Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 62


__ADS_3


"Malam om, tante.. Malam juga Al." Sapa Qila pada keluarga Sam yg tengah duduk bersama di ruang keluarga.


"Ah Qila sudah datang ya, tante kangen banget." Jawab Airy sambil memeluk erat Qila.


"Kak, lain kali ajak kak Renanya sekalian ya. Biar rame.. Hehe." Sahut Aldo.


"Sudah sudah, makan dulu yuk makanannya udah siap." Tutur Reinand, lalu menggiring mereka semua ke meja makan.


Mereka makan malam dengan santai dan penuh canda tawa. Qila diperlakukan sangat baik oleh keluarga Sam, bahkan bisa dikatakan seperti putri mereka sendiri. Dan mama Sam pun masih saja berusaha ingin menjodohkan Sam dengan Qila. Ia pikir gadis itu sangat cocok dan baik untuk putra sulungnya itu.


Namun meski begitu baik Qila maupun Sam hanya tersenyum dalam menanggapinya. Mereka tidak mengiyakan, juga tidak menolak. Biarkan semua mengalir dengan semestinya.


"Jangan pulang dulu ya, menginap disini saja." Pinta Airy yg berusaha mencegat Qila.


"Lain kali ya tante, Qila belum ijin sama ayah bunda. Takutnya nanti mereka khawatir." Tolak Qila dengan lembut.


"Hmm.. Yasudah, janji ya nanti kalau ada waktu menginap disini."


"Iya tante.. janji."


"Baiklah, kalian hati hati dijalan. Sam jagain Qilanya mama dengan baik loh. Awas lecet!!".


"Iya Sam, papa titip Qila, jaga baik2!".


"Iya iyaa Sam jagain."

__ADS_1


"Qila pulang dulu ya tante, om, sampai jumpa."


Setelah selesai makan malam Qila langsung meminta diantar pulang oleh Sam, rasanya ia ingin cepat cepat beristirahat dan tidur.


Tak butuh waktu lama, 40 menit kemudian mobil Sam sudah sampai didepan pagar rumah Qila.


"Terima kasih untuk hari ini, mama begitu menyukaimu jadi aku tidak tega menolak permintaannya."


"Iya pak nggak papa, saya juga senang bisa disukai oleh tante. Dia begitu baik, saya jadi merasa memiliki ibu kedua."


"Apa kamu setuju dengan perjodohan kita?".


"Ah.. Bu bukan seperti itu. Saya benar benar menganggapnya seperti seorang ibu, tanpa harus menikahimu."


"Baiklah, sudah malam. Cepatlah masuk!".


****


Sam pun kembali melajukan mobilnya menjauhi rumah Qila. Ia berkendara sambil memikirkan ucapan mamanya yg ingin menjodohkan dirinya dengan gadis itu. Ya memang tak bisa dipungkiri bahwa Qila adalah sosok gadis yg sangat baik dan sopan, memperistrinya juga tidak akan membuatnya rugi. Namun untuk keputusan sebesar itu, ia harus kembali memikirkannya dengan matang.


Tiba tiba saja di tengah perjalanan,


Brak..


Citttt.....


Sam sangat terkejut, rupanya ia telah menabrak sesuatu. Dengan perasaan takut dan waspada, ia segera keluar dari mobilnya dan memeriksa apa yg sudah ditabraknya.

__ADS_1


Karena bagaimana pun kondisi jalanan ini sangat sepi, bisa saja semua ini hanya rekayasa dan jebakan belaka.


"To..Tolong.. Tolong saya tuan, tolong.. mereka mau memperkosa saya." Ucap gadis itu sambil memeluk kaki Sam. Nampak gurat ketakutan dan frustasi dari wajah gadis yg sedang terluka itu.


"Ya Tuhan.." Pekik Sam lalu segera menggendong gadis itu ke mobilnya, dan bergegas menuju rumah sakit.


****


Beruntung nyawa gadis itu dapat diselamatkan, andai saja ia telat 10 menit saja, mungkin saat ini Sam sudah dicap sebagai pembunuh dan mendekam di penjara.



"Cepatlah sadar, ku mohon." Gumam Sam yg kini duduk disamping gadis itu.


Tidak ada kartu indentitas sama sekali yg menempel padanya, jadi Sam terpaksa harus turun tangan dan menjaga gadis itu sendirian.


Drrrttt.. Drrtt..


Getar ponsel Sam.


"Ya halo.."


"Sepertinya Sam nggak bisa pulang ma, Sam nggak sengaja nabrak orang, ini lagi dirumah sakit."


"Iya mama tenang aja, kata dokter orangnya sudah nggak papa. Sudah dulu ya ma, nanti Sam hubungi lagi kalau dia sudah sadar."


Tut..

__ADS_1


Panggilan berakhir.


__ADS_2