berhalusinasi tapi ini begitu nyata, Jessie nya kembali bersamanya lagi.


"By the way, lo berdua laper nggak?" Tanya Alta kepada Kafka dan Gaishan.


"Em, gue kesini sih belum makan tadi!" Jawab Gaishan jujur.


"Kenapa be? Lo laper?" Kini giliran Kafka yang bertanya pada gadisnya dan di jawab Alta dengan sebuah anggukan Kepala.


"Mau makan di luar? Atau pesen makan Online aja?"


"Makan di luar aja yuk." Saran Jessie.


Alta tersenyum mengejek kearah Jessie. "Double date kita?"


"Terserah lo aja deh mau bilang apa. " Sewot Jessie.


"Gimana nih jadi nya, mau makan diluar atau online aja?" Tanya Gaishan memastikan dua cewek cantik di depannya.

__ADS_1


"Seafood gang aja, gimana mau nggak lo Al?"


Alta menganguk sebagai respon atas pertanyaan dari Jessie.


"Yaudah ayo nanti keburu kemalaman."


Akhirnya mereka berempat pun jalan dengan mengendarai dua motor yang saling berboncengan menuju kedai seafood gang.


Setelah beberapa menit mereka menyusuri jalan, akhirnya mereka sampai di depan lapangan gang. Seperti biasa, Kafka akan mengantri untuk memesan pesanannya mau pun pesanan Alta dan sekarang ia mengajak Gaishan untuk ikut mengantri memesan pesanan Gaishan sendiri dan juga Jessie. Sedangkan Alta akan langsung memilih tempat yang biasa ia dan Kafka duduki sebagai tempat duduk mereka.


"Gimana?" Tanya Alta ambigu.


"Gimana apanya?" Jawab Jessie sambil mengambil satu botol minuman yang ada bulir jeruknya lalu menikmati minuman itu.


"Ish, nggak usah pura-pura deh. Lo official lagi kan sama Gaishan." Ketus Alta.


"Nggak pun juga nggak apa-apa. Gue udah bisa nebak jawabannya apa." Seru Alta songong.


"Cenayang lo?"


Alta terkekeh pelan, ia dan Jessie itu satu frekuensi. Jadi mereka berdua bisa saling mengimbangi jokes mereka masing-masing tanpa ada rasa tersinggung.


"Al, Alta!!"


"Apa sih Jessie!!" sayutnya.


"Biasa dong nyautin nya, kaga usah ngengg! Untung hati gue lagi happy banget, jadi nggak ngaruh."

__ADS_1


"Official kan lo?"


Bukan menjawab, Jessie malah tersenyum tidak jelas pada Alta. "Anj*r, lo pasti nggak bakalan nyangka banget deh Al, Gaishan sweet banget tadi."


"Gaishan gula sampe lo bilang manis?"


"Gue serius ege!!" Rengek Jessie kesel. Gadis itu seperti nya sudah mulai terpancing. Ayolah, Alta kalau sudah mode julid itu sungguh begitu membuat Jessie kesel.


Alta terkekeh. "Oke, gue serius. Lo mau cerita apa? Buruan keburu orang yang lagi kita gibahin dateng, bawa pesanan lo."


Jessie dengan begitu antusiasnya menceritakan prihal kejadian tadi di rumah Alta. Mulai dari Gaishan yang ingin melupakan Jessie sampai akhirnya mereka memutuskan untuk kembali merajut asa, dan tentang kiss nya mereka pun Jessie cerita kan pada sahabat nya itu.


"Sweet kan Gaishan?"


"Omo. Gula makin kalah manis sama sikap Gaishan."


"Gue berharap banget seterusnya dia bakalan tetap bersikap seperti ini dan nggak akan seperti dulu lagi.


"Tapi Jess, gue mau ingetin satu hal. Jangan terlalu berekspektasi tinggi dengan sikap Gaishan. Bukan gue mau menjatuhkan atau gak bahagia dengar kabar berita lo balikan lagi sama Gaishan. Akan tetapi ada kalanya kita sebagai sahabat saling mengingatkan dan menjaga. Gue nggak mau nantinya karena hal manis yang di tawarkan diawal, akan menjadikan lo sakit hati terhadap ekspetasi yang lo bangun terlalu tinggi namun berbeda pada kenyataannya. Kehidupan didepan, belum tentu kita dapat mengetahuinya terlebih dahulu agar kita bisa antisipasi. Menurut gue jalani aja secara mengalir dan baik dari segi apapun itu. Semoga langgeng terus dan nggak putus lagi karena masalah sepele. Gue yakin kalian itu sudah sama-sama belajar, memahami dan seiring berjalannya waktu yang kemarin berlalu, membuat kalian berdua semakin dewasa dalam menyikapi problem yang akan datang."


Jessie menganguk kecil, ia mencerna dengan baik ucapan sahabat nya itu. Benar yang di katakan oleh Alta kalau ia tidak boleh terlalu berharap Gaishan kembali seperti dulu seratus persen. Karena biar bagaimana pun, Alta itu sudah mengetahui karena sebab apa mereka putus. Bukan karena orang ketiga tetapi karena hal yang sepele dan keegoisan masing-masing yang terlalu dibilang childish. Ia akan menjalani kisah percintaan nya dengan mengalir dan baik.


"Peluk gue dong Al, kaya waktu itu gue peluk lo saat lo minta saran gue."


"Dengan senang hati, Emak Lampir ¹² IPS¹ ku."


"Nyebelin lo." Kembali merengek kesal, akan tetapi ia masih mau menerima pelukan yang di berikan oleh Alta.

__ADS_1


__ADS_2