Kamulah Takdirku?

Kamulah Takdirku?
episode 23


__ADS_3

Sudah 2 minggu Airy dirawat di rumah sakit, dan kini sudah bisa pulang. Airy memberi kabar pada saudaranya bahwa ia tidak jadi ikut tinggal disana, ia akan memulai semua sendiri, mencari tempat tinggal dan pekerjaannya sendiri.


Sengaja ia tidak menceritakan perihal kecelakaan yg dialaminya, karena takut ayahnya khawatir dan menyuruhnya kembali pulang.


Akhirnya dapat kos juga, lumayan lah. Ayo semangat Airy. Kamu pasti bisa. Ucap Airy menyemangati dirinya sendiri.


Kini waktunya untuk bangkit, dirinya tidak boleh terus terusan mengingat dan jatuh karena masa lalu. Hidup harus terus berjalan, ia percaya semua akan indah pada waktunya.


****


Setelah menemukan tempat tinggal, segera dirinya mencari info lowongan pekerjaan, mulai dari sosmed, browser, media cetak, semua sudah di periksa olehnya. Dengan penuh semangat ia memasukkan CV nya di beberapa perusahaan terutama pertanian. Ia berharap akan segera mendapatkan pekerjaan yg ia inginkan, hidup mandiri, juga membahagiakan ayahnya di desa.


Dua minggu kemudian,


Yeay... Akhirnya aku di terima. Terima kasih Tuhan. Ucapnya bersyukur karena bisa diterima di salah satu perusahaan besar di kota itu. Ia diterima menjadi konsultan perkebunan. Dan akan mulai bekerja lusa.


****


"Udah Rey, stop! sampai kapan mau kayak gini? Harusnya kamu terus berusaha cari Airy, bukan malah mabuk2 an disini." Ucap Bima kesal karena sahabatnya itu sudah hampir 2 minggu ini tak mengurus dirinya sendiri.

__ADS_1


"Dia hilang Bim, dia ninggalin aku, dia udah nggak mau ketemu aku lagi.. Hiks.. ". Racau Reinand.


"Dia cuma butuh waktu buat sendiri Rey, buat lupain semua kejadian pahit yg menimpanya. Suatu saat aku yakin dia pasti kembali, jika kalian berjodoh pasti akan bertemu lagi nanti." Tutur Bima.


"Kamu baik2 ya disini, aku ada meeting sama perusahaan X, mau ngadain kerja sama. kalo mau makan cari aja di dapur, aku udah masak tadi." Sahut Bima lagi kemudian pergi bergegas menuju perusahaan X.


****


"Maaf sekali pak Abi, kami sudah membuat anda menunggu." Ucap seorang wakil perusahaan X.


"Tidak apa pak Ravi, hanya saja saya yg datang terlalu awal, tidak perlu sungkan." Jawabnya lembut. Tiba2 Bima terkejut melihat wanita di belakang Ravi yg ternyata adalah Airy.


"Kalian sudah saling kenal?". Tanya Ravi sedikit heran.


"Iya pak Airy dulunya asisten sahabat saya." Jawab Bima seadanya.


"Ah begitu, sekarang dia kerja disini sebagai asisten saya, baiklah mari kita mulai rapatnya."


Dua jam kemudian rapat itu selesai, melihat Airy yg akan meninggalkan ruangan, segera Bima menahannya.

__ADS_1


"Maaf pak Ravi, boleh saya bicara berdua sebentar dengan Airy." Pinta Bima.


"Boleh, silahkan. Kalau gitu saya permisi dulu. Senang bisa bekerjasama dengan anda." Ucap Ravi lalu bergegas meninggalkan ruang meeting.


"Ai gimana kabarmu?". Tanya Bima.


"Aku baik, kamu?"


"Seperti yg kamu lihat aku baik2 saja. Aku mau ngomong hal penting sama kamu Ai."


"Oh ya? Apa?" Tanya Airy penasaran.


"Aku udah tahu semuanya dari Reinand Ai, sekarang dia ada dirumahku dan sudah 2 minggu ini ia kebingungan mencarimu. Bahkan dirinya tak terurus, hampir tiap hari mabuk2 an. Dia sangat menyesali perbuatannya Ai. Aku tahu penyesalannya itu tak ada gunanya, tak akan bisa mengembalikan semua hutangnya padamu. Tapi aku mohon temui dia, dia sangat frustasi mencarimu." Jelas Bima.


"Maaf aku sudah tidak lagi punya urusan dengannya." Jawab Airy sinis.


"Aku bisa mengerti bagaimana perasaanmu Ai, tapi tolong, aku mohon temui dia sekali saja. Selesaikan masalah kalian, setelah itu jika kamu memang ingin pergi, silahkan."


"Maaf saya masih banyak pekerjaan, saya permisi." Pamit Airy bergegas meninggalkan Bima di ruangan itu.

__ADS_1


Ia sudah tidak peduli lagi dengan apa yg akan terjadi pada Reinand. Dia sudah sangat benci. dan terlalu sakit jika bertemu nanti akan mengingatkannya pada malam itu.


__ADS_2