Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 36


__ADS_3

Author pov


Sesaat setelah Reinand pergi, ada seorang wanita yg menyamar sebagai suster rumah sakit, dia masuk ke kamar Airy dan berpura2 akan memeriksa kondisi Airy dan bayinya.


Ketika Rahma ingin ke toilet ia menitipkan baby Zavi pada suster itu. Sedangkan Chandra berada diluar ruangan sedang asik berbincang dengan dokter yg merawat putrinya.


Mereka yg ada disana sama sekali tak merasa curiga. Hingga akhirnya setelah Rahma selesai dan keluar dari toilet, ia tak mendapati suster juga baby Zavi di box bayinya. Segera ia berlari keluar, bertanya pada Chandra juga beberapa orang disana.


Mereka semua serentak menjawab tidak tahu. Rahma dan Chandra pun sangat panik, segera ia menghubungi Reinand yg baru saja pulang ke rumahnya. Sedangkan Chandra ia langsung berlari ke pos pengamanan, meminta bantuan mereka agar menemukan cucunya itu. Segala upaya telah dilakukan, memeriksa cctv pun sudah. Namun hal itu tak membuahkan hasil. Seolah penculikan ini memang telah di rencanakan.


Karena mendengar keributan dari luar ruangannya, Airy pun terbangun. Dilihatlah kanan kiri dan sekitarnya, ia hanya melihat baby Sam yg masih terlelap. Sedangkan ayah, bunda Rahma juga suaminya tak ada disana.


Dari keributan itu Airy samar2 mendengar tangisan mertuanya, terdengar bahwa ia tengah mencari baby Zavi yg hilang. Mengetahui hal itu Airy langsung menangis histeris. Membuat Rahma segera masuk dan mencoba untuk menenangkan menantunya itu.


****

__ADS_1



"Kamu disini saja ya sayang. Semoga saja tidak akan pernah ada yg menemukanmu disini. Haha.. Aku hanya ingin papamu yg sialan itu bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yg paling ia cintai.


Kamu baik2 ya.. Tante cantik mau pergi dulu.. Bye sayang.."


Wanita itu tertawa penuh kemenangan, setelah begitu lama ia bersembunyi akhirnya ia berhasil melancarkan aksinya untuk balas dendam. Ia merasa sakit hati karena Reinand pernah menolak cintanya dulu dan malah menikahi perempuan lain.


Dulu ia sempat berpikir untuk langsung saja menghabisi nyawa istri Reinand namun ia urungkan. Ia takut akan berhadapan dengan hukum nantinya jika ia ketahuan. Akhirnya dia pun memutuskan untuk menculik bayinya saja, dan setelah itu ia akan meninggalkan negara ini dan menetap di Amerika.


****


Mereka berdua sangat terkejut, juga takut. Setelah mendengar tangisan itu semakin kencang. Akhirnya mereka berdua berbalik, dan mencari arah dari sumber suara itu.


"Astaga sayang, lihatlah!! Ada bayi disini." Panggil si pria pada istrinya.

__ADS_1


Si istri pun segera menghampiri suaminya, dilihatnya bayi mungil yg sedang menangis di dalam kardus. Tanpa pikir panjang ia segera mengambil dan menggendongnya. Wajahnya terlihat pucat, dan tubuhnya terasa panas.


"Kita bawa ke klinik ya, sepertinya dia demam. Kamu nggak keberatan kan dia ikut kita?". Mohon sang istri sambil mencoba menenangkan bayi itu.


"Tentu tidak sayang, ya sudah ayo cepat." Mengambil sepedanya dan bergegas pergi ke klinik terdekat.


Sesampainya di klinik, dokter segera memberi pertolongan pertama pada bayi itu. Dan akhirnya meminta agar sang bayi sebaiknya dirawat inap saja. Karena kondisinya yg sangat lemah juga demam yg tinggi.


"Sayang dia sangat lucu dan cantik, bolehkah aku mengadopsinya? Mungkin dengan begitu aku juga bisa cepat hamil." Usul sang istri sambil terus memandangi wajah mungil bayi itu.


"Baiklah.. Aku juga tidak tega meninggalkannya sendiri, setelah dia sehat kita urus semuanya dan mengadopsi dia.. Kamu senang?". Ucap si suami sembari memeluk istri cantiknya.


"Tentu saja. Terima kasih sayang."


__ADS_1


__ADS_2