
Di kediaman keluarga Reinand,
"Bagaimana Sam pekerjaanmu?". Tanya Reinand sambil mengambil beberapa makanan didepannya.
"Lancar kok pa. Bulan ini panen kita meningkat pesat, banyak konsumen mengaku puas dengan kualitas buah dan sayur milik kita. Permintaan di mall mall cabang juga bertambah."
"Bagus, apapun yg terjadi yg paling utama adalah kualitas. Harus terbaik dan higienis."
"Iya, Sam ngerti. Tapi ada satu yg membuat Sam pusing."
"Sam gagal menangkap dalang itu, dia kabur saat Sam sedang lengah. Dan yg paling Sam takutkan adalah bagaimana jika dia kembali lagi dan menargetkan kalian."
"Apa tidak sebaiknya lapor polisi saja?".
"Tidak pa, tidak ada bukti yg cukup kuat. Orangnya juga sudah kabur."
"Baiklah, mulai sekarang kalian semua harus lebih berhati hati."
"Iya pa, Sam juga sudah menambah penjagaan di kantor dan rumah ini."
__ADS_1
"Hmm.. Pantes aja waktu mama keluar belanja tadi siang banyak banget penjaga diluar."
"Aldo juga mau bodyguard dong kak".
"Nggak perlu, kau laki laki. Harus bisa jaga diri kamu sendiri."
"Haish.. Kakak mah gitu."
"Kakak kamu benar Al, Bukannya kamu pernah belajar karate?"
"Tapi kan.. Hah sudahlah."
"Oh ya Sam bagaimana kabar Qila?". Tanya Airy mengalihkan pembicaraan.
"Besok ajak makan disini ya, mama kangen."
"Iya kak, ajak Rena juga ya. Ku dengar dia teman kak Qila." Sahut Aldo cengengesan.
"Rena siapa?". Ucap Reinand dan Airy bersamaan.
"Karyawan kak Sam, dia cantik kayak kak Qila. Tapi sayang orangnya dingin banget.
__ADS_1
"Kamu tuh ya, masih kuliah yg dipikirin cewek terus." Tegur Airy sambil menjewer telinga Aldo.
"Nggak papa kali ma. Daripada kak Sam, udah lulus kuliah, sukses, tetep aja jomblo."
"Sudah sudah, kita makan dulu. Keburu dingin makanannya." Tutur Reinand.
Dalam keluarga Reinand makan malam adalah tempat dimana mereka saling sharing, bercerita tentang apa yg terjadi dan dialami pada hari itu. Jika keluarga lainnya akan memilih cara makan dengan hening dan khidmat. Reinand justru membiasakan cara makan keluarganya dengan suasana kekeluargaan dan canda tawa yg hangat.
****
Setelah selesai makan malam. Semua anggota keluarga kembali menjalankan rutinitasnya masing masing. Sam bergegas kembali ke ruang kerjanya, Aldo yg sibuk dengan game barunya, sedangkan Reinand dan Airy memilih untuk menonton tv bersama di ruang keluarga.
Di ruang kerja, Sam kembali disibukkan dengan beberapa urusan kantor yg tertunda. Ada beberapa email dan laporan yg belum sempat ia periksa.
Ia meneliti satu persatu email dan pesan yg masuk melalui ponsel pintarnya, dan dari beberapa email itu ada satu yg menurut Sam aneh. Ketika membukanya, ia begitu terkejut. Ia mendapatkan pesan ancaman dari orang tak dikenal. Pesan itu berbunyi "Berhati hatilah tak lama lagi aku akan kembali."
Sungguh hal yg tak terduga, Sam yakin pengirim pesan ini adalah orang yg sama dengan dalang yg tempo hari ingin mencelakainya.
Ia pun langsung menghubungi orang kepercayaannya dan meminta segera melakukan pelacakan, selain itu ia juga meminta lebih banyak bodyguard. Keluarga dan orang terdekatnya harus dilindungi. Karena bisa saja kali ini mereka yg akan menjadi target para penjahat itu.
__ADS_1
"Siall.. Siapa yg ingin bermain main denganku kali ini? Jangan harap bisa hidup lagi setelah aku menangkap kalian." Gumam Sam sambil meremas kertas kertas dimejanya.
Menjadi sukses memang tidaklah mudah, banyak sekali rintangan dan hambatan yg akan menghadang. Seperti yg sedang dialami oleh Sam, semakin seseorang itu sukses, maka semakin banyak pula orang yg iri dan benci dengan kesuksesannya.