
"Mami..." Teriak pria kecil sambil berlari menghampiri maminya.
"Kamu dari mana sayang? Dari tadi Sam nangis nyariin kamu." Tegur Reinand yg ikut menghampiri Airy dan putranya.
"Tadi ada sedikit masalah Rey tapi udah gppa." Jawab Airy.
Airy masih saja teringat wajah mungil Aqila yg sekilas nampak mirip dengan putranya ini.
Andai saja Zavi masih ada disisinya mungkin gadis kecil itu juga akan sama cantik dan lucunya seperti Aqila.
"Kita pulang ya sayang, mami lelah." Ucap Airy yg kini menggendong Sam.
"Iya mami, Sam juga udah laper pengen makan masakan mami."
__ADS_1
"Baiklah.. Nanti sampai rumah mami masakin makanan kesukaanmu ya."
Sepanjang perjalanan Airy terus saja melamun, mencoba mengubur kembali kenangan dan rasa sakitnya kehilangan putri kecilnya. Sudah 3 tahun ini ia terus berusaha mencari, namun tak sedikitpun dari itu yg membuahkan hasil.
Reinand yg menyadari perubahan istrinya pun angkat bicara. Melihat istrinya diam dan melamun sedari tadi cukup membuatnya cemas juga penasaran.
"Kamu kenapa sayang? Ada masalah?". Tanya Reinand khawatir.
"Tidak Rey, hanya saja aku teringat kembali pada Zavi, aku sangat merindukannya." Ucap Airy.
Seperti biasanya, Reinand hanya bisa meminta maaf dan mencoba menenangkan istrinya itu.
Sebagai seorang ayah dan suami Reinand merasa gagal menjaga keluarga kecilnya, ia sudah tidak tahu lagi kemana dan dimana harus mencari Zavi putri kecilnya. Usahanya 3 tahun ini masih saja nihil. Segala upaya juga terus ia lakukan, namun tetap saja Tuhan seakan tak mengijinkan mereka bertemu lagi.
Apalagi jika melihat istrinya murung dan melamun seperti sekarang, ia semakin merasa bersalah. Keinginannya untuk membahagiakan Airy tak kunjung terlaksana. Apa ini termasuk karma atas dosanya di masa lalu? Tapi mengapa harus seberat ini, bayinya sama sekali tak berdosa. Harusnya karma itu untuknya sendiri, bukan pada anak ataupun istrinya.
__ADS_1
****
Sementara itu di lain tempat terlihat pasangan suami istri tengah bermain dan memanjakan putri kecilnya. Mereka nampak seperti keluarga kecil bahagia. Membuat iri beberapa pasang mata yg melihat keharmonisan mereka.
"Qila sayang.. Lain kali jangan lari2 seperti tadi yaa, kalau kamu beneran hilang gimana?? Nggak bisa ketemu sama ayah bunda lagi nanti." Tutur Reza yg kini sedang memangku Aqila.
"Iya nak, bunda khawatir nyariin kamu, jangan diulangi lagi ya sayang." Sahut Vanya.
"Iya ayah, bunda.. Qila janji nggak lari2 lagi. Maafin Qila ya.. ". Ucap Qila menampakkan puppy eyesnya.
Mereka bersyukur bisa menemukan Aqila. Dan untunglah masih ada orang baik yg mau membantu putrinya itu, andai saja tidak ada wanita tadi, mungkin nasib putrinya akan lain sekarang.
Sudah 3 tahun ini Reza dan Vanya merawat Aqila, mereka tak pernah sedikitpun menganggap Qila orang lain, mereka selalu menyayangi dan menganggap Aqila seperti putri mereka sendiri.
Selama ini pun baik Reza maupun Vanya tak berusaha mencari keluarga Aqila. Mereka berpikir bahwa gadis kecil itu memang sengaja dibuang oleh keluarganya. Jaman sekarang hal itu bukanlah hal yg asing lagi, sudah banyak kasus bayi dibuang oleh orang tua kandungnya sendiri. Entah karena hamil diluar nikah, atau memang tidak diharapkan sama sekali kehadirannya.
__ADS_1