
Author pov
Pagi itu didepan gedung megah Rhd grup tengah terjadi insiden yg cukup menyita perhatian para karyawan, beberapa karyawan terlihat sedang mengerubungi sesuatu disana. Aqila yg sudah sangat penasaran pun turut menghampiri kerumunan itu, ingin melihat apa yg terjadi, dan mengetahui alasan mengapa orang2 disana begitu heboh melihat hal itu.
"Sam, mengapa kau tega sekali padaku? kau boleh membenciku, tapi tidak dengannya." Ucap seorang wanita muda sambil mengelus perut ratanya.
"Hah.. Kau pikir aku bodoh?? Jangankan menghamilimu, menyentuhmu saja sudah membuatku jijik." Jawab Sam dengan tatapan dinginnya.
"Jangan menyangkalnya lagi Sam, aku punya buktinya, ini bayi kamu!!".
Wanita itu benar2 gigih, membuat Sam seakan mendidih dan siap menerkam wanita itu hidup2. Namun karena Sam yg memang sudah diajarkan dari kecil untuk menghormati wanita, ia pun mengacuhkan wanita itu dan beranjak masuk ke kantornya tanpa bicara lagi.
Baru saja tiga langkah Sam mengayunkan kaki, ia dikejutkan dengan seseorang yg tiba2 saja memeluk dirinya dari belakang. Orang2 disana pun berteriak tak karuan melihat kejadian itu, yg malah membuat Sam semakin bingung.
Dan ketika Sam berbalik, tanpa sengaja ia melihat darah menetes dari tubuh seorang gadis yg tengah memeluknya.
"Aqila!!". Teriak Sam.
"Maaf pak, saya akan mengejar pelakunya sekarang." Sahut seorang security disana.
__ADS_1
"Qila.. Kamu tidak apa".? Ujar Sam khawatir sembari merengkuh tubuh Qila.
"Kalian masih saja diam disini? Panggilkan ambulan cepat!!". Teriak Sam lagi, sambil menatap tajam orang2 yg hanya diam mematung disana.
****
Dirumah sakit
Saat ini Qila tengah ditangani di ruang UGD salah satu rumah sakit tak jauh dari kantor Sam. Dengan perasaan gelisah dan khawatir ia menunggu Qila didepan ruangan itu. Sam marah, sangat marah. Ia terus berpikir siapa yg dengan terang2 an berani berniat melukainya, bahkan dikantornya sendiri, didepan banyak orang.
Kring.. Kring.. (Bunyi hp)
"Kami sudah menemukannya pak, apa langsung saja diserahkan ke polisi?".
"Jangan!! Kau kurung dia saja untuk sementara, tunggu sampai aku kembali."
Tut..
Hampir satu jam Sam menunggu, akhirnya pintu UGD terbuka, dan muncul seorang pria paruh baya dengan stelan jas putihnya. Sam yg sedang duduk langsung berdiri dan menghampiri pria itu.
__ADS_1
"Gimana keadaannya dok?". Tanya Sam cemas.
"Syukurlah, dia sudah tidak apa2. Hanya saja lukanya cukup dalam. Saya anjurkan sebaiknya dalam satu bulan ini ia bedrest, jangan melakukan aktivitas apapun yg akan mempengaruhi luka dipunggungnya." Tutur dokter itu.
"Iya baiklah dok, terimakasih."
****
Hari ini Sam hanya sibuk mengurus Qila dirumah sakit, ia menjaga gadis itu sendiri bahkan sampai mengabaikan semua pekerjaan dan meeting pentingnya untuk Qila.
Sejak kejadian hingga sore ini Qila masih saja menutup matanya. Sam tentu khawatir, namun dokter sudah mengatakan bahwa gadis itu baik2 saja, dan esok hari akan sadar kembali.
Dalam hati, ada perasaan nyeri yg dirasakan Sam kala ia melihat Qila terbaring lemah diranjang rumah sakit. Wajah ayunya nampak pucat, wajah cerianya terlihat tak berdaya.
Ia benar2 berhutang nyawa pada gadis cantik ini, jika saja Qila tak memeluknya pada saat itu, mungkin yg terbaring dan sakit saat ini adalah dirinya bukan Qila.
Terima kasih sudah menyelamatkanku, aku janji setelah ini aku akan selalu melindungi dan menjagamu.
Gumam Sam sambil menggenggam erat tangan Qila.
__ADS_1