Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 61


__ADS_3

Mentari mulai menapak ke puncak ufuk, semburat cahaya kian menerang dan menghempas gelap. Baik atau buruknya hari kemarin, itu telah berlalu. Kini saatnya kembali memulai pagi yg indah dengan semangat dan senyum cerah merekah.


"Pagi ayah, pagi bunda." Sapa Qila yg sudah bersiap untuk berangkat bekerja.


"Pagi sayang." Jawab orang tua Qila bersamaan.


"Qila langsung berangkat aja yah bun, udah mau telat".


"Nggak sarapan dulu nak?".


"Nggak bun, nanti aja dikantor. Qila berangkat dah.."


"Iya nak hati hati."


****


Lalu lalang para pencari nafkah sudah mulai terlihat di gedung RHD grup yg menjulang tinggi. Mulai dari pegawai kebersihan, keamanan, staf, hingga jajaran tinggi sudah memulai pekerjaan mereka.


Begitu pula dengan Sam, ia sudah duduk manis di kursi kebesarannya sambil memeriksa hasil kerja para karyawan. Matanya fokus meneliti setiap deret angka yg tercetak berlembar lembar, sambil sesekali mengerutkan keningnya. Lalu sedetik kemudian mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.


Tokk tokk tokk..


"Masuk".


Mempersilahkan tanpa melihat siapa yg datang.


"Pagi pak, ini tabel perencanaan untuk tiga bulan kedepan yg sudah kami revisi. Silahkan diperiksa." Ucap Qila sambil menyerahkan beberapa lembar dokumen.


"Baiklah, kau duduk dulu sebentar."

__ADS_1


Beberapa menit kemudian.


"Sudah lebih baik, kalian bisa mulai mengerjakannya besok. Dan tolong kirimkan salinannya nanti ke email saya."


"Baik pak, kalau begitu saya permisi."


"Tunggu!!".


"Ya, ada yg bisa saya bantu pak?".


"Nanti malam bersiaplah, aku akan menjemputmu jam 7, mama mengundangmu makan malam dirumah."


"Bisakah saya tidak pergi?".


"Tidak ada penolakan."


****


Jam istirahat pun tiba. Satu persatu karyawan sudah meninggalkan pekerjaan mereka, dan bergegas menuju kantin ataupun rumah makan terdekat. Mengisi perut dan energi agar nanti bisa melanjutkan kesibukannya kembali.


"Qila.." Panggil Rena yg sudah menunggu Qila sedari tadi didepan ruangannya.


"Maaf, apa kau lama menungguku?". Ucap Qila menyesal.


"Emm baru 10 menit, mau makan apa hari ini?".


"Apa aja Ren yg penting makan, yuk".


Menggandeng tangan Rena ke kantin.

__ADS_1


"Tunggu!!". Teriak Levin dan Aldo bersamaan.


Membuat Qila dan Rena saling memandang lalu mengedikkan bahu mereka bergantian.


"Mau ke kantin kan? Aku ikut." Ucap Levin.


"Aku juga ikut, boleh kan kak Rena?". Sahut Aldo.


"Terserah kalian." Jawab Rena malas.


"Baiklah ayo."


Akhirnya mereka pun pergi ke kantin bersamaan. Qila yg duduk berhadapan dengan Levin, sedangkan Rena berhadapan dengan Aldo.


Mereka berempat nampak serasi dan enak dipandang. Pasangan cantik dan tampan. Banyak dari staf lain yg kagum melihat mereka, namun ada juga yg merasa iri dan berbicara buruk dibelakang.


"Dasar rubah penggoda." Celetuk salah satu staf wanita dari divisi yg sama dengan Rena.


"Iya, kemarin sama menejer keuangan, tadi pagi staf humas. Dan sekarang bareng anak magang itu, wahhh benar benar ******. Aku yakin pakaian pakaian mahalnya itu pasti hasil tidur dengan mereka. Cih.." Sahut wanita yg lain.


"Dan kau lihat yg disebelahnya. Perempuan itu juga sama jalangnya. Dia wakil menejer perencanaan yg baru. Selain menggoda pak Levin, aku juga pernah melihatnya bergandengan tangan dengan ceo kita."


"Benarkah?".


"Dasar kudet, hampir semua karyawan sudah tau itu."


"Hmm.. ****** seperti mereka harusnya cepat disingkirkan, sebelum ada korban korban lainnya lagi."


Begitulah kiranya gunjingan para staf wanita ketika melihat Qila dan Rena. Mereka menganggap dua wanita cantik itu suka menggoda pria dan atasan. Bahkan sering menambah nambahkan bumbu pada setiap gosip yg mereka sebarkan.

__ADS_1


__ADS_2