
"Gimana keadaan istriku dok?". Tanya Reinand khawatir masih menggenggam tangan Airy yg tengah berbaring disisinya.
"Jika aku tidak salah, istrimu tengah hamil, usianya 4 minggu. Besok bawa saja kerumah sakit, akan ku pastikan lagi." Jelas dokter itu.
"Hamil? aku akan jadi ayah?". Ujar Rey antusias.
"Iya tuan, baiklah kalau gitu saya permisi dulu. Selamat buat kalian." Ucap dokter itu lalu pergi dari rumah Reinand.
"Makasih sayang,, makasih.. aku mencintaimu." Ucap Rey reflek mencium istrinya.
Sedangkan Airy hanya diam mencerna semua ini. Tak berselang lama terlihat sedikit senyuman terukir diwajahnya, ia akan menjadi ibu. Disini, didalam perut ini ada satu nyawa lagi yg harus ia jaga. Meskipun ia belum mencintai suaminya, namun ia akan selalu mencintai anak ini.
Airy sudah menduga hal ini pasti terjadi, Reinand telah melakukannya berulang kali beberapa waktu lalu. Ia bisa apa? hanya pasrah, inilah takdirnya, ia tak bisa lari. Mungkin memang ini cara Tuhan menyatukan dirinya dengan Reinand. Berawal dari kejadian memilukan yg akan selalu ia ingat sepanjang hidupnya.
__ADS_1
"Baiklah.. Kamu tunggu sebentar ya sayang. Aku akan memasak makan malam untuk kita. Jika ada yg kamu inginkan kamu langsung minta saja padaku." Ucap Reinand sambil mencium kening Airy lalu bergegas turun kedapur untuk memasak.
Sehat terus ya nak, mama akan selalu mencintaimu. Bantu mama agar bisa menerima papamu, buat mama jantuh cinta padanya nak, agar kamu memiliki keluarga yg benar2 utuh dan saling menyayangi.
Bicara pelan sambil mengusap perut ratanya.
Ia berjanji akan memberikan keluarga yg utuh pada anaknya kelak. Ia harus bisa menghilangkan benci dan egonya pada Reinand. Mencoba menerima dan belajar mencintai pria itu.
Setelah menunggu selama satu jam, Reinand datang membawa nampan berisi makanan. Kali ini Reinand membawa makanan yg agak banyak, dia sudah mencarinya diinternet bahwa ibu hamil akan banyak makan, dan memerlukan energi 2x lipat dari biasanya.
"Sayang makanlah, aku suapi ya.." Tawar Reinand lalu memberikan suapan pertamanya untuk Airy.
"Aku sudah membaca diinternet, katanya ibu hamil makannya banyak sayang, perlu banyak energi juga." Ucap Reinand polos.
"Tapi nggak harus sebanyak ini Rey!! Mau bikin aku mati kekenyangan." Tolak Airy kesal.
__ADS_1
"Iya iya baiklah.. makanlah semaumu, aku yg akan menghabiskannya nanti jika masih sisa." Ucap Rey mengalah.
Segera Airy merebut piring dari tangan Reinand, memilih untuk memakannya sendiri. Ia kesal pada pria ini, bisa2nya memberi dia porsi makan yg sepertinya cukup untuk 3 orang.
Perhatiannya terlalu berlebihan.Pikirnya.
"Sudah, aku tak sanggup lagi melanjutkannya." Ujar Airy menyerahkan kembali piringnya pada Reinand. Masih tersisa lumayan banyak makanan disana.
Tanpa ragu dan merasa jijik Reinand menghabiskan sisa makanan Airy, membuat wanita itu sedikit terkejut. Segitu cintanya kah Reinand padanya? Yaa mungkin, jika tidak pria itu mana mungkin akan memaksa dirinya untuk menikah.
"Aku tau aku tampan, tak perlu memandangiku terus seperti itu." Canda Reinand membuat pipi Airy merona malu.
Yap dia sudah ketahuan sedari tadi diam2 memperhatikan suaminya makan.
Karena malu ia segera berbaring menenggelamkan seluruh wajahnya didalam selimut.
__ADS_1
Reinand hanya terkekeh melihat tingkah malu2 istrinya. Dia berhasil membuat wanita cantik itu tersipu, lucu dan menggemaskan pikirnya.
"Baiklah, kamu istirahat dulu ya. Aku mau membereskan ini sebentar dan menyusulmu." Mengusap lembut kepala Airy lalu bergegas membereskan piring2 itu dan kembali tidur.