KAFKA

KAFKA
17 SEPTEMBER


__ADS_3

Sanz dan Gaishan melirik sejenak ke arah Kafka yang sedang sibuk memainkan layar pipih di tangannya dengan ekspresi datar tanpa ekspresi apapun seperti disaat pemuda itu sedang dalam mode reognya.


"Kenapa tuh orang dari balik nganterin Alta kelihatan kesel?"


"Mana gue tau, mau gue tanya nanti yang ada gue yang disemprot."


"Menurut lo dia lagi kenapa?" tanya Sanz.


Gaishan langsung menoleh memperhatikan Kafka dengan alis mengernyit, lalu kembali menatap Sanz. "Bisa gue tebak, kayanya lagi perang dingin sama Alta deh!"


"Seratus buat lo."


"Ngagetin lo Bangs*t!" Umpat Sanz tertahan, menoyor kepala Ali yang ikut-ikutan nimbrung di belakang sofa.


"Sini Li." tarik Gaishan pada tangan kekar Ali dan membuat Ali menurut untuk mengikuti arahan Gaishan yang menyuruhnya untuk duduk. "Lo tau sesuatu?"


"Nggak tau pasti sih, tapi tadi gue denger sedikit perdebatan mereka di parkiran."


"Debat apaan?" tanya Aleshaqi berbisik penasaran seraya ikut kepo pada ketiga temannya yang bisik-bisik.


Kafka yang melihat teman-temannya kompak merembuk sambil bisik-bisik pun ikut menghampiri "Ngapain?" tanyanya menyembul di antara mereka berempat.


"Shitt."


"Anj*ng!!"


"Bangs*t!!"


"Fu*k, kaget gue?!"


Pekik mereka berempat kompak membuat Kafka menggelengkan kepalanya lalu ia masuk kedalam ruang istirahat pribadinya yang ada di markas.


*Flash back on*


Alta mencoba berjalan sebiasa mungkin menghampiri Kafka yang tengah menunggunya di parkiran. Mood Gadis itu saat ini tidak baik-baik saja, ia memutuskan untuk pulang sendirian tanpa mau di antar oleh Kafka.


"Mau kemana?" cegah Kafka bergerak menghadang Gadis itu.


"Pulang."


Kafka mengernyit bingung, merasa asing dengan perubahan sikap Alta dan juga tatapan Alta padanya yang seperti menghindarinya.


"Iya, kan sama gue pulangnya."


"Gue pulang sendiri aja, mana tas gue?"


"Kenapa akhir-akhir ini lo seperti menghindari gue? Apa gue ada salah?"


Gadis itu menggeleng,


"Kalau di ajak bicara tuh tatap matanya." tegur Kafka membuat Alta langsung menatap kearah mata legam Pemuda yang berada di depannya dengan raut wajah setenang mungkin.


"Kenapa mau pulang sendiri?"


Alta menghela napas menatap Kafka malas. "Lo nggak mau jelasin sesuatu ke gue? Atau ngerasa bersalah, mungkin?"

__ADS_1


Kafka mengernyit bingung. "Gue ada salah apa? Jangan main teka-teki bisa? To the poin tanpa bikin gue bingung."


Alta terkekeh. "Bisa lo jelasin pada tanggal 17 September, di club' Evers Atmosphere pukul 02.00?"


Kafka bungkam, tak menjawab apapun membuat Alta terkekeh sinis. Ia mengibaskan tangannya membuat Kafka jadi merasa kesal akan sikap Alta kali ini.


"Pulang bareng gue, Be."


"Gue bisa pulang sendiri."


"Gue nggak...."


"Stop atau gue nggak akan mau lagi ketemu lo, Kafka."


"Be, kasih tau langsung letak kesalah gue tanpa harus main teka-teki begini. Gue lupa apa yang terjadi di tgl 17 September."


"Lo pikir sendiri, kalau lo udah bisa tau letak kesalahan lo, lo bisa jelasin semuanya dan temuin gue."


Kafka makin mengernyit bingung. "Apa yang udah gue lakuin sampai lo marah gini?"


Alta menatap Kafka tidak percaya, tidak berniat memberitahu karena ingin Kafka sendiri yang sadar. Gadis itu langsung memilih pergi.


*Flashback off*


Di dalam ruang pribadinya, Kafka semakin bingung dan terus saja mengumpat mencoba mengingat apa yang sudah ia lakukan di tgl tersebut.


"Bangs*t." umpatnya sambil mengusap wajahnya kasar, mengeram tertahan sesekali mengacak-acak rambutnya frustasi.


