
Ah.. Lelahnya, jam pulang kantor yg ditunggu akhirnya tiba. Sama seperti yg lain aku pun bergegas merapikan barangku dan segera pulang.
Ku lihat beberapa karyawanku sudah berangsur angsur meninggalkan ruangan mereka, aku berjalan beriringan bersama Bram asistenku, lalu kami berpisah dibasement karena mobil kami terparkir ditempat yg berbeda.
Saat aku tengah berjalan menuju mobilku, tanpa sengaja mataku menangkap sosok cantik yg tengah bercanda tawa bersama seorang pria, bahkan mereka saling melemparkan pandangan penuh arti, membuatku sedikit risih dan kesal dibuatnya.
Entahlah, melihat keakraban mereka reflek membuat kedua tanganku mengepal. Ada perasaan seperti tidak suka kala melihat itu.
Sudahlah Sam, apa masalahmu? Dia bukan siapa siapamu, jangan pedulikan!!. Gumamku menenangkan sendiri hatiku.
Berusaha acuh, aku segera memasuki mobilku dan melajukannya secepat mungkin.
****
"Sam, akhirnya kau pulang juga." Sapa mamaku yg kebetulan tengah bersantai diteras rumah.
"Ah iya ma, tapi nanti balik lagi ke rumah sakit. Kasihan dia sendirian." Kataku sambil melongggarkan dasi dan melepas sepatuku.
"Apa dia tidak punya keluarga Sam?". Tanya mama penasaran.
__ADS_1
"Dia yatim piatu ma, paman bibinya bahkan menjualnya ke pusat prostitusi, tapi untungnya dia bisa kabur, beberapa menit sebelum dipaksa melayani pelanggannya." Terangku.
"Malang sekali ya nak, lalu apa rencanamu selanjutnya?".
"Setelah dia pulih aku berencana mempekerjakan dia dikantor, dan membantunya menyewa tempat tinggal."
"Bagus, mama setuju denganmu. Sudah yuk masuk dulu, mandi terus kita makan malam."
****
Tepat pukul 7 setelah makan malam bersama, aku pamit pada orang tuaku untuk kembali ke rumah sakit. Aku tak ingin mengingkari ucapanku pada Nadine yg sudah berjanji akan kembali datang menemaninya.
"Hai Nadine, kau sedang apa?". Sapaku sambil menaruh beberapa camilan yg sempat kubeli sebelum kemari tadi.
"Hai kak, aku hanya sedang menggambar." Jawabnya menatapku sejenak lalu kembali fokus pada kertas dan pensil ditangannya.
Karena penasaran aku pun mendekat, dan melihat apa yg bisa gadis kecil ini gambar.
Hmm.. Aku sempat takjub, gadis ini ternyata memiliki keahlian menggambar. Bisa ku lihat ayunan pensilnya menghasilkan gambar perhiasan yg nampak begitu indah, akan lebih indah lagi jika gambar itu dijadikan nyata.
__ADS_1
"Gambarmu bagus, apa kau pernah sekolah desain Nad?". Tanyaku penasaran.
"Tidak kak, hanya saja aku sangat suka menggambar sejak kecil. Dan kau adalah orang ketiga setelah kedua orang tuaku yg memuji hasil gambarku ini." Ucapnya seraya mengelus hasil gambarnya dengan mata berkaca kaca.
"Setelah keluar dari sini, apa rencanamu?". Tanyaku mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Aku tidak tahu, kalau bisa rasanya aku ingin terus disini. Dengan begini mereka semua tidak akan menemukanku dan membawaku lagi, aku takut." Jawabnya sambil memilin jari jarinya. Sepertinya dia masih belum bisa melupakan kejadian itu.
"Apa kau mau bekerja diperusahaanku?". Tawarku kemudian.
"Bolehkah?" Tanyanya menatapku penuh harap.
"Tentu, aku juga akan membantumu menyewa tempat tinggal. Kau bisa memulai kembali kehidupanmu dengan normal. Jadi kau harus bangkit lagi, lupakan semua masa lalu pahit yg selama ini selalu menghantuimu." Tuturku.
"Emm.. Terima kasih kak. Kau sangat baik. Andai saja aku tak ditabrak olehmu, mungkin nasibku akan lain."
"Sudahlah, tak usah dipikirkan. Sebelum kemari aku membelikanmu ini, aku harap kau menyukainya."
"Waah.. Cheescake, terimakasih kak ini kue favoritku. Kau memang yg terbaik."
__ADS_1