
Beruntung pagi ini bunda Reinand sedang tidak ada di rumah, sehingga Airy dengan mudah bisa keluar dari rumah Reinand tanpa ada yg curiga. Dan sekali lagi Airy harus mencari cara agar bisa pulang ke rumahnya sendiri dengan aman, tanpa ayahnya tahu apa yg telah terjadi semalam.
Huh.. Semoga ayah tidak di rumah.
Sesaat ia hembuskan nafas dalam2 sebelum masuk ke rumahnya, hatinya was2 dan tidak tenang, takut ayahnya akan tahu bahwa semalaman dia tidak dikamarnya.
Ceklek...
Di bukanya pintu rumah pelan.
"Ai, kamu pagi2 gini dari mana? kok ayah nggak melihatmu keluar kamar?" Tanya pak Chandra yg sedang duduk menonton tv.
"Ah.. itu yah tadi pagi2 sekali Airy pengen jalan2, tadi ayah belum bangun, maaf Airy belum sempat masak juga." Jawab Airy gugup.
"Eh.. bentar kamu kok pakai baju cowok". Tanya pak Chandra heran mengamati penampilan Airy.
"Emm itu yah pengen coba aja, kemarin waktu ke kota beli ini, kayanya lucu deh." Jawab Airy lagi dan tersenyum mencoba menyembunyikan kegugupannya.
"Baiklah kamu mandi dulu gih, tadi ayah udah masakin kamu sarapan."
"Baiklah ayah."
****
Di rumah Reianand
__ADS_1
Arghh.. apa yg telah aku lakukan, Ucapnya frustasi sembari meremas rambutnya kasar.
Mengingat kejadian semelam ia sangat menyesal, mengapa ia sulit sekali mengendalikan dirinya, sekarang ia bingung bagaimana harus berhadapan dengan Airy. Gadis itu pasti terpukul dan menolak bertemu dengannya nanti.
Segera ia merapikan diri dan kamarnya yg berantakan itu, di pungutnya baju Airy yg tak berbentuk karena ulahnya dan menyimpannya rapat2.
Tokk tokk tokk
"Rey, makan dulu nak bunda bawa bubur ayam kesukaanmu." Ucap bu Rahma di balik pintu.
"Iya bun, bentar lagi Rey turun." Jawab Rey yg kemudian bergegas merapikan dirinya dan turun menemui bundanya.
"Semalam kamu kenapa Rey? Bima bilang kamu ke kamar duluan katanya lagi pusing, makanya bunda nggak bangunin kamu."
"Iya bun sedikit pusing, mungkin kecapekan." Jawab Rey berusaha setenang mungkin.
"Ah i iya bun, dia pasti juga kecapekan ngurusin festival." Jawabnya gugup.
Jadi bunda nggak tahu waktu Airy keluar dari sini tadi pagi. huhhh... untung lah. Pikir Reinand.
"Bunda tadi pagi keluar ya?" Tanya Reinand
"Iya bunda tadi jalan2, kebetulan ketemu tukang bubur langganan kamu, jadi sekalian bunda beli."
"Bun, gimana Airy menurut bunda?". Tanya Reinand serius.
__ADS_1
"Dia gadis yg baik, pintar, dan penurut. Memangnya kenapa?" Ucap bundanya heran.
"Gppa cuma tanya aja." Jawab Reinand malu2.
"Bunda setuju kok kalau kamu sama dia, bunda sudah mengenal dia dan keluarganya lama. Jadi baik buruknya bunda sudah paham." Sahut bu Rahma.
"Baiklah bun, aku sudah selesai makannya, sekarang aku mau pergi dulu mengejar cintaku." Ucap Reinand segera bergegas pergi untuk menemui Airy.
****
Tokk tokk tokk
"Nak, keluarlah. ada nak Reinand diluar." Panggil pak Chandra pada Airy yg dari pagi tak kunjung keluar kamar.
"Maaf yah aku lagi nggak enak badan, bilang aja maaf nggak bisa nemuin dulu." Jawab Airy.
"Kamu sakit nak? ayah antar ke klinik ya?". Tanya pak Chandra.
"Tidak usah yah, nanti juga sembuh sendiri kalau udah istirahat." Tolak Airy yg masih setia dikamarnya.
"Baiklah, ayah keluar dulu nemuin nak Rey."
Melihat pak Chandra keluar tanpa Airy semakin membuatnya khawatir dan menyesal. Tebakannya benar tak akan semudah itu membujuk Airy untuk bertemu setelah tadi malam.
"Maaf nak Rey Airynya sedang tidak enak badan, belum bisa bertemu katanya." Ucap Pak Chandra sedikit menyesal.
__ADS_1
"Yasudah pak, saya permisi dulu, salam buat Airy ya semoga cepat sembuh."
"Iya nak sekali lagi maaf ya, hati2 pulangnya.