Kafka keluar dengan langkah cepat, menyeret Sanz untuk bangkit berdiri, memegang lengan Pemuda itu memaksanya untuk ikut ke ruang khusus pelatihan.


"Sanz ada bikin ulah?" tanya Gaishan panik, terus berjalan cepat.


"Gue nggak tau, tapi kayanya Sanz nggak berulah." balas Aleshaqi.


"Terus kenapa Kafka nyeret Sanz ke ruang pelatihan?"


Keduanya kompak menggeleng tanda tak mengetahui perihal apapun tentang masalah ini.


"Hold on bro?!" tanya Sanz kala mereka sudah berada di arena gulat. "Kesalahan apa yang gue buat sampai lo nyeret gue kesini?" Katanya tenang memandang ketuanya sekaligus sahabat terbaiknya.


Kafka melakukan gerakan rukuk, sedetik kemudian ia bangkit menegakan tubuhnya seraya menghela napas.


"Pukul Gue."


"Hah?" Sanz melongo keheranan.


"Ayo pukul." Tekan Kafka sekali lagi.


"Tapi kenapa? Kenapa gue harus mukul lo?" tanyanya kebingungan.


"Just do it!!"


"Why are you?" Menatap Kafka.


Kafka menghembuskan napas kasar. "Let me remember something."

__ADS_1


Membuat Sanz melongo keheranan, tak percaya atas ucapan ketuanya itu. Sedangkan tiga sekawan yang sejak tadi mengintip dari celah pintu pun langsung masuk, ikut heran.


"Lagi ada masalah?" tanya Ali ikut duduk di depan Kafka.


"Kenapa?" Bisik Aleshaqi pada Sanz seraya memperhatikan Kafka. Sanz menggeleng tanda ia tidak mengetahui apapun.


"Apa menyangkut perihal tadi saat di parkiran sekolah?" tanya Gaishan hati-hati membuat kafka mendengus.


"Masalah serius kayanya?"


Kafka menatap satu persatu para sahabatnya yang duduk tepat di depannya.


"Gue mau tanya sesuatu pada kalian semua."


"Apa?"


"Tanggal 17 September, di club' Evers Atmosphere pukul 02.00 apa yang gue lakuin disana dan sama siapa?"


"Hampir semua anggota Waldemarr pasti ada di sana dan pada tanggal tersebut emangnya kita party ya?" Jawab Gaishan.


"Akh bener, emangnya kita ada party ya? Apa acaranya Rangkabumi."


"Bukan, itu dua bulan sebelumnya." Kata Aleshaqi.


"Emang ada apa di tanggal tersebut?"


Apakah Kafka harus seterbuka itu pada sahabatnya dan menceritakan apa yang terjadi antaranya dengan Alta.?


Kafka rasa ia harus mengatakan hal tersebut demi mendapatkan jawaban dari pertanyaan Alta.


"Kelihatannya ada sesuatu yang di ketahui Alta ditanggal tersebut dan buat dia marah besar sama gue." Jelas Kafka.


"Pukul 02.00 di club' Evers Atmosphere?" gumam Gaishan berpikir. "Tgl 17 September?"


"Akh, bukannya terakhir kita kesana waktu kita menang balapan sama Prince?" Kata Sanz.


"Bener, itu terakhir kita kesana dan ada Alta juga disana."


"Tapi bukan bulan Agustus deh kayanya, melainkan bulan yang sama, yaitu September."


"Lo semua pada yakin terakhir kesana itu pas party kemenangan lawan Prince? Apa ada kode spesifik lagi?"


Kafka menggelengkan kepalanya. "Alta hanya mengatakan hal tersebut."


"Coba telepon dan tanyain dia lebih lengkapnya lagi."


"Pasti nggak akan di angkat lah, orang lagi ngambek."


"Kalau gitu saatnya lo berdua berguna." Kata Gaishan menunjuk ke arah Ali dan Aleshaqi


"Maksudnya?" Sanz


"Kita keclub' Evers Atmosphere lagi dan minta rekaman cctv di tgl 17 September, gue nggak yakin kita kesana di tgl tersebut. Seingat gue terakhir itu tgl 8 September party kemenangan Kafka lawan Prince dan gue punya catatan pengeluaranya."


"Bener, hampir setiap weekend kita kesana di bulan kemarin, Coba lo cocokin dulu sama pengeluaran kas kita."

__ADS_1


"Oke" ujar Gaishan langsung menuju ruang Arsip dan komputer.


__ADS_2