
Seperti sebelum2nya, Reinand dan Airy kembali pulang begitu larut setelah seharian ini mencari putrinya. Mereka berdua berkeliling ke kota, tempat umum, rumah sakit bahkan panti asuhan. Berharap disalah satu tempat itu akan ada petunjuk yg bisa membawanya menemukan zavi yg hilang.
Sudah lebih dari satu minggu ini Reinand dan Airy berusaha keras mencari baby Zavi. Segala upaya sudah dilakukannya. Mulai dari lapor polisi, membuat iklan di media cetak, bahkan sudah menayangkannya di tv. Namun semua itu nihil, sama sekali tak membuahkan hasil.
Selama itu pula mereka hanya fokus pada pencarian itu, sampai melupakan kesehatan mereka berdua. Mereka juga menitipkan baby Sam pada orang tuanya untuk sementara, baik Rey maupun Airy sama2 tak akan bisa tenang sebelum menemukan putri mereka itu.
"Aku tahu sayang kamu khawatir sama Zavi, aku pun begitu. Tapi ini sudah larut, sebaiknya kamu istirahat ya, kita bisa mencarinya lagi besok pagi." Tutur Reinand.
__ADS_1
"Apa salahku Rey? mengapa Tuhan tega memisahkannya dariku? dia masih begitu kecil. Dia butuh aku Rey." Ucap Airy sambil menangis terisak.
Kebahagiaan yg sebelumnya terasa lengkap kini menghilang. Airy harus merasakan kembali sakitnya kehilangan orang yg ia cintai. Dulu ia begitu terpuruk saat kehilangan ibunya, dan kini ia harus merasakan hal yg sama karena harus kehilangan putri kecil yg selalu ia harapkan.
"Mungkin Tuhan punya rencana lain sayang. Kita berdoa saja dimana pun Zavi berada semoga ia tetap baik2 saja." Tutur Reinand lalu membaringkan Airy dan memeluknya."
Kini mereka hanya bisa menunggu dan berdoa. Semoga disana ada orang baik yg tengah merawat putri kecilnya. Hingga Tuhan bersedia mempertemukan mereka kembali nanti.
Di sebuah rumah minimalis yg nyaman terlihat sepasang suami istri tengah tertawa bahagia. Setelah penantiannya yg lebih dari 6 tahun akhirnya Tuhan memberi mereka putri kecil yg lucu.
__ADS_1
Meskipun dalam bayi itu tak mengalir darah mereka sedikitpun, namun mereka sudah sangat menyayanginya, mengaggapnya seperti putri mereka sendiri.
Ya mereka adalah Vanya dan Reza, pasangan suami istri yg sudah menikah lebih dari 6th, selama ini baik Vanya maupun Reza sama2 berusaha keras agar cepat memiliki momongan, orang tua mereka pun selalu saja mendesak dan mempertanyakan soal itu. Terkadang Vanya sebagai seorang wanita merasa dirinya gagal, sampai saat ini ia masih belum juga memberi suaminya itu keturunan. Ia hanya takut suatu saat Reza akan bosan dan berpaling darinya yg tak kunjung memiliki anak.
"Lihatlah sayang, dia begitu menggemaskan. Aku sangat bersyukur akhirnya Tuhan memberi kita putri yg lucu. Maafkan aku yg belum bisa memberimu seorang anak dari rahimku sendiri." Ucap Vanya sambil mendekap sayang putri kecilnya.
"Tak apa Van. Dengan kehadirannya sudah cukup membuatku bahagia. Aku tidak menuntutmu harus melahirkan anak untukku. Karena bagaimana pun semua itu diluar kendaliku. Kita sudah sangat berusaha, namun jika Tuhan masih belum memberi, kita harus bisa bersabar, mungkin belum waktunya." Tutur sang suami sambil mengelus puncak kepala istrinya.
__ADS_1
Kali ini Tuhan sudah memberi mereka kesempatan untuk menjadi orang tua. Mereka harus bisa menjaga dan merawat titipan Tuhan itu. Menerima dan mengaggapnya sebagai putri mereka sendiri. Karena mungkin saja ini adalah jawaban dari doa Reza dan Vanya selama ini yg ingin segera memiliki anak.