Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 85


__ADS_3

Sudah seminggu sejak malam pernikahan itu. Selama seminggu ini Airy selalu menghubungi Qila, berusaha membawanya ke rumah sakit dengan berbagai macam alasan. Hingga akhirnya pagi ini usaha Airy berhasil, entah cara apa lagi yg ia lakukan hingga Qila bersedia pergi bersamanya.


"Tante mengapa membawaku kemari?". Tanya Qila penasaran kala menyadari bahwa ia sedang berada di rumah sakit.


"Bisakah tante meminta bantuanmu sayang?". Ucap Airy memulai aksinya.


"Apa yg bisa ku bantu tan?". Tanya Qila lagi.


"Teman tante sedang sakit, dia butuh sekali transfusi darah, kebetulan darahnya sama denganmu. Apa kamu bersedia membantunya sayang?". Bujuk Airy berusaha meyakinkan.


"Tentu saja tan, Qila bersedia. Memangnya teman tante sakit apa?".


"Nanti saja ya tante jelaskan, sekarang lebih baik kita ambil darahnya dulu, karena teman tante sedang di operasi sekarang."


Usaha Airy untuk menipu Qila ternyata berjalan sangat lancar tanpa hambatan. Ia berhasil mengambil sampel darah gadis itu tanpa di curigai. Dan sekarang Airy hanya perlu menunggu hasilnya, apapun hasilnya nanti, ia akan berusaha menerima semuanya dengan lapang.

__ADS_1


****


Setelah mengantar Qila kembali ke rumahnya, Airy bergegas pulang. Ia mendapat kabar bahwa putra sulungnya tengah bersiap siap untuk pergi ke luar negeri melanjutkan S3nya.


Airy sangat yakin, putranya itu tengah berusaha melupakan gadis yg dicintainya. Itulah mengapa ia bersikeras untuk pergi jauh, meninggalkan keluarganya, dan pergi seorang diri ke negeri orang.


"Nak, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu? Apa kamu tega meninggalkan kami." Rengek Airy yg sudah mulai berkaca kaca.


"Iya Sam, apa keputusanmu sudah bulat?". Sahut Reinand sama sedihnya.


"Baiklah kalau begitu, sebagai orang tua kami hanya bisa mendoakan yg terbaik untukmu. Jaga dirimu ya, kalau ada apa apa langsung hubungi kami." Tutur Reinand sambil menepuk pundak putra kesayangannya.


"Hmm.. Jaga kesehatan, jangan lupa makan, selalu hubungi kami." Sahut Airy lagi.


Air matanya sudah mulai membasahi wajah cantiknya, lalu dengan begitu erat Airy memeluk putra tersayangnya itu, menyalurkan segala rasa sayang juga ketidak relaannya.

__ADS_1


Perpisahan yg begitu mengharukan. Sebenarnya Airy sangat enggan berpisah dengan Sam, sudah cukup ia kehilangan putri kecilnya, ia pun takut akan kehilangan putranya juga.


Namun disatu sisi, ia juga merasa kasihan dengan Sam. Bagaimana pun juga, hal yg paling dibutuhkan Sam saat ini adalah suasana dan rutinitas baru. Dengan begitu, Sam pasti akan segera melupakan masa lalunya, dan kembali menjalani kehidupannya lagi seperti sedia kala.


"Apa ini yg terbaik untuk anak kita Rey? Apa dia akan baik baik saja disana? Aku takut." Ungkap Airy sambil bersandar di dada suaminya.


"Tenanglah sayang, putra kita sudah dewasa. Ia pasti tau mana yg baik dan tidak. Selama itu masih dalam hal yg positif, biarkan dia melakukannya." Tutur Reinand berusaha menenangkan.


"Baiklah, aku harap setelah dia kembali semuanya akan jauh lebih baik. Semoga ia lekas mendapatkan kebahagiaan setelah semua ini."


****


Ke esokan harinya Airy mendapatkan pesan dari rumah sakit. Mereka mengabarkan bahwa hasil tes dna yg kemarin dilakukannya sudah keluar.


Dengan penuh semangat juga was was, Airy bergegas ke rumah sakit. Jantungnya berdetak lebih cepat, rasa gugup dan gelisahnya pun semakin bertambah.

__ADS_1


Ya Tuhan, semoga hasilnya nanti sesuai dengan apa yg ku harapkan. Semoga dia benar benar putriku. Doa Airy di sepanjang perjalanan.


__ADS_2