Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 15


__ADS_3

Setelah kepergian Mona, Bima dan Airy menatap Rey bingung dengan kejadian barusan.


"Maksud bapak tadi apa ya?" Tanya Airy meminta penjelasan.


"Apa bener Airy calon istrimu Rey?". Tanya Bima penasaran.


"Maaf Ai saya harus melibatkan kamu, saya capek dikejar2 sama dia." Ucap Reinand lesu.


"Kalo dia ngapa2 in Airy gimana Rey? mestinya kamu mikir dulu sebelum bertindak." Sahut Bima


"Tenang saja, saya bakalan lindungin kamu Ai" Ucap Reinand meyakinkan.


"Hmm.. baiklah pak, tapi saya harap tadi itu pertama dan terakhir bapak melibatkan saya."


"Iya kamu tenang saja."


"Oh ya ini udah malem gini, kalau pulang nanti takutnya ada apa2 dijalan, kalian nginep aja ya di rumahku, deket kok dari sini." Ucap Bima


"Aduh maaf Bim tapi aku belum ijin sama ayah, nanti dia khawatir." Tolak Airy.


"Kamu tenang saja nanti saya yg ijinkan, bahaya nyetir tengah malem." Ucap Reinand.


"Tapi pak..


"Bener kata Reinand Ai, tenang saja rumahku aman kok banyak kamarnya juga, kamu nggak usah khawatir." Sahut Bima mencoba meyakinkan Airy.


"Baiklah". Jawab Airy pasrah.


****


Beberapa saat kemudian mereka bertiga sampai di rumah mewah milik Bima.


"Ayo masuk, aku tunjukin kamar kalian." Ucap Bima.


Sepanjang jalan Airy dibuat kagum dengan bangunan itu, rumah yg cukup besar, dindingnya hampir seluruhnya kaca, jadi dari dalam ia bisa melihat pemandangan luar yg terlihat sejuk, dikelilingi pepohonan rindang juga taman bunga yg indah.


"Nah ini kamar kamu Ai, yg di depan itu kamar Reinand, kalo aku di lantai 1 barangkali nanti kamu butuh sesuatu cari aja disana." Ucap Bima

__ADS_1


"Yaudah kalian istirahat, aku tinggal dulu ya." Pamit Bima meninggalkan Airy dan Reinand.


"Ah iya terima kasih." Jawab Airy.


"Kamu berani tidur sendiri? hati2 loh saya dengar disini kalo malem ada yg suka ketuk2 jendela." Ucap Reinand mencoba menggoda dan menakuti Airy.


"Huhh.. bapak tuh yg harusnya hati2!" Balas Airy ketus kemudian masuk kamarnya dan mengunci pintu.


Hehe.. godain bentar gppa kali ya. Ucap Reinand dalam hati berencana menakuti Airy.


Tokk tokk tokk..


Tokk tokk tokk..


Aduh siapa lagi ketok2 jendela, jangan2 yg dibilang si bos beneran lagi. Pikir Airy.


Tokk tokk tokk..


Huft... tenang2 mari kita lihat.


1 2 3..


"Haisss.. bapak ngagetin aja sih, sengaja ya mau nakutin saya, dasar kurang kerjaan." Umpat Airy kesal pada Reinand yg mengejutkannya dibalik jendela.


"Ai.. sini deh.!!"


"Apa?" Jawab Airy ketus


"Sini dulu!"



cup..


Tiba2 Reinand mencium pipi Airy dari balik kaca jendela.


"ih apaan sih!!" Ucap Airy kesal menjauhkan wajahnya.

__ADS_1


"Gppa kok, selamat tidur Airy." Jawab Reinand sambil mengedipkan sebelah matanya kemudian langsung pergi meninggalkan Airy.


Huhhh dasar cowok aneh, lama2 napa jadi mesum ya tuh orang, kemarin peluk2 sekarang berani cium2, untung aja terhalang kaca. Gerutu Airy seraya meninju ninju udara didepannya.


****


Pagi pun tiba, tepat jam 6 pagi Airy bangun berencana menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.


Setelah 1 jam akhirnya semua masakan sudah siap di meja makan, segera ia membangunkan Reinand dan Bima yg masih lelap dikamar mereka.


Hampir ia mengetuk pintu ternyata Bima sudah keluar terlebih dulu.


"Ada apa Ai?" Tanya Bima


"Itu aku udah masak, makan sama2 yuk, bentar aku bangunin pak Rey dulu ya."


"Oh iya, aku tunggu di meja makan ya."


Tokk tokk tokk...


"Pak Rey bangun, aku udah masak ayo sarapan." Ucap Airy sedikit berteriak mengetuk kamar Reinand.


Ceklek..


"Pagi cantik.." Sapa Reinand


"Ayo makan aku tunggu di bawah sama Bima." Jawab Airy segera turun menyusul Bima ke meja makan.


Namun sebelum sempat melangkah tangan Airy ditarik oleh Reinand yg akhirnya jatuh dipelukannya.



Airy yg kaget sontak mendorong tubuh Reinand menjauh.


"Bapak ini kenapa sih suka banget godain saya." Ucap Airy kesal pada Reinand yg akhir2 ini sering menjahilinya.


"Beneran jadi istriku aja gimana!!" Goda Reinand lagi mengerlingkan matanya.

__ADS_1


"Dasar gila!!" Umpat Airy yg kemudian berlari ke bawah meninggalkan Reinand yg masih setia berdiri disana sambil senyum2 sendiri.


__ADS_2