
Abrisham pov
Aku merasakan sakit, sangat sesak didadaku. Dia bercanda, tertawa, bahkan mesra dengan pria lain disana. Apa ini yg namanya cinta? Apa aku sudah jatuh cinta padanya?.
Ya sore itu aku menghampirinya, bermaksud untuk mengantarnya pulang. Namun yg ku lihat justru diluar bayanganku. Dia tengah berduaan dengan pria itu, bahkan saling menatap dan tersenyum. Pria itu menciumnya mesra, mendekapnya erat bahkan menggandeng tangannya menyusuri lorong lorong perusahaanku.
Mungkin ini salahku, aku terlalu sibuk dengan urusanku hingga lupa akan dirinya. Andai saja aku bisa menyadari lebih awal perasaanku, mungkin aku lah yg akan bersamanya sekarang.
Hah.. Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, jika dia bahagia dengan pilihannya. Maka aku harus mundur, dan menatapnya hanya dari kejauhan.
Karena batal mengantarnya pulang, aku pun memilih untuk ke rumah sakit menjenguk Nadine. Kondisinya sudah hampir pulih, dan mungkin bisa pulang dalam beberapa hari.
"Kak..Bukannya tadi kau bilang sedang sibuk? Mengapa malah kemari?". Tanya Nadine begitu melihatku datang.
"Sudah selesai kok, gimana kabarmu? Sudah lebih baik?". Ucapku mengalihkan pembicaraan.
"Sudah sangat baik, dokter bilang aku sudah bisa pulang besok." Jawab Nadine.
"Syukurlah, aku juga sudah menemukan rumah untukmu. Besok aku akan mengantarmu kesana." Kataku.
"Em.. Terima kasih kak. Aku janji akan mencicilnya nanti." Kata Nadine yg kini tersenyum lembut menatapku.
__ADS_1
"Terserahmu saja. Ini sudah malam lebih baik kau istirahat." Ucapku sambil mengacak rambutnya gemas.
Tak butuh waktu lama, setengah jam kemudian Nadine sudah terlelap di brankarnya. Wajah polos dan lugunya nampak cantik meski tanpa make up. Mengingatkanku pada Qila, yg juga sama cantiknya, bahkan lebih cantik menurutku.
Dasar bodoh!! Kau kalah cepat Abrisham. Kau harus melupakannya!!
Karena lelah dan terlalu banyak pikiran akhirnya aku pun tertidur dirumah sakit, dengan posisi duduk dan masih menggunakan baju kerjaku.
Namun beberapa saat kemudian suara bising memaksa membangunkanku. Dan betapa terkejutnya aku kala melihat sepasang pria dan wanita paruh baya tengah berdebat dan berusaha menarik Nadine pergi.
"Gadis sialan, berani sekali kau kabur hah!!". Teriak si wanita yg hampir menampar Nadine namun ditepis olehnya.
"Tidak.. Aku tidak mau, lepaskan aku!!." Nadine berusaha memberontak dan melepaskan tarikan pria itu hingga ia terjatuh dari atas brankar.
Merasa keadaan sudah tidak kondusif lagi, aku pun segera menengahi mereka dan melindungi Nadine.
"Stop!! Apa yg kalian lakukan?". Bentakku yg membuat mereka nampak terkejut.
"Siapa kau? Jangan ikut campur urusan keluargaku!!." Perintah pria itu.
__ADS_1
"Kau menganggap gadis ini keluargamu? Haha.. Jangan becanda!! Mana ada keluarga yg tega menjual keponakannya sendiri? Bahkan seokor anjing saja akan marah saat anak mereka disakiti." Ucapku sambil menatap tajam mereka berdua.
"Kau sama sekali tidak berhak ikut campur pria muda, dia keponakanku, jadi apapun yg ku lakukan kau tidak bisa menghentikannya." Kata si wanita.
"Dia calon istriku, jadi aku tidak akan membiarkan kalian membawanya lagi. Dan ya, harus kalian tau aku pria berkuasa dikota ini, jadi akan sangat mudah bagiku untuk menangkap dan memenjarakan kalian." Ancamku setengah berteriak.
"Selama dia masih berhutang padaku, aku tidak akan pernah melepaskannya." Sambung si wanita itu lagi.
"Berapa hutangnya?". Tanyaku.
"50 juta." Jawab si pria.
"Baiklah tulis nomor rekening kalian disini. Aku yg akan melunasinya. Setelah itu pergi jauh dan jangan pernah menemuinya lagi, atau kalian berdua akan habis ditanganku." Ucapku sambil menyerahkan ponselku.
"Hmm.. Baguslah. Mulai sekarang aku tidak akan mengganggunya lagi. Ayo suamiku, kita pergi." Kata si wanita tersenyum senang, lalu menarik pria itu bersamanya.
"Hiks.. Hiks.. Terima kasih, terima kasih lagi lagi kau membantuku. Aku tidak tau bagaimana aku bisa membalasmu sekarang".
"Sssttt... Sudah ya jangan menangis lagi. Aku ikhlas membantumu. Aku berharap setelah ini kau bisa memulai lagi hidupmu tanpa gangguan. Dengan kau hidup bahagia, itu sama saja kau sudah membalasku. Jadi ingat ya, tersenyumlah mulai sekarang. Kau pantas bahagia."
__ADS_1