Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 63


__ADS_3

Drrttt... Drrtt..


Dering ponsel Aqila.


"Pagi Qi, udah berangkat?". Sapa seseorang diseberang sana.


"Belum, ada apa ya pak?". Tanya Qila penasaran.


"Tunggu, aku akan menjemputmu." Jawabnya lalu segera memutuskan panggilannya.


Qila hanya mendengus pasrah, ia segera melanjutkan aktifitasnya yg tengah bersiap. Setelah dirasa pas dan cantik, ia bergegas turun ke meja makan dimana sudah ada ayah dan bundanya yg menunggu untuk sarapan.


"Pagi yah, pagi bun." Sapa Qila lalu mencium pipi mereka bergantian.


"Pagi sayang." Balas Reza.


"Pagi nak, sini duduk." Sahut Vanya sambil menarik kursi disebelahnya.


"Gimana pekerjaanmu? lancar?".


"Lancar yah, temen Qila baik2. Mereka juga nyambut Qila kemarin." Menjawab sambil mengunyah.


"Syukurlah, kami bisa tenang.. Lalu pacarmu yg mana? Levin atau Abrisham?". Sahut Vanya menggoda.


"Ehem.. Ah itu bukan dua duanya bun. Qila masih betah single." Ucap Qila asal.


"Siapapun pilihan kamu, ayah bunda pasti setuju asal kamu bahagia."


"Iya nak, yg penting dia bisa jaga kamu, sayang sama kamu, bisa menerima dirimu dengan tulus."


"Iya bunda ayah.. Yaudah Qila berangkat ya, takut telat."

__ADS_1


"Iya sayang hati hati."


Baru saja keluar dari pagar rumahnya, sudah nampak sosok Levin yg tengah bersandar dipintu mobil. Qila tak menyangka pria itu akan benar benar menjemputnya pagi ini.



"Pagi cantik.." Sapanya begitu melihat Qila.


"Pak Levin beneran jemput? Kirain becanda tadi."


"Beneran dong, mulai sekarang pulang perginya sama aku ya".


"Nggak mau."


"Tapi aku maksa."


"Idih.. Berani maksa?".


"Uhukk.. Uhukk.. Udah yuk pak berangkat."


****


Disisi lain,


Sam masih setia berjaga dirumah sakit, gadis yg ditabraknya kemarin sampai hari ini masih belum sadar. Ia bahkan rela membawa sebagian pekerjaannya dan mengerjakannya disana.


Sam juga merasa sedikit penasaran dengan kehidupan gadis itu. Terlihat banyak luka hampir disekujur tubuhnya, mulai dari sudut bibirnya yg membiru, lehernya yg merah seperti bekas cekikan, juga kaki tangannya ada luka luka seperti bekas cambukan. Pasti dia amat tersiksa selama ini. Batin Sam.


Baru saja ia akan beranjak dari brankar pasien, tangannya merasa digenggam oleh seseorang, membuatnya berhenti dan menolehkan kepalanya.


"Tolong.. Ku mohon selamatkan aku. Dia ingin memperkosaku, dia ingin membunuhku, tolong.. Hikss.. Hikss.."

__ADS_1


Sam terkejut mendengar racauan gadis yg tengah menarik tangannya ini. Raut wajahnya nampak pucat, tubuhnya bergetar ketakutan, bahkan ia juga menangis.


"Sudah.. Sudah tidak apa apa, dia sudah pergi." Hibur Sam sambil memeluknya.


Di satu sisi Sam bersyukur gadis itu sudah sadar, namun disisi lain ia juga merasa iba, betapa menyedihkannya hidup gadis malang ini.


"Tunggu disini ya, akan ku panggilkan dokter." Pamit Sam berusaha melepas cekalan tangan gadis itu.


"Jangan pergi, aku takut."


"Iya baiklah."


Akhirnya Sam tetap disana, berusaha menenangkan gadis itu yg terus meracau tidak jelas. Menghiburnya dan mengelus puncak kepalanya hingga setengah jam kemudian ia kembali tertidur.


Setelah memastikan bahwa gadis itu benar benar tidur, Sam pun bergegas memanggil dokter dan memberitahukan kejadian tadi.


"Menurut dokter saya harus bagaimana?". Tanya Sam sedikit frustasi.


"Dirawat dulu saja disini, setelah kondisinya lebih baik. Kita akan mengarahkannya ke psikolog. Sepertinya gadis itu memiliki trauma yg sangat buruk. Dan ada baiknya jika anda bisa terus menemani dan menghiburnya."


"Hmm.. Baiklah dok terimakasih. Saya permisi."


**Maaf ya lanjutannya rada ga jelas, author lagi kehabisan ide 😁😁😁


Sambil nunggu up lagi, mampir juga ke novel baru author, versi chat story.


Ceritanya nggak kalah menarik kok.


Di tunggu ya,


jangan lupa like & komennya.

__ADS_1


Terimakasih 😚😚🤗**


__ADS_2