
Pagi dunia.. Pagi bumiku.. Dengan senyum semangat ku buka jendela kamarku, ku hirup segarnya udara pagi ditemani sayup2 kicauan burung yg merdu.
Pagi ini aku dan Levin akan mengadakan pertemuan dengan klien di salah satu restoran tak jauh dari kantorku. Aku merasa sangat gugup, karena ini pertama kalinya aku berhadapan langsung dengan konsumen dan menjelaskan apa saja yg bisa membuatnya tertarik dengan produk perusahaan kami.
Aku dan Levin tiba disana tepat pukul 10 pagi sesuai perjanjian kemarin. Setelah melihat dan mengamati seisi restoran akhirnya kami menemukan klien itu, ternyata mereka sudah menunggu dari 10 menit yg lalu ditempat ini.
"Maaf kami sudah membuat anda menunggu." Ucap Levin sambil mengulurkan tangannya pada pria paruh baya itu.
"Iya tak apa, ini karena saya yg sengaja datang lebih awal. Mari silahkan duduk."
Pertemuan ini berlangsung kurang lebih selama dua jam, dengan menghasilkan kesepakatan untuk saling bekerja sama.
Hah.. Syukurlah, usahaku berhasil.
"Terima kasih pak, kami senang sekali bisa bekerja sama dengan anda." Ujar Levin tersenyum puas dengan hasil kali ini.
"Ah tentu, semua berkat nona ini, dia pintar sekali meyakinkan saya." Ucap pria itu ramah sambil menatapku.
"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu ya masih ada pekerjaan. Saya harap kita bisa bekerjasama dengan baik." Pamit pria itu lalu bergegas meninggalkan restoran.
"Tidak salah perusahaan memilihmu Qi, banyak yg bilang pria tadi itu susah dibujuk, tapi sekali bertemu denganmu ia langsung setuju. Hmm rasanya kamu memang wanita yg tepat." Puji Levin panjang lebar.
"Wanita yg tepat?? Maksudnya pak?". Tanyaku tak mengerti.
"Ah tidak, tidak apa2. Kita langsung kembali saja ya ke perusahaan, masih ada yg perlu ku kerjakan." Jawab Levin mengalihkan pembicaraan.
****
Hari ini aku tak begitu banyak pekerjaan, jadi tepat jam 4 sore semua pekerjaanku telah selesai.
__ADS_1
Akhirnya aku bisa pulang tepat waktu, karena besok weekend, malam ini aku akan nonton drakor favoritku sampai pagi. Hehe..
Sebelum aku sempat memesan ojol, ku lihat Rena berlari menghampiriku.
"Qila.." Teriaknya sambil berlari menyusulku.
"Ada apa Ren?"
"Ikut aku ke mall yuk, adikku besok ultah aku lupa membelikannya hadiah. Mau ya??". Ujar Rena sembari menunjukkan ekspresi melasnya.
"Baiklah.." Jawabku pasrah.
Kami pun beranjak ke mall dengan mobil milik Rena. Ya dia sebenarnya anak orang kaya, namun sebelum ia siap mewarisi perusahaan keluarganya, ia ingin belajar mandiri dan berusaha dengan kemampuannya sendiri.
Karena jalanan yg sangat macet, kami pun sampai disana jam 6 sore.
Setibanya disana Rena mengajakku berkeliling hampir dua jam, katanya bingung lah, kurang cocok lah, nggak pas lah. Benar2 geram aku dibuatnya.
"Qila.. Kamu tunggu disini dulu ya aku mau ke toilet." Pamit Rena lalu meninggalkanku sendiri di foodcourt mall.
Ketika aku sedang menunggu Rena dan fokus dengan ponselku, tiba2 ada seorang nenek cantik yg tersungkur dan jatuh menabrakku, aku yg tak sigap pun ikut jatuh ditimpanya.
Semua yg ada di tempat itu satu persatu langsung menghampiri kami dan mencoba membantu kami berdua.
"Kau tak apa nona?". Ujar salah satu wanita disana.
"Ah ya aku baik2 saja, tapi nenek ini apa kalian ada yg mengenalnya?". Tanyaku sambil menatap satu persatu pengunjung mall.
Mereka semua kompak menggelengkan kepala. Membuatku semakin bingung dengan apa yg harus ku lakukan.
__ADS_1
"Baiklah, bisa minta tolong angkat nenek ke kursi ini? saya akan berusaha membangunkannya." Ujarku kemudian.
Sesuai instruksiku nenek itu segera di angkat ke kursi panjang foodcourt ini. Dengan cekatan ku rogoh tas kerjaku dan mencari minyak kayu putih yg selalu ku bawa. Lalu ku balurkan ke beberapa bagian tubuhnya berharap agar ia segera sadar.
Dan ya beberapa menit kemudian nenek itu mengerjapkan matanya sambil memijit kepalanya yg mungkin terasa pusing.
"Nenek kau tidak apa?". Tanyaku khawatir.
"Ah ya aku hanya pusing, mungkin anemiaku kambuh lagi." Jawabnya sembari tersenyum ramah ke arahku.
"Syukurlah, apa kau sendirian nek?". Tanyaku lagi.
"Tidak nak, aku dengan cucuku, dia tadi ke toilet dan memintaku menunggu saja disini.. Nah itu dia." Ucap Nenek menatap ke arah belakangku.
Mendengar hal itu aku sontak menoleh dan saat pandangan kami bertemu kami sama2 terkejut.
"Pak Abi.." Gumamku pelan tapi masih terdengar oleh nenek.
"Iya dia cucuku, kau mengenalnya nak?". Tanya nenek itu penasaran.
"Nenek.. Kau tidak apa?". Sahut Abi segera menghampiri dan memeriksa keadaan neneknya.
"Nenek baik2 saja, hanya saja tadi nenek sempat pingsan, untuk ada nona cantik ini yg menolong nenek." Ucap si nenek yg tentu membuatku tersipu.
"Baiklah nek, Pak Abi, saya permisi dulu ya, temen saya pasti sedang mencari saya." Pamitku lalu bergegas meninggalkan mereka berdua.
Bertemu dengannya sungguh membuatku merasa malu dan canggung, apalagi mengingat kembali kejadian tempo hari. Tapi beruntungnya, Pak Abi sudah tak mempermasalahkan hal itu. Dan mungkin ia juga telah melupakan semua itu.
Author udah usahain update banyak nih.. Jadi minta tolong bantu dukungannya ya, minta like komen sama votenya.
__ADS_1
Kalu banyak yg suka nanti pasti author banyakin lagi upnya. Terima kasih..
😘🥰