
"Argh.. ." Erang Qila begitu ia terbangun.
"Kau sudah sadar?". Sapa Sam.
"Pak direktur, apa anda yg membawaku kemari?".
"Iya, gimana keadaanmu? apa masih begitu sakit?".
"Ah tidak, sudah lebih baik."
"Lain kali jangan bertindak seperti itu lagi, saya bisa menjaga diri saya sendiri."
"Hum, baiklah. Maaf saya lancang memeluk anda kemarin"
"Jangan minta maaf, kamu sudah menyelamatkan saya. Kalau gitu saya balik ke kantor dulu ya, ada pertemuan penting. Baik2lah disini, akan ada yg menjagamu nanti."
"Baiklah, bapak hati2 dijalan."
__ADS_1
Setelah Qila sadar Sam pun segera kembali ke kantornya dan meminta anak buahnya untuk menjaga Qila sementara ia pergi.
****
Pagi itu sebenarnya sama sekali tidak ada pertemuan penting, tujuan Sam kembali ke kantornya adalah untuk menemui wanita yg kemarin telah memfitnah dan berusaha mencelakai dirinya. Kali ini Sam benar2 tidak pandang bulu, mau dia wanita atau pria, Sam tetap akan membuat perhitungan. Tidak ada toleran ataupun pengecualian, mata dibalas dengan mata.
Sam tiba dikantornya satu jam sebelum jam masuk kantor, ia datang dengan raut penuh amarah, tatapan tajam nan angkuh. Membuat para karyawan yg melihatnya menjadi ciut dan tak berani menyapa.
Dengan emosi yg sudah meluap luap ia langkahkan kakinya menuju gudang kantor dimana wanita itu dikurung.
"Berani sekali kau bermain main denganku hah!!". Bentak Sam mencengkram erat dagu wanita itu.
"Siapa yg menyuruhmu?". Sahutnya lagi.
"Hiks..Hikss.. Maaf aku salah, aku mohon lepaskan aku tuan." Ucap wanita itu.
"Jangan harap!! Kau sudah berani bermain diwilayahku sendiri, jadi jangan salahkan aku jika tak segan lagi."
__ADS_1
"Ma..maafkan aku tuan. Aku dikirim kemari oleh seseorang. Ia menyewaku untuk mencelakimu." Ungkap wanita itu dengan tubuh gemetar takut.
"Baiklah, aku bisa mengampunimu asal kau mau bekerja sama denganku. Dan ingat, jika kau berani berkhianat, maka tidak hanya kau yg aku cari, tapi keluargamu juga akan merasakan imbas perbuatanmu." Ancam Sam.
"Tentu tuan, aku bersedia.. Terima kasih terima kasih."
Setelah mendapat informasi dari wanita itu, Sam pun segera menghubungi anak buahnya dan membuat rencana. Jika memang apa yg dikatakan wanita itu benar, maka ia tak akan menahan diri lagi kali ini. Cukup satu kali ia hampir meregang nyawa, maka sebelum itu ia harus menemukan dalang dari semua kejadian ini dan menumpasnya sampai habis.
****
Tepat jam 5 sore Sam telah menyelesaikan semua pekerjaannya dikantor, hari ini benar2 hari yg melelahkan untuknya. Kehidupan tenang yg selama ini ia jalani mendadak kacau, Sam merasa tak pernah menyinggung bahkan melukai seseorang sebelum ini, namun mengapa tiba2 ada yg berniat jahat padanya, bahkan hampir saja melukainya.
Dalam bisnis Sam memang dikenal angkuh dan dingin, berambisi dan tidak mudah menyerah. Namun dibalik sifatnya itu ia masih memiliki hati nurani dan rasa kepedulian yg tinggi. Ia tak pernah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Semua yg telah ia capai hari ini adalah hasil dari kerja keras dan usahanya sendiri, memajukan perusahaan milik papanya langkah demi langkah tanpa menjatuhkan orang lain.
Maafkan aku Tuhan, tapi kali ini aku harus membalas mereka. Aku takut jika dibiarkan seperti ini mereka akan berbuat lebih lagi dan melukai orang2 yg ku sayangi.
__ADS_1