Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 12


__ADS_3

Tokk tokk tokk


"Iya sebentar."


"Airynya ada pak?" Tanyaku ramah pada pak Chandra sesaat setelah dibukakan pintu.


"Oh nak Reinand, Airy ada, mari silahkan masuk." Jawab pak Chandra sambil mempersilahkan ku masuk dan duduk di ruang tamunya.


"Ada pa nak Reinand nyari Airy?." Tanya pak chandra penasaran.


"Mau ngajak Airynya jalan jalan sebentar pak, itu pun jika bapak mengijinkan."


"Ah ya boleh, tunggu sebentar bapak panggilkan ya." Ucap pak Chandra


"Iya pak terima kasih."


Tak lama kemudian ku lihat Airy keluar bersama ayahnya. Ku perhatikan dari atas sampai bawah, terlihat dia masih pakai baju rumahan.


"Maaf nak Rey, bapak tinggal istirahat dulu ya, nanti pulangnya jangan malem2, bapak titip Airy." Ucap pak Chandra meninggalkan Airy dan aku.


"Iya bapak tenang saja." Jawabku mantap.


Setelah pak Chandra pergi Airy menatapku heran.


"Loh pak beneran kesini? saya kan cuma becanda pak.".


"Becanda atau tidak yg penting tadi kamu sudah mengajak saya jalan."


"Udah, sekarang kamu cepet siap2!."


"Nggak ah pak, lagi mager pengen dirumah aja."


"Yakin mau di rumah aja?". Ucapku seraya mendekati Airy mencoba menggodanya.


__ADS_1


Sejenak ku lihat wajahnya memerah kemudian mendorongku menjauh.


"Huhhh.. yaudah sebentar saya ganti baju dulu." Ucapnya setuju lalu beranjak ke kamarnya.


lucu juga.


****


Airy pov


"Ini kita kemana pak?" Tanyaku pada si bos rese disampingku ini.


"udah jangan banyak tanya." Jawabnya singkat.


"Lama2 bapak kok nyebelin ya?." Gumamku pelan.


"Kamu bilang apa?". Tanyanya kesal.


"nggak kok pak, bapak malam ini kok ganteng banget sih.?". Jawabku asal memaksakan senyumku.


" Jadi biasanya saya jelek gitu."


"nggak ikhlas gitu jawabnya."


"Kamu tadi tlpn saya ada apa"? Tanyanya kemudian.


"Ah iya.. saya sudah kepikiran tema buat festival nanti pak."


"Bagus kalo gitu, kita bahas besok saja ya, hari ini saya lagi males mikir, suntuk, makanya sengaja mengiyakan ajakan kamu tadi."


"Eits.. siapa yg ngajak." Elakku padanya.


"Kamu." Jawabnya singkat.


huhh.. capek ngomong sama cowok rese. Gerutuku dalam hati.

__ADS_1


Tak berselang lama akhirnya kami sampai di sebuah taman, dimana taman itu di tengahnya terdapat danau yg luas, sedangkan kanan kirinya berjejer pohon2 rindang, bunga2 bermekaran, dan lampu2 kecil berwarna warni di sepanjang jalan menuju danau.


Kami berjalan beriringan sampai akhirnya berada tepat di tepi danau, ku lihat selain kami banyak juga muda mudi berpasangan menikmati malam minggunya. Hal itu mengingatkanku pada kenangan masa lalu, dimana dia sering mengajakku kemari, sekedar menghabiskan waktu bersama, sebelum akhirnya kejadian naas itu terjadi. Sejak saat itu aku sudah tidak pernah melihatnya lagi, dan semoga tidak akan pernah.


"Kamu suka?". Tanya Reinand.


"Ah tentu.. tempatnya bagus." Jawabku.


"Saya dulu sering kesini sebelum pindah ke kota untuk kuliah kemudian mengajar." Curhatnya tiba2.


"Sama siapa pak? kekasih?." Tanyaku penasaran.


"Tidak, saya tak memilikinya." Jawabnya singkat.


"Maksudnya udah putus?". Tanyaku lagi masih sangat penasaran.


"Saya belum pernah punya pacar." Ucapnya datar


"Bapak bohong banget ah, mana mungkin orang kayak bapak nggak pernah pacaran." Jawabku heran.


"Memangnya saya orang kayak apa." Tanyanya menatapku.


"Jangan2 bapak nggak doyan cewek ya?". Jawabku asal.


"Kamu ngomong apa?". Ucapnya sambil mendekat kearahku.


seketika


"Au.." Ku rasakan sedikit ngilu di dahiku.


"Bapak apa an sih, sakit tau." Sungutku kesal padanya yg tiba2 menyentil dahiku.


"Dulu saya sama sekali nggak berpikiran untuk pacaran, karena saya ingin lebih memprioritaskan bunda." Ucapnya kemudian.


"Terus kalo sekarang?." Tanyaku lagi.

__ADS_1


Tiba tiba dia mendekatkan dirinya kembali padaku menatap mataku dalam.


"Kalau sekarang sepertinya saya akan punya pacar." Jawabnya singkat sebelum akhirnya menjauhkan tubuhnya dariku.


__ADS_2