
Di kamar yg cukup besar terlihat seorang gadis yg tengah sibuk memilih gaun yg akan di pakai malam ini, tanpa sadar kamarnya dibuat berantakan dengan baju2 yg berserakan.
Aduh pake baju apa ya, kenapa rasanya gugup banget, ini kan cuma makan malam. Gerutunya sambil menenteng beberapa gaun di tangannya.
Akhirnya pilihan Airy jatuh pada gaun sederhana warna putih, segera ia bersiap dan memakai make up tipis di wajahnya.
****
Sementara itu di rumah bu Rahma terlihat seorang pria yg juga tengah bersiap, terlihat tampan memakai kemeja putih dan celana jeans panjang, terlihat santai namun tetap terlihat tampan.
"Rey, udah rapi gini mau kemana?". Tanya bu Rahma yg melihat anaknya tengah sibuk bersiap.
"Mau makan malam di luar bun sama Bima."
"Itu artinya kamu akan ke kota?". Tanya bundanya lagi.
"Iya bun, nanti aku bakal nginep kalo emang udah kemaleman buat pulang." Jawab Reinand.
"Yaudah kamu hati2 ya, salam buat Bima." Ucap bu Rahma mengelus puncak kepala anaknya.
"Aku berangkat ya bun, assalamualikum." Pamit Reinand mengecup sekilas kening bundanya.
****
Tokk tokk tokk..
Ceklek..
"Eh nak Rey udah sampai, masuk dulu yuk Airy lagi siap2 dikamarnya."
"Iya pak terima kasih."
"Airy tadi sudah minta ijin sama saya, katanya mau ke kota ya ketemu nak Bima." Tanya pak Chandra memastikan.
__ADS_1
"Iya pak ada beberapa masalah perkebunan yg harus saya bahas sama dia, sebagai asisten saya Airy harus ikut agar dia nantinya lebih paham lagi." Ucap Reinand menjelaskan.
"Bapak udah lama?". Tanya Airy yg baru keluar dari kamarnya.
Beberapa saat Reinand terpesona melihat penampilan Airy saat ini.
"Kalian cepat berangkat biar nanti nggak kemaleman dijalan." Ucap pak Chandra yg akhirnya menyadarkan Reinand.
Reinand yg salah tingkah kemudian mengalihkan pandangannya.
"Ah iya pak kami berangkat dulu." Pamit Reinand.
"Aku berangkat dulu ya yah, ayah hati2 dirumah."
"Iya iya kalian hati2, nak Rey saya titip Airy ya." Ucap pak Chandra.
"Tentu pak, bapak tenang saja. Baiklah kami berangkat dulu, assalamualikum."
****
"Bapak baru tau ya?." Jawab Airy narsis.
"Udah ah pak, yuk kita berangkat biar nanti nggak kemalaman." Sahut Airy lagi sambil mendorong tubuh Reinand menjauh.
Aduh dag dig dug gini ya. Ucap Airy dalam hati menyembunyikan kegugupannya.
"Kamu kenapa? mukamu merah gitu?." Tanya Reinand khawatir.
"Nggak kok pak gppa mungkin karena agak panas aja." kilah Airy memalingkan wajahnya ke jendela mobil.
****
__ADS_1
Tepat jam 7 malam mereka sampai di tujuan, dan disana sudah terlihat Bima yg sedang menunggu.
"Hai Bim udah lama?". Sapa Reinand sambil merangkul Bima sejenak.
"Baru 10 menit kok, kalian juga udah aku pesenin tadi.
"Bagus deh kalo gitu kebetulan laper." Ucap Reinand
"Hai Ai, gimana kabar kamu?". Sapa Bima yg melihat Airy hanya diam sedari tadi.
"Ah saya baik pak, bapak sendiri gimana kabarnya?" Jawab Airy ramah.
"Saya baik juga, dan ya jangan panggil pak, panggil Bima aja biar akrab." Ucap Bima sembil mengerlingkan matanya genit.
"Ehemm.. sudah2, makan dulu tuh udah datang makanannya". Sahut Reinand terlihat agak kesal.
Setelah makan mereka sedikit berbincang mengenai masalah perkebunan
di tengah perbincangan tiba2 ada seorang wanita memeluk leher Rey manja dari belakang, Rey yg kaget sontak melepaskan pelukan itu dan berdiri melihat siapa wanita lancang tersebut.
"Pak Rey apa kabar? Mona kangen tau." Ucap wanita itu dengan manjanya bergelayutan di lengan Rey.
Sedangkan Bima dan Airy hanya diam menatap bingung 2 manusia itu.
"Jangan lancang ya kamu!!" Ucap Rey yg kemudian menghempaskan tangan wanita itu kasar.
"Bapak jahat banget sih, aku kan cuma kangen pengen peluk bapak." Jawab Mona yg kembali mencoba memeluk tangan Rey.
"Jaga sikap kamu Mona!! jangan buat keributan disini!! saya sudah muak sama kamu, asal kamu tau saya sudah memiliki calon istri dan sebentar lagi kami akan menikah. Jadi saya harap kamu bisa jauh2 dari saya!!." Ucap Rey tegas sedikit meninggikan nada bicaranya.
"Huh.. mana mungkin? pasti kamu cuma bohongin aku." Sahut Mona tidak percaya.
"Ok, kenalin ini Airy calon istri saya." Ucap Rey yg kemudian menarik Airy dalam pelukannya.
__ADS_1
Sedangkan Airy hanya diam mematung mencoba mencerna situasi ini.
"Aku nggak peduli, terserah kamu mau bilang apa, pokoknya kamu hanya boleh sama aku atau tidak sama sekali, dan ingat aku nggak bakal tinggal diam dengan kejadian ini. Camkan itu!!." Ancam Mona sebelum akhirnya menghilang di balik pintu restaurant.