Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 25


__ADS_3

"Sayang kamu gppa? masih ada yg sakit?". Tanya Bu Rahma khawatir yg mengetahui kabar bahwa anaknya masuk rumah sakit.


"Udah gppa kok bun, ada Airy yg jagain Rey". Jawab Reinand sambil tersenyum ke arah Airy.


"Beneran gppa? Kalau masih sakit ayo bunda antar lagi ke rumah sakit."


"Nggak perlu bun, udah baikan kok. Bunda tenang aja". Ucap Reinand mencoba menenangkan bundanya.


"Maafkan saya bu, pak Rey jadi seperti ini karena saya." Sahut Airy yg merasa menyesal.


"Bisa jelaskan kenapa kamu bisa seperti ini Rey?" Tanya lagi bu Rahma.


"Semua berawal dari ku bun, aku telah mengambil paksa harga diri Airy, karena itu ia pergi menjauhiku, lalu aku menyusulnya kemari untuk mempertanggung jawabkannya. Namun Airy enggan untuk bertemu denganku dan membenciku, hingga aku frustasi dan jadilah seperti sekarang ini". Jelas Reinand dengan raut sedih dan menyesal.


"Maafkan anak ibu ya Ai, ibu sungguh sangat menyesal dengan perbuatannya, ibu janji dia pasti akan bertanggung jawab." Ucap bu Rahma sembari memeluk Airy erat.

__ADS_1


"Sudah saya maafkan bu, tapi untuk sekarang biarkan saja seperti ini, pak Rey tidak perlu bertanggung jawab, lagi pula saya juga tidak hamil. Saya ingin melanjutkan hidup saya seperti dulu sebelum mengenal pak Rey. Jadi anggap saja tidak terjadi apapun diantara kami." Jawab Airy tenang.


"Nggak, kamu harus menikah denganku Ai. Bukannya kamu sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan aku lagi." Tolak Rey yg mendengar pernyataan Airy.


"Aku memang menjanjikan untuk tidak pergi. Tapi maaf itu bukan berarti kita harus menikah." Ucap Airy.


"Baiklah selesaikan dulu masalah kalian, bunda mau mampir ke tempat temen bunda. Kalian baik2 ya, kalau ada apa2 kamu segera telpon bunda."


"Iya bunda hati2."


"Kita lupakan saja semuanya, mari kembali ke kehidupan kita masing2 sebelum kita saling mengenal. Pak Rey bisa menganggapku sebagai teman atau mantan pegawai mulai sekarang." Ucap Airy masih dengan pendiriannya.


"Tapi aku nggak bisa melupakan itu begitu saja, aku mencintaimu Ai. Aku ingin mempertanggung jawabkan apa yg telah aku lakukan padamu, aku ingin kita menikah." Jawab Rey yg juga keras kepala.


"Tidak perlu pak, lagi pula saya pun tidak hamil. Jadi saya tidak butuh pertanggung jawaban." Tolak Airy tegas.

__ADS_1


"Jadi aku harus membuatmu hamil agar bisa menjadi isteriku? iya?". Tanya Reinand kesal dan kini berusaha mendekati Airy.


"Nggak bukan seperti itu, stop Rey jangan mendekat lagi!!". Ucap Airy yg mulai ketakutan.


Dengan perasaan marah dan kecewa segera Reinand mengunci rapat pintu kamarnya, menyisahkan mereka berdua di dalam sana. Perlahan ia kembali mendekati Airy lalu menciumnya paksa. Airy yg tidak terima lantas menampar pipi Reinand keras, namun Reinand tetap tak bergeming dan malah semakin mendekat.


Kini ia mengunci tubuh Airy dibawahnya, memaksanya kembali melakukan hal yg dulu pernah ia lakukan. Reinand sudah tak peduli dengan teriakan dan tangis Airy, juga luka pada kepalanya yg masih sangat nyeri, kini hatinya sudah dipenuhi amarah dan obsesi. Hal itu membuatnya buta dan semakin mencumbu Airy dengan kasarnya.


Cukup lama mereka melakukan itu, Reinand pun sangat menikmati dan menumpahkan kenikmatannya berulang kali ke rahim Airy. Ia harus bisa membuat wanita itu hamil dan pada akhirnya akan menikahinya kelak.


Reinand sebenarnya sadar bahwa yg ia lakukan adalah salah, namun ia merasa sudah tidak ada lagi jalan untuk bisa mendapatkan Airy. Ia sangat mencintai wanita itu, ingin selalu berada disisinya dan membuatnya bahagia.


"Maafkan aku Ai, aku harap kamu segera hamil dan kita akan menikah." Ucap Reinand masih terus mendekap Airy yg menangis terisak disampingnya.


"Pergi!! Jangan sentuh aku!! Aku menyesal sudah mengenalmu bahkan merawatmu disini. Aku pikir kamu akan berubah, tapi tidak kamu tidak pernah berubah, tidak pernah memikirkan perasaanku." Teriak Airy marah.

__ADS_1


"Nggak, aku nggak bisa. Aku akan lakukan apapun yg kamu mau tapi tidak dengan melepasmu. Aku tak sanggup melakukannya Ai. Aku rasa aku akan mati jika kamu meninggalkanku." Ucap Reinand pelan dan semakin mengeratkan pelukannya.


__ADS_2