Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 56


__ADS_3

Ruangan serba putih, bau obat yg begitu menyengat, jarum infus menempel sempurna ditangan cantiknya. Sudah hampir satu minggu Qila menghabiskan waktunya hanya dengan tidur dibrankar rumah sakit. Berusaha memulihkan luka yg memang cukup parah dibagian punggungnya. Dokter mengatakan jika ia harus tetap tinggal disana selama dua minggu dan harus tetap istirahat selama satu bulan penuh agar lukanya bisa benar2 pulih.


Masih sama seperti hari2 sebelumnya, Sam lah yg menjaga Qila dirumah sakit, yg terkadang juga akan ditemani oleh kedua orang tua Qila.


Meskipun sikap dan sifatnya terbilang dingin, namun dengan Qila ia begitu perhatian, hanya saja ia enggan menunjukkan itu secara langsung, dan memilih untuk menjaganya dengan caranya sendiri.


Seiring berjalannya waktu, hubungan Sam dan Aqila mulai sedikit akrab. Sudah tidak ada kecanggungan juga rasa sungkan diantara mereka. Awalnya Qila merasa keberatan saat diminta untuk memanggilnya Sam saja tanpa embel2 Pak atau direktur, namun dikemudian hari dengan terpaksa ia pun mengikuti kemauan pria itu. Dan mereka akhirnya saling memanggil nama saat sedang tidak bekerja.


Seperti hari ini, karena Sam masih tidak mengijinkannya pulang, Qila merasa kesal, ia pun dengan sengaja menjahili pria itu. Qila tahu bahwa Sam sangat tidak suka pada wanita manja dan genit, Karena itulah ia mencoba menjahilinya dengan berpura pura bersikap seperti itu didepannya, ia penasaran bagaimana reaksi bosnya itu nanti.


"Sam."


"Hmm.."


"Aku lapar."


"Makanlah."


"Suapin".


__ADS_1


"Makan sendiri jangan manja!".


"Katanya mau jagain aku? rawat aku? suapin aja ga mau!! Huh.."


"Yaudah sini."


Dengan sedikit rayuan Qila, Sam pun terpaksa menyuapi gadis itu. Sebenarnya ia merasa heran, ada apa dengan gadis itu. Tak biasanya ia bersikap manja bahkan minta disuapi seperti ini, sungguh bukan sosok Qila yg biasanya.


"Ceoku ganteng banget sih." Ucap Qila disela2 makannya. Dia mencoba menggoda pria itu dengan tatapan dan senyum manisnya. Ia sangat penasaran bagaimana respon pria yg terkenal dingin itu ketika digoda oleh seorang wanita.


"Apa kau salah minum obat?". Ucap Sam heran.


"Mana ada? Aku minum obat yg biasanya kok."


Merasa tak nyaman, Sam pun berusaha menghentikan ucapan Qila. Dan melanjutkan beberapa suapan terakhirnya untuk gadis itu.


"Bos, aku cantik tidak?".


"..."


"Bos!".

__ADS_1


"..."


"Sayang."


"Uhukk uhukk.."


Mendengar panggilan aneh dari Qila membuat Sam tersedak salivanya sendiri. Ia merasa heran dengan tingkah Qila. Gadis itu tiba2 saja menjadi gadis genit dan tidak tahu malu.



"Kau ini kenapa sih?". Tegur Sam.


"Memangnya aku kenapa?". Ucap Qila dengan wajah polos yg dibuat2. Bosnya itu terlihat lucu saat sedang kesal, membuatnya gemas sendiri dan tanpa sadar tangannya terangkat lalu mencubit kedua pipi pria tampan itu.


Brak..


Sam langsung meletakkan piring makan Qila dan menghempaskan tangan gadis itu dengan sedikit kasar.


"Lanjutkan sendiri." Ucap Sam lalu bergegas keluar dari ruangan Qila.


Haishh.. Nih tangan kenapa nggak bisa direm sih!! Bikin malu aja. Gerutu Qila sambil sesekali menepuk tangannya sendiri.

__ADS_1


Sementara itu Sam sedang duduk dikursi rumah sakit tak jauh dari ruangan Keyra. Ia berusaha menenangkan detak jantungnya yg makin lama makin cepat. Berada dekat Qila saja sudah membuatnya deg2an, apalagi saat mendapatkan perlakuan genit gadis itu seperti tadi, yg ada bisa jantungan.


Entahlah, selama hampir dua minggu ini bersama Qila ia merasakan sesuatu yg tidak biasa. Jantungnya tiba2 berdetak lebih cepat saat melihat senyum dan tawa Qila, hal2 kecil yg menjadi kebiasaan gadis itu pun terasa otomatis tersimpan dalam memori otak Sam. Membuat dirinya kesulitan mendeskripsikan perasaannya sendiri, perasaan yg belum pernah ia alami selama hampir 23 tahun ini.


__ADS_2