
Author pov
Flashback on
Malam itu di pernikahan Aqila dan Levin.
"Jujur tante sedih tau kamu menikah Qi, seperti yg kamu tau, kami begitu menyayangimu, berharap bisa menjadikanmu menantu kami. Dan sekarang, kamu malah menikah dengan orang lain." Tutur Airy mencurahkan isi hatinya.
Ada rasa sedikit kecewa juga bahagia, ia merasa sedih karena gagal membawa Qila ke dalam keluarganya, namun disisi lain ia juga bahagia. Setidaknya saat ini Qila berada di tengah keluarga yg baik, keluarga Bima yg merupakan teman masa mudanya dulu.
"Qila juga sangat menyayangi kalian, meskipun Qila tidak bisa menjadi seorang menantu. Sampai kapanpun Qila akan tetap menganggap kalian keluarga. Jadi tante jangan sedih lagi ya." Jawab Qila mencoba menghibur Airy lalu memeluknya.
Mereka berbincang cukup lama, menyalurkan rasa rindu juga haru yg mereka rasakan. Andai saja putrinya masih ada, mungkin saat ini ia akan seumuran Qila, dan mungkin akan menikah juga sepertinya.
"Sayang, apa masih lama?". Tegur Levin yg datang entah darimana.
__ADS_1
"Ada apa Vin?". Tanya Qila.
"Ada tamu papa, maaf tante apa saya bisa pinjam Qilanya sebentar." Ucap Levin setengah bercanda.
"Ah iya tentu, maaf ya Vin tante udah nyulik istri kamu." Canda Airy.
"Hehe.. Iya tante, kalau begitu kami permisi dulu, sudah ditunggu tamu papa."
Qila dan Levin pun meninggalkan Airy seorang diri, matanya sedari tadi tak lepas dari gadis cantik yg sudah dianggapnya sebagi anak itu.
Dan entah mengapa setelah di ingat ingat lagi tanda itu sama persis dengan tanda lahir putrinya yg hilang di masa lalu.
Airy sangat terkejut, tubuhnya mematung seketika sembari mencerna kembali apa yg telah di lihatnya tadi. Mungkinkah itu nyata? Atau hanya sekedar halusinasinya saja?.
Cukup lama Airy berperang dengan pikirannya sendiri, hasratnya memuncak, ada keinginan kuat dalam hatinya yg menginginkan dia untuk segera memeriksa kebenarannya.
__ADS_1
"Sayang ini sudah larut, ayo pulang." Tegur Reinand yg tiba tiba sudah ada dibelakangnya.
"Ah i iya baiklah ayo pulang." Jawab Airy berusaha menyembunyikan kegugupannya.
Sebenarnya ingin sekali ia menceritakan hal yg baru ia temukan itu, namun karena ia sendiri belum yakin, Airy pun memutuskan untuk menyembunyikannya sementara waktu.
Dan besok Airy berencana mengajak Qila ke rumah sakit, mengelabuhi gadis itu untuk melakukan tes dna tanpa sepengetahuannya.
Sejak malam itu Airy terus saja melamun, pikirannya melayang jauh. Ia terus berandai andai, bagaimana jika Qila memang putrinya yg hilang, apa gadis itu akan percaya dan mau menerimanya sebagai orang tua kandungnya? Lalu apa mungkin orang tua Qila yg sekarang bersedia menyerahkan putri semata wayangnya itu untuknya?
Banyak sekali kemungkinan dan konsekuensi yg pasti akan terjadi nanti. Perjuangan dan harapan Airy selama ini tak pernah pudar. Ia selalu yakin pada Tuhan, bahwa kelak putri kecilnya akan kembali ke pelukannya. Dan sekarang Tuhan sepertinya telah memberinya petunjuk, ya Qila.. Airy begitu yakin bahwa gadis itu memang putrinya yg menghilang 24 tahun yg lalu. Karena selain tanda lahir, Qila juga memiliki golongan darah yg langka, yg mana itu sama persis seperti milik Reinand suaminya.
**Sampai sini dulu ya..
😁😁**
__ADS_1