
"Rey bangun..!". Mengguncang tubuh Reinand.
"..."Tak ada Jawaban.
"Reinand bangun ih..!!" Mengguncang lebih keras.
"Iya..Iya.. Ada apa sayang?". Terpaksa bangun dengan suara khas bangun tidur.
"Aku pengen burger." rengeknya manja pada Reinand.
"Aduh.. Ini tengah malam sayang, yg lain aja yaa.." berusaha membujuk.
"Maunya itu." Makin merengek.
Tumben manja. Pikir Rey.
"Hmm.. Yaudah iya, tunggu sebentar aku beliin." Terpaksa nurut.
"Kok nggak ikhlas gitu??". Cemberut menatap Rey.
"Ikhlas sayang,, apa sih yg nggak buat kamu sama bayi kita.." Ucap Rey gemas lalu menangkup kedua pipi Airy dan menciumnya.
"Jangan cium2 ih!!! Udah pergi sana, Kalo nggak dapet nggak boleh pulang!!".
"Siap istriku, aku pergi dulu". Mencium kening Airy lalu pergi.
Arghh... Malu banget, kenapa jadi manja gini sama Reinand. Mau taruh mana mukaku..
__ADS_1
Gerutunya sambil memukul wajahnya sendiri dengan bantal.
Airy merasa sejak dia hamil dia sering bersikap manja pada suaminya, kadang minta disuapin, minta di elus, bahkan pernah juga minta dipeluk sepanjang tidurnya.
Dia merasa seperti bukan dirinya, mungkinkah itu efek karena ia mengandung, atau memang murni atas maunya sendiri. Hanya dia yg tahu.
****
Hampir satu jam Reinand berkeliling restoran 24jam, akhirnya ia menemukan apa yg diminta istrinya, dan setelah mendapatkannya ia bergegas pulang, ia yakin istrinya itu pasti sudah bosan menunggu.
Dibukanya pintu kamarnya, dan ya ternyata Airy sudah tertidur pulas. Lagi2 usaha Reinand sia2, ia merasa seperti sedang di kerjai oleh istrinya sendiri. Bagaimana tidak.. istrinya itu bangun di tengah malam, merengek minta yg aneh2, pas udah dapat malah dianya sudah tidur.
Sabar Rey sabar.. Ini semua demi bayimu. Gerutu Rey sambil mengelus dadanya mencoba menenangkan diri.
Dia harus extra sabar menghadapi mood Airy yg berubah ubah karena hamil. Ia berjanji pada dirinya akan jadi suami dan ayah yg siap siaga untuk Airy dan anak mereka kelak.
****
"Hmm..Baiklah, hati2!". Jawab Airy yg masih mengunyah sarapannya.
"Ehh.. tunggu!!". Sahut Airy lagi.
"Iya.. kenapa?". Tanya Reinand berbalik.
"Nanti pulangnya bawain aku anggur yg ada dikebunmu, aku mau itu."
"Iya baiklah akan ku bawakan, aku pergi ya,, jangan merindukanku." Canda Reinand sambil mencubit hidung Airy gemas.
__ADS_1
"Reinand lepas ih!!". Ucap Airy kesal.
"Iya iya.. kamu baik2 ya dirumah, ada apa2 langsung kabarin aku." Tutur Reinand mengusap kepala Airy lembut.
"Iya bawel.. Udah sana pergi!!." mendorong tubuh Reinand.
Reinand yg merasa didorong langsung balik menarik istrinya dan memeluknya.
"Rasanya nggak pengen jauh2 dari kamu, pengen peluk kamu terus." Ucap Rey manja.
"Mana ada?? Bisa2 aku kelaparan kalo kamu nggak kerja." Umpat Airy kesal.
"Nggak lah sayang, kan ada anak buah." Jawab Rey nyengir.
"Udahh sana pergi!! ingat bawain anggur!!".
Mendorong Rey lagi dengan kuat dan segera mengunci pintu utamanya.
Huh.. Gemesin banget sih, rasanya pengen di rumah aja peluk dia.
Gumam Rey yg sumringah di sepanjang jalannya.
****
Reinand merasa sangat beruntung telah memiliki Airy. Wanita itu seperti membawa warna dan kebahagiaan dihidupnya. Satu senyumnya saja mampu membuat Reinand jatuh semakin dalam. Samakin mencintai wanita yg kini menjadi istrinya dan ibu dari calon anaknya.
__ADS_1
Setelah menikah dengannya pun Reinand merasa segalanya berjalan dengan sangat lancar. Pabrik yg selama ini ia impikan kini tengah dalam proses pembangunan. Ia juga berencana membangun beberapa supermarket, yg mana nanti akan menjual sayur dan buah segar dari kebunnya, juga berbagai makanan olahan dari hasil panennya disana.
Sungguh keberuntungan yg tak ternilai, pikir Reinand.