Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 55


__ADS_3

Dirumah sakit


"Qila.. Gimana keadaanmu?". Ucap seorang pria dengan raut khawatirnya.


"Pak Levin."


"Hmm.. Kenapa bisa begini? siapa yg menyakitimu?".


"Entahlah, tapi sudah tidak apa2. Terima kasih sudah mengunjungiku."


Begitu mendengar kabar bahwa Qila terluka sebenarnya Levin ingin sekali segera datang dan melihatnya, namun karena banyak pekerjaan yg harus ia kerjakan sendiri membuat ia menunda hal itu, dan baru mengunjunginya malam ini setelah jam pulang kantor.


Qila merupakan seorang gadis yg beberapa hari ini berhasil mengganggu pikirannya. Setiap hari bertemu, bercanda, dan tertawa bersama membuat Levin memiliki perasaan aneh pada gadis itu, namun ia sendiri masih bingung, juga ragu dengan perasaannya sendiri.


"Oh ya Qi, Rena titip salam padamu. Dia sedang ada urusan jadi belum bisa menjengukmu." Ujar Levin.


"Emm tidak apa2 pak, sepertinya dia memang sedang ada masalah beberapa hari ini."

__ADS_1


Sebelum beranjak kerumah sakit Levin memang sempat bertemu dengan Rena, tadinya ia ingin mengajak gadis itu mengunjungi Qila sahabatnya. Namun dengan berat hati Rena menolak, dan mengatakan bahwa dirinya sedang ada urusan yg sangat mendesak, dan berjanji akan mengunjungi Qila sendiri nanti saat urusannya selesai.


Ketika mereka tengah asik berbincang tiba2 pintu ruangan Qila terbuka, dan muncullah seseorang yg memang sudah berjanji akan datang menemani dan merawat Qila hingga sembuh.


"Pak direktur". Sapa Qila dan Levin bersamaan.


"Ehem.. Maaf mengganggu kalian." Ucap Sam dengan tatapan sinisnya.


Melihat Qila dan Levin yg nampak akrab membuat Sam sedikit kesal, entah mengapa rasanya ia keberatan melihat Qila berduaan dan bisa tertawa lepas dengan pria lain.


"Emm lebih baik Pak Levin dan Pak direktur sama2 pulang saja, saya bisa kok disini sendiri, besok orang tua saya juga akan kemari." Sahut Qila merasa tak enak.


Meskipun memang wajar jika Sam yg bertanggung jawab menjaganya, namun Qila tetap saja merasa tak enak hati, apalagi Sam adalah atasannya dikantor. Pasti memiliki banyak pekerjaan penting daripada hanya menemani dirinya dirumah sakit.


"Tidak apa Pak Abi, masih belum terlalu malam, saya memang sengaja ingin menemani Qila malam ini." Tolak Levin.


Tiba2 saja ruangan itu menjadi hening, baik Levin maupun Sam mereka sama2 bersikeras untuk menemani Qila, membuat gadis itu sangat canggung dan bingung harus bagaimana.

__ADS_1


Disatu sisi ia ingin ditemani Levin yg notabennya lebih mudah diajak bercanda dan ramah padanya. Namun disisi lain ia juga tak ada keberanian jika harus mengusir Sam direkturnya.


Mereka sama2 orang penting, jadi Qila lebih memilih diam, dan membiarkan kedua pria itu menemaninya.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, akhirnya Levin menyerah dan membiarkan Sam yg menjaga Qila. Jika saja besok adalah hari libur, Levin mungkin akan tetap disana menemani Qila semalaman.


****


"Pak, sebenarnya bapak tidak perlu lagi menemani saya. Saya bisa jaga diri kok. Saya juga takut akan mengganggu pekerjaan anda nanti." Ucap Qila begitu Levin meninggalkan mereka.


"Sudah jangan banyak protes, harusnya kamu bersyukur bisa ditemani oleh saya. Ini kesempatan langka." Jawab Sam.


"Baiklah, terimakasih bapak direktur yg terhormat, sudah berkenan menemani pegawai kecil seperti saya." Ucap Qila sambil memutar bola matanya malas.


Tak disangka, direktur angkuhnya itu ternyata cukup narsis.


Setelah melakukan perdebatan kecil Qila pun memilih untuk tidur, dan mengabaikan Sam yg nampak sibuk dengan Laptop dan beberapa berkas di pangkuannya.

__ADS_1


__ADS_2