Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 88


__ADS_3

Hari yg ditunggu semua orang pun tiba, pernikahan adikku. Upacara yg akan diselenggarakan di hotel bintang lima, dengan mengundang tamu lebih dari 1000 orang. Mama papa nampak sangat bahagia, terutama Aldo si pengantin. Ia bahkan bangun beberapa jam sebelum upacara dilangsungkan. Aku yg merasa gemas pun berusaha menggoda dan menjahilinya yg tengah bersiap di dalam kamar.


"Al, apa kau yakin akan menikah sekarang? Apa kau sudah belajar tentang itu?". Tanyaku sambil sesekali menertawainya.


"Sangat yakin, tanpa belajar pun aku sudah sangat ahli, bulan depan ku pastikan ponakanmu akan bertambah satu lagi." Jawabnya membalas candaanku.


"Halo pria priaku sayang, kalian sedang apa?". Sahut Qila yg entah sejak kapan sudah berada dibelakang kami.


"Kalian berdua memang adik yg kurang ajar, bisa bisanya mendahuluiku menikah, apa kalian tidak kasihan pada kakakmu yg jomblo ini?". Ujarku pura pura kesal sambil mengapit mereka berdua di kanan dan kiriku.


"Makanya cepat cari pacar, noh Nadine masih sendiri." Ucap Qila dengan gelak tawanya.


"Bagus tuh, aku setuju." Sambung Aldo.


Baru saja ingin membalas candaan mereka, mama sudah berteriak meminta kami cepat cepat ke tempat acara, karena pernikahan akan dilangsungkan sebentar lagi.


Kini bisa ku lihat betapa gagah dan tampannya adikku, berjalan menjemput pengantinnya yg sudah cantik dengan balutan gaun putih yg indah.


Beberapa menit kemudian, mereka berdua mengucap janji suci pernikahan, janji yg akan mengikat mereka sehidup semati. Dalam suka maupun duka.


Riuh tepuk tangan memenuhi isi gedung itu, air mata bahagia pun turut hadir disana. Kedua adikku telah tumbuh dewasa, menikah dan membangun rumah tangga. Sementara aku, entah kapan hari bahagia itu akan datang menjemputku, bisa menikah dan membina rumah tanggaku sendiri


"Hai kak, apa kabar?". Sapa seseorang menyadarkan lamunanku.


"Ah aku baik, bagaimana denganmu?". Jawabku kikuk begitu melihat penampilannya.

__ADS_1


Lima tahun tak bertemu membuat dia nampak semakin cantik, bahkan terlihat jauh lebih anggun dan dewasa dengan busana yg ia kenakan.


"Aku juga baik, semua berkat dirimu kak." Ujarnya sambil tersenyum manis ke arahku.


Ya Tuhan aku baru sadar ternyata dia semanis ini.


Huft.. Tetap tenang Sam, stay cool.


"Bagaimana pekerjaanmu, lancar?". Tanyaku.


"Sangat lancar, setelah Qila keluar, aku yg menggantikan posisinya."


Baru saja berbincang beberapa menit, sudah ada tiga manusia yg datang menggodaku. Aku yakin mereka bertiga pasti sengaja melakukannya.


"Kak, apa dia calon kakak iparku?". Ucap si bungsu yg baru saja jadi pengantin.


"Bukankah dia satu kantor denganku kak?". Sambung Rena istri Aldo.


"Ya ya ya.. Dia calon kakak ipar kalian. Puas??". Jawabku mengiyakan.


Mendengar ucapanku barusan membuat mereka bertiga riuh seketika, sedangkan Nadine, ia nampak tersipu malu, semburat kemerahan muncul di kedua pipinya. Sangat imut juga menggemaskan.


"Lebih baik kita pergi saja, menjauh dari tiga pengganggu ini."


Tanpa basa basi aku menggandeng tangan Nadine, menariknya pergi bersamaku dan menjauh dari ketiga adikku yg super jahil itu. Aku membawanya ke taman tak jauh dari hotel. Duduk dibawah pohon sambil menikmati semilir angin yg membelai lembut.

__ADS_1


"Nad.." Panggilku mencoba mencari perhatiannya.


"Iya, ada apa?". Tanyanya kemudian lalu beralih menatapku.


Ku beranikan diri menggenggam tangannya, menatap kedua matanya dalam, hingga tanpa sadar aku telah mengecup keningnya lama. Tentu saja hal itu membuat Nadine terkejut, dia menjadi diam mematung seketika, memperlihatkan ekspresi gugup dan malunya yg terlihat lucu.


"A apa yg kau lakukan kak?". Ucap Nadine terbata bata sambil menjauhkan dirinya dariku.


"Ijinkan aku mengejarmu ya." Sahutku spontan sembari menatapnya.


"Eh i itu, aku tidak tau. Sudah ya kak aku mau kembali dulu ke dalam."


Bukannya menjawab Nadine malah kabur, apa aku terlalu cepat, apa aku membuatnya takut dengan sikap agresifku yg seperti tadi?.


Haish sudahlah.. Fighting Sam!! Kali ini kau tidak boleh kalah cepat lagi.


**The end


Sampai sini aja ya man teman.


Rencananya author mau bikin cerita sequelnya, menceritakan kehidupan si Nadine ini, tapi di novel yg berbeda. Kalau jadi satu kayaknya kepanjangan nanti. Soalnya author sendiri kurang suka sama novel yg terlalu banyak episode.


Menurut kalian gimana? Komen dibawah ya nanti.


See you**.

__ADS_1



Sam&Nadine


__ADS_2