
"Mengapa membawaku kemari?". Tanya Qila penasaran.
Malam ini memang ia ada janji dengan Levin akan jalan jalan, tapi ia tak menyangka akan dibawa ke restoran mewah seperti ini, bahkan pria itu juga mengirimkan gaun cantik yg khusus untuk dipakainya malam ini.
Restoran itu nampak sepi, hanya ada beberapa karyawan yg nampak lalu lalang melakukan pekerjaannya. Juga ada 3 orang yg sedang duduk bersama disalah satu meja.
"Ma, pa." Ucap Levin tiba tiba lalu menghampiri meja dengan 3 pengunjung itu.
"Kak Levin.." Sahut salah seorang wanita diantaranya.
"Kenalin ma pa, ini Qila kekasih Levin. Kami sudah bersama satu tahun ini. Jadi Levin harap kalian bisa membatalkan perjodohan bodoh itu."
"Kak, apa maksudmu? Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku? Kau kan tau aku sudah menyukaimu sejak kita masih kecil".
"Iya Levin, mama juga sudah mengenal Manda lama, dia pasti akan cocok dengan kamu."
"Sudah lah ma, biar Levin yg nentuin sendiri pasangannya. Siapapun pilihan Levin papa akan restuin asal dia bahagia."
Suasana disana seketika menjadi canggung, Qila benar benar bingung dengan apa yg terjadi, apa Levin ingin menjadikan dia tameng bagi wanita didepannya ini? Wah.. Sungguh menjengkelkan, pikir Qila.
"By makan yg banyak ya, kamu kurusan." Ucap Levin sambil mengambilkan beberapa lauk untuk Qila.
"Iya nak, jangan sungkan." Sahut papa Levin.
Sementara itu mama Levin dan wanita disampingnya merasa kesal, bahkan menatap Qila sinis dengan terang terangan.
__ADS_1
"Kak Levin, besok kau tidak sibuk kan? Temani aku shoping ya, kita nonton sekalian." Ucap Manda yg berusaha mencari perhatian Levin.
"By, hati hati makannya. Jadi belepotan gini." Tutur Levin penuh perhatian sambil mengusap bibir Qila dengan ibu jarinya.
Ia benar benar mengacuhkan wanita bernama Manda itu dan tak sedikitpun melirik ke arahnya, bahkan dengan sengaja malah bersikap romantis kepada Qila.
"Dasar, mencari kesempatan dalam kesempitan". Batin Qila sambil memaksakan senyumannya.
Waktu terasa begitu lambat baginya, untuk pertama kali dalam hidupnya ia harus menghadapi situasi yg aneh seperti ini. Bertemu dengan orang tua Levin dan perempuan yg akan dijodohkan dengan pria itu bersamaan. Apa ini drama? Jika iya maka Levin patut mendapatkan penghargaan karena aktingnya yg nyata.
"Baiklah ma pa, kami sudah selesai. Kami akan pulang dulu."
"Ah satu lagi, tolong batalkan semua rencana mama tentang perjodohan itu. Aku hanya mau Qila, cuma dia yg ingin ku nikahi."
Setelah mengatakan itu Levin langsung menggandeng tangan Qila dan membawanya keluar. Karena berada didalam lebih lama lagi hanya akan membuatnya kesal.
"Maafkan aku, terpaksa harus melibatkanmu." Sesal Levin sembari menatap Qila lekat.
"Apa kau ingin aku mendapatkan musuh baru hmm? Mama dan calon istrimu itu menatapku tajam. Aku yakin mereka pasti akan membalasku nanti."
"Iya iya aku minta maaf. Aku juga akan melindungimu, jadi jangan khawatir!".
"Hah.. Sudahlah. Aku harap ini yg terakhir."
Tapi a**ku harap ini adalah awal mula kita, dan tidak akan pernah berakhir. Batin Levin.
"Sekarang kita kemana?".
__ADS_1
"Pulang."
"Siap tuan putri."
Setelah perdebatan kecil itu situasi menjadi hening. Levin yg sibuk dengan setirnya, dan Qila yg diam dan tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Emm.. By."
"Apa lagi?".
"Kamu suka aku memanggilmu begitu?".
"Eh.. emang manggil apa tadi?".
"By.."
"Ehem.. ma mau ngapain?".
"Buka seatbeltmu, nggak mau turun?".
"Ah.. Sudah sampai ya? Emm o oke sampai jumpa besok pak."
Begitu seatbeltnya terbuka Qila langsung bergegas turun, dan berusaha menyembunyikan wajahnya yg sudah memerah malu.
__ADS_1
Lucu banget sih, jadi pengen bawa pulang. Gumam Levin.