Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 27


__ADS_3

Bahagianya aku yg akan segera memilikimu Ai, maaf selama ini aku sudah sangat menyakitimu. Tapi bersabarlah ini hanya sementara, tak lama lagi akan ku buat kau mencintaiku dan membatalkan perjanjian konyol itu.


Hari ini adalah hari pernikahan Reinand dan Airy, hari yg paling dinantikan oleh pria itu. Meskipun caranya salah tapi Reinand sama sekali tak menyesal. Memiliki Airy adalah yg utama. Karena ia yakin cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu.


Saat ini Airy tengah bersiap dirumahnya, wajah dan rambutnya sedang di poles oleh penata rias pilihan Reinand. Dia terlihat sangat cantik, ditambah gaun mewah nan indah yg semakin mempercantik dirinya.


Sesaat ia merasa kagum melihat bayangannya di cermin, sangatlah cantik menurutnya. Tapi pikirannya kembali berputar pada kejadian2 yg lalu hingga ia harus bersedia menikah dengan pria yg sama sekali tak dicintainya.


Tak lama kemudian rombongan Reinand pun datang. Ia terlihat sangat tampan dengan tuxedo putihnya senada dengan gaun milik Airy. Wajah cerahnya menunjukkan betapa ia sangat bahagia akan menikahi pujaan hatinya.


Dan ya.. Tibalah saatnya mereka mengucap janji suci, bersedia untuk selalu bersama sehidup semati. Airy nampak meluruhkan air matanya, kini ia sudah resmi menjadi istri orang. Mau tidak mau ia harus bertemu setiap hari dan tinggal dengan suaminya sekarang.

__ADS_1


"Aku mohon jangan menangis, aku melakukannya karena aku mencintaimu Ai. Aku janji rasa sakit ini hanya sementara, setelah ini aku akan selalu membuatmu bahagia, menjadikanmu ratu dihatiku, dihidupku. Sudah ya, jangan menangis lagi". Ucap Reinand lembut sambil mengusap air mata Airy.


Airy hanya diam, tak bicara apapun. Ia enggan menatap suaminya yg sedari tadi merengkuh pinggangnya diatas pelaminan.


"Selamat ya sayang, bunda doain kalian akan selalu bahagia hingga maut memisahkan, bunda tunggu kabar baiknya ya." Ucap bu Rahma lalu memeluk hangat menantunya. Ia seperti menyadari jika Airy hanya terpaksa menikah dengan putranya, tapi mau bagaimana lagi, semua kejadian ini tak sesuai dengan kehendaknya.


Setelah melakukan acara penikahan dan resepsi yg sangat menguras tenaga, kini Reinand membawa Airy untuk tinggal bersama di rumah barunya. Sebenarnya bundanya sangat ingin jika mereka bisa tinggal bersama, namun Reinand bersikeras untuk tinggal berdua dengan istrinya, dengan alasan ingin mereka belajar mandiri.


"Sayang ayo masuk, ini rumah baru kita. Kamu suka?". Tanya Reinand lembut pada Airy yg masih diam didalam mobil.


Hening, Airy tak menjawab apapun. Ia langsung melangkah turun dan berjalan memasuki rumah itu.

__ADS_1


Di perhatikannya setiap sudut rumah yg ia pikir sangatlah mewah dan akan merepotkan jika nanti ia yg mengurusnya sendiri.


Seperti mengerti apa yg dipikirkan istrinya, Reinand pun mendekap Airy dan berbisik padanya.


"Tenang saja, nanti akan ada 2 orang yg membantu dirimu mengurus rumah ini, sekarang mandilah setelah itu kita makan malam. Aku akan memasak untukmu." Melepaskan pelukannya lalu bergegas menuju dapur.


Setelah selesai menyiapkan makan malam mereka Reinand segera mencari istrinya untuk makan bersama. Namun dilihatnya Airy sedang tertidur pulas, masih dengan gaun lengkap yg menempel ditubuhnya.


Hmm.. Lagi2 dia mengabaikanku. Gumamnya pelan.


Sungguh pemandangan yg indah bisa melihat istrinya tertidur lelap seperti ini, wajah cantiknya terlihat tenang dan damai, membuat Reinand betah lama2 menatapnya.

__ADS_1


Karena merasa tak tega jika harus membangunkan, ia pun berinisiatif untuk mengganti pakaian istrinya itu. Terserahlah nanti dia akan marah atau mengamuk menyadari pakaiannya telah berganti, yg penting malam ini wanitanya itu merasa nyaman dan lelap dalam tidurnya.


__ADS_2