Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 86


__ADS_3

Hidup memang tak selalu seperti apa yg di inginkan, pasti ada saja hal baik dan buruk yg akan terjadi. Namun, semua itu sudah diatur oleh Tuhan dengan akhir yg indah.


Setelah kesakitan dan kesedihan yg dialami, penantian dan harapan yg hampir menjadikannya putus asa, kini semua itu berubah menjadi manis. Tuhan telah menunjukkan kuasanya, mengabulkan segala doa dan pintanya.


Sujud syukur lantas ia lakukan begitu mengetahui hasil tes dna itu. Air mata bahagia pun turut hadir disana, rasa sedih dan putus asa yg bersemayam lebih dari 20 tahun ini perlahan sirna sudah.


Akhirnya ia berhasil menemukan putri kecilnya yg hilang, betapa bodohnya dia yg sama sekali tak menyadari bahwa gadis itu selalu disisinya, akrab dengannya.


Terima kasih Tuhan, terima kasih telah mengembalikan Zavi kecilku. Ucap syukurnya sambil memeluk kertas hasil tes dna itu.


Namun sebelum itu, ia ingin memastikannya kembali. Berencana menemui kedua orang tua sang gadis, mengklarifikasi apakah benar gadis itu putri kandung mereka atau bukan.


****


"Selamat siang nyonya, ada perlu apa ya anda kemari?". Tanya ibu sang gadis yg penasaran dengan kedatangan nyonya keluarga Reinand yg tiba tiba.

__ADS_1


"Sebelumnya saya minta maaf jika kedatangan saya mengganggu aktifitas anda, saya hanya ingin membicarakan beberapa hal." Tutur Airy berusaha bersikap tenang.


"Sama sekali tidak mengganggu, memangnya apa yg ingin anda bicarakan?".


Airy menceritakan masa lalunya pada ibu sang gadis, cerita tentang dirinya yg kehilangan seorang bayi perempuan 24 tahun yg lalu. Sudah kesana kemari, mencari dan menunggu, namun hingga kini dirinya belum menemukan putrinya itu.


"Saya turut prihatin nyonya, tapi anda harus bersyukur masih memiliki dua orang putra disisi anda, berkesempatan melahirkannya dan merawatnya. Berbeda dengan saya yg sampai saat ini belum juga bisa memiliki anak dari rahim saya sendiri." Curhat ibu sang gadis tanpa sadar.


"Jadi, maksud anda Aqila bukan putri kandung anda?". Tanya Airy berusaha menggali informasi.


"Benar, kami menemukan Qila dijalanan pada hari itu. Bayi mungil yg menangis tanpa memakai kain sehelai pun. Kami merasa iba, dan memutuskan untuk mengadopsinya." Jelas Vanya.


"Terima kasih nyonya, terima kasih banyak sudah menemukan putriku, mengadopsinya, bahkan memberinya kasih sayang yg selama ini tidak bisa saya berikan." Ucap Airy sambil memeluk erat Vanya.


Membuat wanita itu bingung sekaligus syok dengan apa yg Airy katakan.

__ADS_1


"Ma maksud nyonya apa?". Sahut Vanya kebingungan.


"Ini nyonya, beberapa waktu lalu saya melakukan tes dna tanpa sepengetahuan Qila. Tanda lahir dipunggungnya, juga golongan darahnya yg langka itu membuat saya curiga jika dia adalah Zavi putri saya yg hilang." Jelas Airy mencoba setenang mungkin menunjukkan hasil tes itu pada Vanya.


Vanya pun melihat kertas itu, dibacanya dengan cermat dan teliti, satu, dua, tiga kali, berkali kali dibaca pun hasilnya tetap sama. Aqila dan Airy adalah pasangan ibu dan anak dengan tingkat keakuratan 99,9%.


Dan sedetik kemudian, air mata Vanya akhirnya luruh juga. Bagaimana pun Aqila adalah anak yg ia besarkan dengan penuh cinta kasih, dan telah dianggapnya seperti buah hatinya sendiri.


"Saya datang kemari bukan bermaksud ingin merebut Qila dari anda, saya hanya ingin dia tau yg sebenarnya. Ibunya tetaplah anda, sampai kapan pun saya juga tidak akan bisa menggantikan posisi anda dihati Qila." Ucap Airy kemudian. Ia mengerti, saat ini Vanya pasti berpikir jika Airy akan merebut Qila darinya.


"Benarkah? Saya takut kehilangan dia, saya sangat mencintai dia seperti putri saya sendiri."


"Tentu nyonya, jangan khawatir. Saya tidak ada niat untuk memisahkan kalian. Saya yakin Qila pasti akan lebih bahagia jika ia tau bahwa mulai hari ini ia akan memiliki dua orang tua yg sangat menyayanginya."


Begitulah pertemuan mengharukan antara dua orang ibu yg sama sama sangat mencintai anaknya. Ibu angkat penuh kasih yg telah membesarkannya, juga ibu kandung yg hampir depresi kehilangan putri kecilnya.

__ADS_1


Dari pertemuan itu mereka sepakat memberi tahu kebenarannya. Bersama sama menjadi orang tua yg akan selalu mencintai dan menjaga anak tersayangnya.


Flashback off


__ADS_2