Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 77


__ADS_3


"Sudah jangan menangis, maaf ya aku sudah membuatmu takut. Aku tidak sejahat itu sayang, aku akan melakukannya nanti setelah kita menikah." Ucap Levin sambil mengusap air mataku.


Setelah ia berhasil membuatku ketakutan, dengan mudahnya ia berkata maaf dan menenangkanku, apa dia sudah tidak waras. Bagiku ini sama sekali tidak lucu.


"Aku hanya ingin kau menyadari posisimu By, kau kekasihku, aku sudah pernah bilang untuk tidak membohongiku, tapi kau melakukannya. Aku juga tau, dia menyukaimu, ingin merebutmu dariku, bahkan keluarganya sudah sangat menyayangimu. Karena itu aku ingin kita segera menikah, aku takut kehilanganmu Qi, aku mencintaimu."



Sepertinya memang aku saja yg terlalu banyak berfikir, Levin ternyata tak seburuk itu. Karena aku juga bersalah disini, aku membohonginya, aku tidak jujur dari awal tentang hubungan baikku dengan Abrisham dan keluarganya.


Baiklah, mungkin ini yg telah Tuhan gariskan untukku. Aku harus belajar menerimanya, aku berharap semoga Abrisham juga akan bahagia tanpa aku.


****


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat setelah malam lamaran itu, kini pernikahanku hanya tinggal dua hari lagi. Seluruh persiapan baik itu cincin, gaun pernikahan, resepsi, dan hal lainnya sudah disiapkan oleh keluarga mertuaku, undangan beribu ribu pun sudah disebar, mertuaku berencana mengadakan pesta besar dan mewah untuk putra satu satunya itu dan aku.

__ADS_1


Sebenarnya ingin sekali aku menolak dan tidak mengadakan pesta, namun Levin sangat keras kepala, ia selalu bilang ingin dunia tau bahwa aku hanya miliknya, hanya dia yg boleh menjadi suamiku.


Terlalu berlebihan memang, tapi entah mengapa aku suka.


****


"Istriku.." Teriak Levin begitu melihatku datang.


Oh ya Tuhan, apa dia berencana membuatku malu didepan keluarganya.


"Selamat malam ma, pa." Sapaku pada kedua orang tua Levin.


"Sudah sayang jangan dengarkan dia, mama menyuruhmu kemari karena ingin kamu mencoba beberapa gaun ini, ini khusus mama pesankan buat kamu." Ucap mama sambil menunjukkan beberapa gaun yg tergantung didepanku.


Aku menurut dan mulai mencobanya, semua gaun itu nampak indah dan cantik, aku mencoba 5 gaun itu satu persatu lalu menunjukkan pada Levin dan mertuaku. Dan akhirnya, pilihanku dan mereka sama. Jatuh pada gaun berwarna putih dengan manik manik cantik, yg sedikit terbuka dibagian punggungnya.


Bukan hanya Levin dan orang tuanya yg kagum, aku sendiri nampak terkesima melihat penampilanku ini. Aku terlihat cantik, seperti seorang putri kerajaan yg sering ku lihat di dalam drama.

__ADS_1


"Istriku cantik sekali.." Ucap Levin menatapku sambil menunjukkan kekagumannya.


"Jelas dong menantu mama memang cantik." Sahut mama mertuaku.


"Iya ma, menantu kita memang sangat cantik." Puji papa mertua.


Decak kagum mereka membuatku tersipu malu, syukurlah mereka semua bisa menerimaku dengan baik. Andai saja om dan tante itu juga ada disini, mungkin aku akan lebih bahagia lagi.


"Sayang apa kau tak ingin mengundang teman temanmu?". Tanya mama yg kini membantuku melepas gaunku.


"Qila tak punya teman ma, Qila terlalu fokus bekerja selama ini, jadi jarang ada waktu bermain." Jawabku apa adanya.


"Hmm sama saja seperti Levin, dia selalu sibuk bekerja. Tidak berteman, juga tidak pernah membawa teman wanitanya kemari, kami sebagai orang tua merasa khawatir, makanya mama berusaha menjodohkan dia." Curhat mama tiba tiba.


"Tapi mama bersyukur akhirnya dia mau menikah dan mau menggantikan posisi ayahnya diperusahaan. Karena selama ini ia selalu menolak, dan berjanji akan menggantikan ayahnya nanti saat ia sudah menikah." Sambungnya lagi.


"Mama titip Levin ya nak, mungkin dia akan sering merengek dan manja padamu, tapi mama yakin dia sangat menyayangi dan mencintaimu." Tutur mama lalu menarikku dalam pelukannya.

__ADS_1


"Iya ma, Qila akan berusaha."


__ADS_2