Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 22


__ADS_3

Airy sudah sangat kecewa pada Reinand, tak menyangka ia akan berbuat hal segila itu padanya. Ia memutuskan untuk pergi jauh sejauh mungkin dari Reinand. Berusaha melupakan kenangan pahit yg merusak harga dirinya.


Kini ia sedang dalam perjalanan ke kota, ia akan tinggal dengan saudara jauhnya disana, juga mencari pekerjaan sesuai dengan bidang studynya.


"Huh.. lelahnya". Gumam Airy yg baru turun dari bus.


Dari halte bus ini ia akan berjalan mencari alamat saudaranya itu. Namun ditengah perjalanannya tanpa ia sadari ada mobil kencang menuju ke arahnya, ia tak sempat menghindar. Tubuhnya terpental, darahnya bercucuran, hingga membuat pengendara dan pejalan kaki lainnya mengerumuninya.


"Maaf saya akan membawanya ke rumah sakit, saya akan bertanggung jawab." Ucap seorang pria yg diduga telah menabrak gadis itu, kemudian bergegas melajukan mobilnya ke rumah sakit.


****


Aku tak menyangka kita akan bertemu lagi Ai, kamu semakin cantik. Puji pria itu mengelus pipi lembut Airy yg masih terlelap.


"Apa yg kamu lakukan disini?". Teriak Airy yg terkejut melihat Vandy sesaat setelah sadar.


"Tidakkah kamu merindukanku?". Tanya pria yg bernama Vandy itu.


"Apa yg terjadi? aku dimana?". Ucap Vania panik.


Bisa bisanya ia bertemu kembali dengan pria itu, selama ini ia hidup tenang dan sudah bisa melupakan masa lalunya, namun mengapa kini mereka dipertemukan lagi bahkan dengan cara seperti ini.


"Kamu di rumah sakit, maaf aku tidak sengaja menabrakmu, tadi ada telpon penting jadi aku kurang fokus." Ucap Vandy menyesal.

__ADS_1


"Benarkah? bisa saja kan kamu sengaja melakukannya untuk balas dendam." Tuduh Airy.


"Jika aku ingin balas dendam mungkin sudah dari awal aku melakukannya. Aku sadar aku salah melakukan itu padamu, aku menyesal."


"Oh ya? baguslah jika kamu sudah sadar." Jawab Airy sinis.


"Kamu kenapa bisa disini? kamu pindah rumah?". Tanya Vandy.


"Aku merantau pengen cari kerja disini."


"Lalu kamu tinggal dimana nanti?" Tanya Vandy lagi sedikit penasaran.


"Dirumah saudaraku." Jawab Airy singkat.


"Nggak perlu, lebih baik kamu lunasin aja biaya rumah sakitnya, nanti kalau aku udah sembuh aku pulang sendiri." Tolak Airy.


"Yaudah terserah kamu. Aku pulang dulu ya, nanti akan ada suster disini yg jagain kamu. Karena aku lihat kamu kurang nyaman jika bersamaku." Ucap Vandy lembut.


"Ya, terima kasih."


****


Sudah seharian ini Reinand mencari Airy ke kota, ia sudah mendapatkan alamat itu dari ayah Airy. Namun ia tak mendapati gadis itu disana, ia cemas juga khawatir terjadi sesuatu dengan gadis itu.

__ADS_1


Karena hari sudah larut, Reinand memutuskan untuk tinggal di rumah Bima dan akan mencari kembali gadis itu besok pagi.


"Gimana? udah ada kabar dari Airy?". Tanya Bima cemas.


"Belum, aku tidak menemukannya dimana pun, nomernya juga nggak aktif." Jawab Reinand.


"Memang apa yg terjadi Rey? kenapa dia tiba2 ingin pergi ke kota? Bukannya ia sudah nyaman bekerja bersamamu." Tanya Bima penasaran.


"Ini semua salahku Bim, aku sudah menghancurkan masa depannya." Ucap Reinand sembari meremas rambutnya kasar.


Ia sangat2 menyesal telah melakukan hal bodoh itu, sangat merasa bersalah melukai gadis yg ia cintai. Kini Reinand hanya bisa berharap semoga Airy bisa memaafkan dirinya dan kembali padanya.


"Apa yg kamu lakukan? Jangan bilang kamu melakukan itu?". Bentak Bima tak terima, gadis yg selama ini mengisi hatinya telah dinodai oleh sahabatnya sendiri.


"Maafkan aku Bim, aku memang salah, aku mencintainya tak ingin ia berpaling dariku dan menikah dengan pria lain. Aku brengsek, aku memang egois." Ucap Reinand frustasi, bahkan air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya. Menyesali perbuatan bejat yg ia lakukan.


"Dasar ********!!!" Umpat Bima kemudian menonjok pipi mulus Reinand.


"Ya, aku memang ********, brengsek, pantas menerima hukuman yg lebih dari ini. Jawab Reinand.


"Huh... kenapa orang baik sepertimu ini bisa lakuin hal bodoh itu Rey? kenapa?". Teriak Bima kesal.


"Aku janji bakal cari dia, bertanggung jawab dan membahagiakan dia, sekali lagi maaf Bim, aku udah rebut dia dari kamu". Ucap Reinand menyesal dan berusaha meyakinkan Bima.

__ADS_1


__ADS_2