Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 32


__ADS_3

Tokk tokk tokk..


"Ya sebentar."


"Biar aku saja"


Ceklek,.


"Ayah, bunda.." Ucap Rey sedikit terkejut melihat bunda dan ayah mertuanya datang berkunjung.


"Kami nggak disuruh masuk nih?". Sindir Rahma bunda Reinand.


"Ah ya.. ayo masuk."


Pagi ini Rahma sengaja mengajak besannya itu berkunjung ke rumah baru Reinand, sudah dua bulan sejak pernikahan Rey dan Airy, mereka sama sekali belum sempat bertemu. Membuat dua orang paruh bayah itu khawatir juga merindukan anak2 mereka.


"Ayah.. Bunda.. " Sapa Airy yg langsung memeluk ayah dan ibu mertuanya bergantian.


"Gimana kabar kalian nak?". Tanya Rahma.


"Baik bunda, kami punya hadiah buat kalian." Ucap Reinand antusias.

__ADS_1


"Hadiah apa nak?". Tanya Chandra penasaran.


"Kalian akan segera jadi opa oma." Ucap Rey dengan semangatnya.


Ia merasa sangat senang bisa memberitahukan kabar bahagia ini, inilah yg selama ini bunda dan ayah mertuanya inginkan. Segera memiliki cucu dari mereka.


"Sungguh?? Ah terima kasih nak." Ujar Rahma yg terharu dan kembali memeluk menantunya.


"Selamat ya untuk kalian, ayah harap kalian akan lebih saling menyayangi dan mencintai. Semoga kalian akan selalu dalam lindunganNya." Ucap Chandra mendoakan.


"Tentu ayah,, Ah.. Rasanya aku sangat merindukanmu." Jawab Airy yg beralih memeluk ayahnya.


Cukup lama mereka berkumpul dan berbincang disana. Saling menanyakan kabar satu sama lain, berbagi pengalaman menjadi orang tua muda, juga bagaimana cara agar bisa menjadi ayah dan ibu yg baik untuk anak mereka kelak.


****


"Sayang".


"Hmm..".


"Jangan pernah tinggalin aku ya.." Ucap Reinand tiba2 lalu mendekat dan tidur di pangkuan istrinya.

__ADS_1


"..." Airy diam tidak tahu harus menjawab apa.


"Aku sangat mencintaimu, kalian adalah nafasku, aku mohon apapun kondisinya tetaplah disisiku ya." Ucap Reinand lagi lalu berbalik mencium perut Airy.


"..." Tetap diam, Airy merasa sangat bingung sekarang.


"Aku tak bisa menjanjikan banyak hal, aku hanya bisa berjanji apapun yg terjadi perasaanku ini akan tetap milikmu, hanya maut yg bisa merenggutnya dariku." Ucap Rey mantap.


Airy merasa terenyuh, terharu mendengar kata manis suaminya. Tak terasa air matanya jatuh, ia menatap mata Reinand dan melihat semua kata2 itu adalah ketulusan, tak ada sedikitpun kebohongan didalam sana.


Reinand yg melihat air mata Airy pun segera bangkit dan mengusapnya dengan lembut. Di perhatikannya wajah cantik itu dalam2, yg sedari tadi hanya diam membisu tak menjawab apapun yg telah ia katakan.


"Jangan menangis Ai, aku tak bermaksud membuatmu sedih, aku hanya ingin mengungkapkan apa yg aku rasakan. Jika setiap perkataanku tadi ada yg menyakitimu, aku mohon maafkan aku." Ucap Reinand lalu memeluk tubuh istrinya mencoba menenangkan.



"Maafkan aku Rey.. Maaf.. Hiks.." Ucap Airy yg makin terisak.


"Tidak, kamu tidak salah. Ini semua memang berawal dari keegoisanku, memaksamu menjadi milikku. Kamu boleh memperlakukanku semaumu, apapun, asal jangan pergi meninggalkanku. Aku takkan sanggup."


Reinand yg kembali teringat semuanya tanpa sadar ikut meneteskan air mata. Ia akui memang semua ini adalah kesalahannya, tapi bisakah ia sedikit egois lagi dengan meminta Airy untuk membalas cintanya? Bolehkah ia berharap suatu saat akan memiliki hati wanita itu sebagaimana ia memiliki raganya saat ini?

__ADS_1


Entahlah.. Hanya Tuhan yg tahu, sebagai manusia ia hanya bisa meminta dan berdoa. Semoga Tuhan masih memberinya kemurahan, dan mengabulkan segala keinginannya yg sudah terlalu serakah.


__ADS_2