Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 44


__ADS_3

"Pagi pak Levin.." Ku sapa atasan tampanku ini dengan senyumku yg paling manis.


"Pagi juga Qilaku yg cantik." Jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya genit.


"Ah ya pak, nanti jam 9 kita ada meeting dengan direktur, tadi sekertarisnya yg menyampaikan langsung padaku." Ucapku memberi tahu.


"Baiklah, kamu bawa sekalian proposal yg kamu kerjakan kemarin, pasti nanti beliau menanyakannya."


"Siap pak, sudah beres semua."


"Bagus, kamu memang bisa diandalkan." Ujar Levin sambil mengusap puncak kepalaku.



Gawat.. Senyumnya aja bisa bikin klepek2, ini malah kepalaku diusap2, yg ada aku jantungan bapakkkk..


Tak bisa ku pungkiri atasanku yg satu ini memang tampannya nggak ada akhlak. Udah tampan, baik, pengertian lagi. Hehe..

__ADS_1


Sudah.. Sudah.. Saatnya fokus Qila!!!


Tepat pukul 9 pagi aku dan Levin sudah duduk manis diruang meeting, disana sudah ada beberapa karyawan penting dari semua divisi, juga Rava wakil sekertaris bos. Namun ada satu kursi yg masih kosong. Kursi paling depan dan tepat di tengah2. Ya aku yakin itu pasti kursi direktur. Baru 3 hari aku dikantor ini, tapi rasanya beruntung sekali bisa bertemu dan melihat langsung rupa big bosku itu. Banyak yg bilang bahwa dia pria yg sangat tampan dan berkarisma, mampu membuat wanita2 diperusahaan berusaha mendekatinya.


Beberapa menit kemudian terdengar derap langkah yg mendekat ke ruanganku.


Dan taraa..



What?? Pria dilift.. Jangan2 dia direkturnya? Oh tidak.. Mati aku..


Aku berusaha menutupi tubuh dan wajahku dibalik Levin, aku takut direktur itu mengenalku lalu memecatku karena kejadian kemarin.


"Baik mari kita mulai meetingnya." Ucap direktur dengan suara khas seraknya yg terdengar seksi.


No no no.. Dasar otak mesum!! Stop Qila!! Harusnya kamu berdoa bukannya malah terpesona. Gerutuku pelan sambil menggelengkan gelengkan kepalaku.

__ADS_1


Usahaku menyembunyikan diri rupanya tak berhasil, ditengah2 meeting tiba2 Levin memintaki mempresentasikan proposal yg kuselesaikan kemarin. Tamatlah sudah riwayatku.


Dengan kaki dan tanganku yg bergetar, ku beranikan diriku untuk berdiri dan memulai penjelasanku, selama penjelasan aku hanya menunduk dan mengalihkan pandanganku dari direktur, aku takut ketika nanti mata kami bertemu semua persiapan dan konsentrasiku akan jadi berantakan.


Kurang lebih satu jam aku mempresentasikan hasil kerjaku, semua anggota meeting termasuk Levin tersenyum puas, seakan setuju dan menerima rencana pemasaranku. Berbeda dengan direktur, dia tetap dengan ekspresi angkuhnya, menyela dan menyanggah hampir semua rencana yg ku jelaskan.


"Kamu!! Revisi lagi rencanamu, ada beberapa cara yg tidak saya suka. Saya tidak hanya ingin keuntungan, tapi saya mau bagaimana caranya konsumen kita akan terus menerus memakai produk yg kita punya, dengan begitu tidak akan terjadi penurunan omset. Saya ingin rencana jangka panjang. Bukan satu atau dua tahun saja." Ucap direktur itu panjang lebar.


Ya setelah ku cermati dan nilai kembali, penuturannya memang benar.


Hah.. Lagi2 harus lembur.


"Baiklah sampai disini meeting hari ini, kita akan meeting lagi lusa, karena besok saya harus mengunjungi dan meninjau pabrik baru yg ada di Bogor. Silahkan kembali bekerja."


Setelah direktur keluar terlebih dulu, satu persatu anggota meeting pun ikut keluar dan kembali ke pekerjaan mereka masing2, begitu juga denganku.


"Semangat ya Qila.. Direktur memang begitu, tapi dia sangat baik dalam mengurus perusahaan ini. Diusianya yg sama denganmu dia sudah berhasil memajukan perusahaan yg baru berdiri 5 tahun ini." Ujar Levin sambil menepuk pundakku memberi semangat.

__ADS_1


Hah.. Tak kusangka dia semuda itu. Memang sungguh keren. Pikirku.


"Iya pak, bapak tenang saja. Setelah ini saya yakin beliau akan suka dengan ide baru saya. Kalau begitu saya permisi dulu melanjutkan pekerjaan." Pamitku pada Levin dan bergegas kembali ke ruangan.


__ADS_2