
Seperti dugaanku, karena banyak pekerjaan aku harus lembur dan pulang jam 7 malam. Situasi dikantor sudah lumayan sepi, Levin juga Rena mereka sudah pamit terlebih dahulu sore tadi.
Setelah ku rasa sudah selesai dan rapi, aku bergegas mengambil barang2ku dan segera pulang.
Ya Tuhan, kenapa sepi sekali.
Begitu sampai didepan lift, ku lihat lift kusus karyawan mati, dan tertulis sedang dalam perbaikan.
Hah..Ada2 saja. Padahal tadi pagi masih berfungsi, bisa2nya sekarang malah mati.
Merasa tak ada pilihan lagi, akhirnya aku memutuskan untuk naik lift eksekutif, dimana lift itu dikususkan untuk para petinggi perusahaan. Aku sudah sangat lelah, terserah nanti mau dimarahi atau apa, yg jelas tidak mungkin untukku naik tangga darurat, karena tempatku bekerja ada dilantai 8.
Ting..
Suara lift berhenti dan terbuka didepanku.
Dengan menunduk aku masuk kedalam lift dan tak memperhatikan bahwa ternyata ada seseorang juga didalam sana.
"Ehem..." Suara deheman pria yg sontak membuatku terkejut.
Begitu aku menoleh, ternyata yg bersamaku adalah pria tadi pagi. Dia yg ku tabrak dan sempat memarahiku.
"Ah..Malam pak, maaf saya lancang ikut lift ini. Lift karyawan sedang diperbaiki." Ujarku sambil menyembunyikan rasa takutku.
__ADS_1
Dia hanya diam, tak menjawab bahkan tak berekspresi.
Menyadari hal itu semakin membuatku takut, apa dia masih marah dan dendam padaku? ataukah dia akan melaporkanku pada direktur dan memecatku?.Ah sungguh berbagai pikiran buruk sudah berputar putar tak karuan dalam otakku.
Ketika aku tenggelam cukup lama dalam lamunanku, tiba2 ku rasakan sedikit guncangan dan..
Tak..
"Aaaaaa.. " Teriakku reflek memeluk tubuh pria dibelakangku ini
Sial.. Liftnya berhenti dan lampunya padam. Aku terkejut, juga takut sehingga reflek memeluk pria itu.
"Ma..Maafkan saya tuan, sa..saya benar2 takut dengan gelap. Maaf saya lancang." Ucapku terbata2 masih memeluknya.
Mendengar penuturanku dia sama sekali tak bergeming. Tak menjawab maupun melepaskan rangkulanku.
Cukup lama kami dalam posisi ini, sebelum akhirnya lift itu kembali menyala dan membawa kami berdua kelantai paling bawah.
Begitu liftnya terbuka aku langsung berlari tanpa menoleh lagi pada pria itu. Aku merasa canggung juga malu dengan kelakuanku tadi.
Ya ampun Qila.. Betapa genitnya kamu, untung ganteng. Wkwkwkk.. Gumamku terkikik geli mengingat kelakuanku tadi.
__ADS_1
****
"Qila pulang.." Teriakku didepan pintu sambil menunggu ada yg membukanya.
"Kamu kemana saja sayang, bunda khawatir." Ucap bunda langsung memelukku begitu ia membukakan pintu.
"Maaf bun, tadi banyak pekerjaan jadi terpaksa lembur." Ujarku sambil membalas pelukannya.
Setelah beberapa menit berpelukan, bunda menggiringku masuk dan langsung mengajakku ke meja makan. Disana sudah ada ayah yg menunggu kami, juga banyak makanan lezat yg tersaji di meja makan.
"Kok baru pulang Qi?". Tanya ayah sambil melahap makan malamnya.
"Iya yah, banyak kerjaan jadi Qila terpaksa lembur deh." Curhatku pada ayah sambil ku tunjukkan ekspresi lelahku.
"Yasudah setelah ini kamu mandi terus istirahat ya, minum vitamin juga biar kamu tetap fit." Tutur ayah.
"Siap bosku".
Sesuai titah ayah, setelah selesai makan malam aku segera pergi ke kamarku, membersihkan diri dan bersiap untuk tidur.
Arghhh.. Lelahnya hari ini, semangat Qila!! Ini saatnya kamu bekerja keras, membanggakan ayah bunda dan membuat mereka bahagia.
__ADS_1