Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 38


__ADS_3


"Bunda kita jadi jalan2 kan?". Ucap gadis kecil dengan suara khas bangun tidurnya.


"Tentu sayang, yuk kita siap2 ayah udah nungguin di bawah." Jawab Vanya lalu menggendong tubuh gadis itu dan membantunya segera bersiap.


Weekend ini Vanya dan Reza berencana mengajak putrinya Aqila untuk pergi jalan2. Sudah sejak seminggu yg lalu gadis kecil itu merengek minta pergi ke taman bermain di pusat kota. Namun baru hari ini Vanya dan Reza bisa menyanggupi keinginan putri kecilnya itu.


Tepat jam 10 pagi mereka sampai di salah satu mall di ibukota, mall yg jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Sesampainya disana mereka langsung menuju pusat permainan anak yg cukup terkenal atau yg biasa disebut funworld.


Aqila terlihat amat sangat antusias, karena ini pertama kalinya ia diajak bermain di tempat yg sangat menakjubkan ini. Ia berlarian kesana kemari menuntaskan rasa penasaran dan kagumnya. Ingin mencoba satu persatu permainan yg tersedia disana.


"Sayang jangan lari2.." Teriak Vanya sambil berusaha mengejar Aqila yg terus berlari.


Tiba2..


Brukk...

__ADS_1


Tanpa sengaja Aqila menabrak seorang wanita dari belakang, membuatnya jatuh terjerembab dan menangis seketika.


"Huwa... "



"Aduh sayang.. Kamu gppa??". Ucap wanita itu khawatir.


"Maafin tante ya nak, sini tante lihat mana yg sakit." Sahutnya lagi lalu memeriksa tubuh mungil Aqila.


Karena cemas wanita itu segera menggendong Aqila dan membawanya menepi dari keramaian orang.


Sementara itu di dalam tempat permainan Reza dan Vanya dibuat kelimpungan mencari keberadaan Aqila. Mereka sudah memeriksa seluruh wahana juga bertanya pada setiap orang disana, namun tidak ada satu pun yg tahu dimana putrinya sekarang.


Vanya yg sangat khawatir pun bahkan kini menangis, ia takut kehilangan putri kesayangannya, ia sudah sangat mencintai gadis kecil itu dan merasa tidak akan sanggup jika Aqila meninggalkannya.


"Kamu dimana qila.. Hikss..Hikss.."

__ADS_1


Tak lama kemudian.


"Bunda..." Teriak Aqila berlari menghampiri Vanya yg masih menangis.


"Kamu darimana saja nak? Bunda khawatir nyariin kamu." Ucap Vanya yg langsung memeluk Aqila.


"Maaf nyonya tadi saya membawa Qila menepi disana, karena tadi dia berlari dan jatuh menabrak saya." Terang Airy.


"Ah iya.. terima kasih sudah menolong anak saya, dan maaf tadi dia tidak sengaja menabrak anda." Ucap Vanya sedikit menyesal.


"Tidak apa, saya senang bisa membantunya. Dia anak yg sangat cantik dan lucu." Jawab Airy sambil tersenyum manis mengelus puncak kepala Aqila.


Entah mengapa melihat Aqila ia jadi teringat Zavi putri kecilnya yg menghilang saat masih bayi dulu.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya, suami dan anak saya pasti sedang mencari saya. Dan kamu lain kali hati2 ya sayang jangan berlarian sendiri, kasian bunda nyariin kamu."


Setelah sedikit berbincang Airy bergegas pamit pada Vanya dan Aqila. Karena ia yakin Reinand dan putranya pasti tengah mencarinya sekarang.

__ADS_1


Ya sangat kebetulan pagi itu Airy dan Reinand juga sedang mengajak Sam putranya untuk jalan2. Karena Sam yg sangat antusias ingin mencoba semua permainan, akhirnya Airy hanya mengawasi Sam yg tengah bermain ditemani ayahnya. Ia sudah lelah sedari tadi menemani Sam yg masih saja enggan berhenti bermain. Dan pada saat itulah ia tanpa sengaja bisa bertemu dengan Aqila.


__ADS_2