Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 28


__ADS_3

Kicauan burung terdengar merdu mengelilingi kediaman Reinand dan Airy. Membuat wanita cantik yg tengah tertidur pulas disana perlahan membuka matanya. Ketika ia terbangun ada sedikit hal yg mengganggunya, ya dia ingat tadi malam ia tertidur masih memakai gaun pengantin, namun pagi ini ia sudah mendapati dirinya terbangun dengan memakai piyama tidur, pasti semua ini adalah ulah Reinand pikirnya.


Diamatinya sesisi kamar yg nampak kosong, kemana perginya pria itu, bisa2nya setelah mendapatkan kini pergi entah kemana.


Airy yg tengah sibuk memikirkan banyak hal tak menyadari Reinand yg baru memasuki kamar mereka, ia membawa nampan berisi beberapa roti dan segelas susu. Sebisa mungkin ia akan bersikap lembut dan memanjakan istri cantiknya itu.


"Pagi sayang, aku membawakanmu sarapan." Ucap Reinand dengan senyuman termanisnya.


"Hmm.. Ya terima kasih." Jawab Airy singkat lalu menerima nampan itu, menaruhnya di pangkuannya


"Maaf aku yg telah menggantikan bajumu tadi malam, aku hanya ingin agar kau nyaman, aku tak ada maksud apapun." Ucap Reinand jujur.


"Tidak apa, tapi tidak untuk lain kali." Ujar Airy sambil memakan sarapannya.

__ADS_1


"Baiklah selesaikan sarapanmu, setelah itu bersiaplah aku akan mengajakmu jalan2." Ucap Reinand lalu pergi meninggalkan Airy dikamarnya.


****


Pagi itu Reinand berencana mengajak istrinya ke pantai, menikmati suasana laut yg indah dan menenangkan. Ia berharap dengan seperti ini ia bisa mengembalikan sedikit senyum Airy yg sudah tak pernah lagi ia lihat semenjak perbuatan buruknya pada wanita itu.


Dua jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Terlihat mata Airy sedikit berbinar, tak menyangka Reinand akan membawa dirinya ketempat ini. Dengan semangat ia segera turun dari mobilnya dan berlari menuju pantai, merasakan semilir angin laut dan melihat pemandangan yg sangat indah menurutnya.


Tanpa sadar Airy sedikit menyunggingkan senyumnya, samar namun masih dapat dilihat oleh Reinand. Kini wanita itu tengah asik dengan dunianya sendiri, bermain air dan pasir pantai layaknya anak kecil.


Sabar,, itulah yg seharusnya Reinand lakukan, karena bagaimana pun semua ini berawal dari kesalahannya. Ia harus berusaha sangat keras mengambil hati istrinya itu, membuatnya jatuh cinta dan enggan melepaskan sebagai mana isi perjanjian pranikah mereka dulu.


"Ai, sudah siang kita makan dulu ya." Panggil Reinand yg melihat Airy masih betah bermain air sendiri disana.

__ADS_1


Tanpa menjawab Airy datang menghampiri Reinand, lalu berjalan menuju salah satu warung makan tak jauh dari pantai itu, Reinand hanya bisa geleng2 kepala melihat kelakuan istrinya. Dan kemudian mengikutinya masuk ke dalam warung tersebut.


Ketika semua makanan sudah siap, tiba2 Airy merasa mual kala ia melihat pesanan Reinand yg tak lain adalah kepiting saus tiram. Begitu aroma makanan itu masuk dalam indra penciumannya, saat itu juga perutnya terasa mual, membuat Reinand khawatir setengah mati.


"Sayang kamu gppa? kamu sakit?". Tanyanya khawatir.


"Jauhkan makananmu itu dariku, aku tak sanggup mencium aromanya." Jawab Airy masih mengusap perutnya yg terasa diaduk aduk.


"Kamu alergi ini?". Ucap Reinand sedikit heran.


"Entahlah, biasanya aku sangat suka. Tapi sekarang tiba2 jijik hanya dengan mencium aromanya." Jelas Airy.


"Yasudah setelah ini kita langsung pulang saja ya, akan ku panggilkan dokter untukmu." Tutur Reinand.

__ADS_1


"Terserahmu saja." Ucap Airy singkat lalu melanjutkan acara makannya.


__ADS_2