Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 17


__ADS_3

Seperti biasa hari ini Airy kembali bekerja di perkebunan, ia pun mulai terbiasa dengan tingkah Reinand yg terkadang membuatnya kesal, ada kalanya ia sangat jahil, kadang juga perhatian. Seperti saat ini Airy di paksa olehnya untuk jalan2 menunggang kuda, ia gugup sekaligus takut. Gugup karena terlalu dekat dengan Reinand, juga takut karena ini pertama kalinya ia naik kuda.



"Kamu sebaiknya bersyukur karena kamu wanita pertama yg beruntung bisa menaiki kuda kesayangan saya." Ucap Reinand dengan nada sombong.


"Ya ya.. terima kasih banyak untuk bapak Rey yg terhormat sudah berkenan membawa saya menaiki kuda kesayangan anda." Jawab Airy sinis memaksakan senyumnya.


"Ai kamu jadi istri saya aja gimana?". Ucap Rey tiba2.


"Apa ini sebuah lamaran?". Tanya Airy sambil melirik Rey sekilas.


"Hehehe,, saya cuma becanda, mukamu merah banget, gemesin deh." Jawab Reinand cengengesan sembari mencubit hidung Airy gemas.


"Becandanya nggak lucu!". Ucap Airy yg kemudian meminta untuk turun.


"Kok turun sih, jangan ngambek dong!"


"Siapa juga yg ngambek?, saya cuma mau kembali ke kebun."


"Yaudah iya, jangan cemberut gitu, ntar aku cium loh."


"Terserah." Ucap Airy lalu meninggalkan Reinand sendiri.


****

__ADS_1


Sudah sejam lebih Airy menunggu Reinand di kebun, ia ingin membahas lagi masalah festival nanti, banyak yg masih ingin ia diskusikan bersama Reinand, namun setelah menunggu hampir 2 jam, yg di tunggu malah tak kunjung terlihat.


Tuh orang kemana sih kok nggak balik2. Gerutu Airy yg sudah bosan menunggu bosnya.


Karena khawatir Airy pun bergegas mencari dia di area hutan dekat perkebunan, sesaat ia mendengar suara gemercik air sungai, seperti ada seseorang disana, karena penasaran ia pun menghampiri sumber suara itu.


Itu kan pak Rey, ngapain disitu, udah gede kok main air?. Gumam Airy pelan.


Dengan sangat hati2 Airy memberanikan diri untuk melihat lebih dekat, dan tanpa disadari ternyata Reinand tahu bahwa Airy sedang menatapnya tak jauh dari situ, sesaat muncul ide jahilnya untuk menggoda Airy.


"Kalau mau ikut mandi juga boleh." Sindir Reinand tiba2.


Airy yg merasa dirinya telah ketahuan mengintip akhirnya keluar dari persembunyiannya.


"Ah eng nggak pak nggak usah, tadi udah mandi." Jawab Airy tergagap.


"Emm nih." Ucap Airy enggan menatapnya.



"Beneran nggak ikut mandi sekalian?". Ucap Reinand lagi dengan nada sedikit menggoda.


"Nggak usah pak, saya permisi dulu bapak bisa lanjut, maaf jika saya telah mengganggu." Jawab Airy akan beranjak pergi, namun sebelum sempat melangkah kaki Airy ditarik paksa oleh Rey masuk ke dalam sungai.


__ADS_1


"Bapak apaan sih, jadi basah semua kan!" Gerutu Airy kesal.


"Hehe rasain." Ucap Reinand acuh sambil terus menyipratkan air pada Airy.


Hari sudah sore, mereka yg sudah merasa lelah sekaligus kedinginan memutuskan untuk pulang.


"Bapak kurang kerjaan banget sih, udah gede main air, pake narik saya segala lagi." Umpat Airy kesal.


"Tapi sepertinya kamu menikmatinya." Jawab Rey tak merasa bersalah.


"Huh.. terserah bapak deh, saya capek mau pulang."


"Biar saya antar"


"Nggak usah pak, saya bawa sepeda." Tolak Airy.


"Udah jangan banyak protes". Ucap Rey seraya menarik tangan Airy mengikutinya.


****


"Kamu baru pulang Rey?" Tanya bu Rahma yg melihat anaknya akan masuk kamar.


"Iya bun, tadi main bentar sama Airy." Jawab Reinand sambil senyum2


"Main apa kok kayaknya bahagia banget?" Tanya bu Rahma lagi penasaran.

__ADS_1


"Main air di sungai, yaudah bun aku mandi dulu ya, lengket nih." Pamit Reinand memasuki kamarnya.


"Ya sudah, nanti kalo makan malamnya udah siap bunda panggil."


__ADS_2