Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 18


__ADS_3

Hari ini adalah hari festival panen yg telah di tunggu2 oleh warga kota itu, karena pada hari itu seluruh petani dan warga kota itu berkumpul jadi satu di lapangan, setiap petani berlomba lomba membuat stand yg menarik untuk menarik minat pembeli, stand yg nantinya ramai dan mampu menjual hasil panen terbanyak akan mendapatkan hadiah juga akan dibantu dalam proses ekspor hasil pertanian mereka.


Kali ini tim Reinand membuat stand dengan tema rantang makanan, yg mana didalamnya terdapat 3 susun wadah, paling atas adalah menu karbohidrat, dibawahnya menu yg mengandung protein, dan yg terakhir adalah pencuci mulut terdiri dari anggur, strawbery, kiwi, dan masih banyak lagi yg ia sajikan dalam bentuk salad buah.


Reinand dan Airy tentu sangat semangat mempromosikan stand mereka, tak lupa ada Bima juga yg membantu mendokumentasikan, dengan usaha dan ilmu marketing yg luar biasa dari mereka berdua, juga karena paras mereka yg diatas rata2 akhirnya mereka mampu menarik perhatian banyak pengunjung, dan sudah dapat dipastikan bahwa stand merekalah yg memenangkan kompetisi tersebut.


"Bun kita menang". Ucap Reinand gembira sambil memeluk erat bundanya.


"Kita menang Ai,, yeay...". Ucapnya lagi yg kini memeluk Airy.


"Iya pak syukurlah akhirnya kita bisa merebut juara kembali." Jawab Airy yg berusaha melepas pelukan Reinand.


"Sudah2 kita beresin dulu semuanya habis itu kita rayakan dirumah makan bersama." Sahut bu Rahma kemudian.


****


Kini rumah Reinand begitu ramai, mereka semua merayakan kemenangan mereka dengan acara barbeque di taman belakang rumah, bu Rahma dan Airy sibuk memanggang, Reinand dan Bima membantu membuat minuman, ada juga ayah Reinand yg ikut bergabung disana.


"Rey kayaknya gue suka deh sama Airy." Ucap Bima tiba2.


"Apa?" Tanya Reinand kaget.

__ADS_1


"Iya gue suka sam Airy, gue pengen deketin dia, kalau dia mau gue siap nikahin dia sekarang juga." Jelas Bima.


"Lu jangan main2 Bim, dia itu cewek baik2." Jawab Reinand agak sinis.


"Iya gue tahu, makanya gue pengen langsung lamar dia aja, biar dia tahu gue serius.".


"Terserah lu deh, lu lanjutin bikin minumnya gue mau ke kamar pusing pala gue." Pamit Reinand.


Dengan perasaan kesal ia pergi ke kamarnya berencana mengambil ponselnya, namun sesaat sebelum masuk terlihat Airy yg keluar dari toilet.


"Ai tunggu!." Cegah Reinand pada Airy yg akan kembali ke taman.


Tanpa aba2 Reinand menarik paksa Airy masuk ke dalam kamarnya dan segera menguncinya.


"Bapak kenapa sih tarik2". Tanya Airy kesal.


"Aku peringatin sama kamu jangan dekat atau menerima pria lain selain saya." Ucap Reinand tegas.


"Maksud bapak apa sih? saya nggak ngerti, terus kenapa juga saya harus nurutin mau bapak? terserah saya dong mau deket siapa aja, kan saya nggak punya pacar." Jawab Airy kesal.


"Aku bilang nggak, ya nggak." Bentak Reinand.

__ADS_1


****


Sementara itu di taman semua orang heran daritadi tidak melihat Reinand dan Airy.


"Bim Rey mana?". Tanya bu Rahma.


"Tadi pamitnya mau ke kamarnya tan, ketiduran mungkin, tadi katanya juga capek." Jawab Bima.


"Yasudah biarkan saja."


"Oh iya tan Airy dari tadi juga nggak kelihatan." Sahut Bima lagi.


"Pamit ke toilet tadi dia." Ucap bu Rahma.


Tiba2 ponsel pak Chandra berdering tanda pesan masuk.


(Ayah Airy pulang duluan ya, maaf nggak pamit dulu, ngantuk soalnya, nanti sampai rumah ayah langsung tidur aja ya, kayaknya Airy nggak bakalan kebangun sampai besok pagi.)


Begitulah isi pesan itu.


Dan pak Chandra segera memberi tahu yg lain bahwa Airy pulang terlebih dulu agar tak khawatir.

__ADS_1


__ADS_2