Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 52


__ADS_3

Sesuai yg dijanjikan, tepat jam 2 siang aku kembali ke kantor diantar oleh supir keluarga tuan Reinand. Begitu sampai di perusahaan beberapa mata melihatku dengan tatapan mengejeknya. Ya aku ingat semua itu pasti karena mereka salah paham, dan menganggapku sebagai wanita penggoda yg dengan tidak tahu dirinya mendekati pria nomor satu di perusahaan.


Aku sama sekali tak peduli dengan itu, aku tetap berjalan dengan percaya diri melewati mereka semua. Toh yg mereka tuduhkan tidaklah benar, hanya sebuah gosip murahan tidak penting.


Begitu tiba diruangan, aku segera menghampiri atasanku Levin, untuk meminta maaf karena telah pergi begitu saja dan tanpa ijin darinya. Ya semoga saja dia tidak marah.


"Permisi pak, maaf mengganggu, saya kesini ingin meminta maaf karena tadi tiba2 pergi sebelum mendapat ijin anda. Ucapku pada Levin yg tengah sibuk diruangannya.


"Tidak apa Qila, Pak direktur sudah mengijinkanmu tadi, jadi tenanglah." Jawabnya.


"Baiklah, terima kasih pak. Kalau gitu saya permisi kembali melanjutkan pekerjaan."


"Tapi jika kamu benar2 merasa bersalah nanti pulang kerja harus ikut denganku."


"Hmm.. Baiklah Pak menejer, sesuai perintah anda." Jawabku pasrah lalu segera kembali ke mejaku melanjutkan pekerjaan.

__ADS_1


****


Karena ada sedikit pekerjaan yg tertunda, aku harus lembur dan pulang jam 6 sore. Dan selama itu pun Levin tetap setia menungguku pulang bersamanya, bahkan ia juga turut membantu mengerjakan tugas2ku ini. Entahlah, dia begitu baik dan ramah terhadapku, aku hanya berharap semoga dia melakukan semua itu tulus dan tidak ada maksud apapun.


"Ikut aku makan malam dulu ya, aku sangat lapar". Ujar Levin yg tiba2 menghentikan mobilnya di depan restoran.


"Baiklah terserah bapak."


Kami berdua pun masuk, segera mencari meja kosong dan memesan makanan untuk kami berdua.


"Sialan.. Siapa kau?". Umpat Levin sambil melepas kaitan tangan wanita itu dengan kasar.


"Apa kau melupakanku sayang?". Ucap wanita itu.


"Liora, apa yg kau lakukan hah? Bukankah sudah ku bilang, jangan pernah muncul lagi didepanku!". Ucap Levin, menatap tajam ke arah wanita itu.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, aku menyesal. Aku mau kita kembali seperti dulu."


Wanita itu pun mulai menangis, berlutut didepan Levin memohon pengampunan darinya. Sontak saja kami bertiga menjadi pusat perhatian di tempat itu, banyak yg memandang ke arah kami dengan tatapan menghinanya.


Wah aku benar2 tak menyangka akan mengalami hal ini untuk kedua kalinya. Sungguh memalukan. Pikirku.


"Dengarkan aku baik2!! Semenjak hari dimana kau bercinta dengan sahabatku, sejak saat itu aku sudah tak mengenal dirimu. Semua yg berhubungan denganmu sudah aku kubur dan buang jauh2. Jadi jangan pernah menampakkan wajahmu yg murahan itu lagi didepanku, atau aku akan melenyapkanmu dengan tanganku sendiri." Ancam Levin dengan sedikit berteriak.


Bisa ku lihat wajahnya yg sudah sangat memerah menahan emosi dan amarahnya.


Tak disangka pria yg begitu lembut dan ramah didepanku ini bisa menjadi sangat buas ketika marah.


Tanpa menunggu jawaban dari wanita itu, Levin langsung menarikku keluar, tanpa bicara apapun dia langsung melajukan mobilnya menuju arah jalan kerumahku.


Melihat dia yg kacau seperti itu aku takut untuk bertanya apapun, dalam perjalanan hanya ada deru mesin mobil tanpa sepatah kata pun yg keluar dari mulut kami berdua.

__ADS_1


Dan 20 menit kemudian kami tiba dirumahku, aku langsung saja turun dari mobilnya dan mengucapkan terima kasih padanya yg hanya dijawab anggukan kepala oleh Levin, lalu tanpa basa basi ia segera melajukan mobilnya kembali meninggalkanku.


__ADS_2