
Sudah 3 hari ini Airy betah didalam rumah, ia enggan keluar juga tak ingin kembali bekerja. Ia ingin menghindar dari Reinand, sekuat tenaga mencoba melupakan kejadian malang itu. Ayahnya pun khawatir tak biasanya Airy hanya diam dirumah, ia juga tak seceria dulu. Berkali kali ayahnya bertanya mengapa, namun selalu dijawab tidak apa, hanya lelah ingin dirumah.
"Ai, kamu tidak pergi bekerja?". Tanya ayahnya menghampiri Airy yg asik rebahan di kamarnya.
"Tidak yah aku masih ingin beristirahat." Jawabnya singkat.
"Apa nak Rey tidak marah kamu bolos kerja?. Tanyanya lagi.
"Dipecat juga gppa yah." Ucapnya acuh.
"Kamu ada masalah sama Reinand?"
"Nggak yah, nggak ada apa2. Apa ayah akan mengijinkan jika aku bekerja dikota?." Tanya Airy serius sembari menggenggam tangan ayahnya.
"Memangnya kenapa dengan bekerja disini? bukannya kerja disini gajinya nggak kalah sama di kota?"
"Gppa yah, Airy cuma ingin cari pengalaman yg lebih lagi. Ayah ijinin Airy pergi ya plisss." Mohon Airy mencoba meyakinkan sang ayah.
"Baiklah, tapi kamu harus pamit dulu sama bu Rahma, ayah tidak enak sama beliau."
__ADS_1
"Ayah tenang saja, makasih ya ayah." Ucap Airy senang dan memeluk ayahnya erat.
****
3 hari sudah ia tidak bertemu dengan Airy, Reinand yg kesal juga rindu segera bergegas ke rumah Airy menemuinya, namun belum sempat ia meninggalkan rumah, dilihatnya gadis itu menghampirinya.
"Ai, aku merindukanmu." Ucap Reinand hendak memeluk Airy.
"Stop!! jangan mendekat. Saya kesini cuma mau pamit sama bu Rahma." Jawab Airy menatap Reinand penuh kebencian.
"Rey, ada apa?". Tanya bu Rahma yg mendengar ada sedikit keributan diluar.
"Saya kesini mau pamit bu, maaf saya tidak bisa lagi bekerja disini, saya mau merantau ke kota." Jelas Airy.
"Loh kenapa tiba2 nak? apa Reinand menyakitimu?".
"Tidak bu, kami baik2 saja, saya hanya perlu mencari banyak pengalaman selagi masih muda." Jawab Airy meyakinkan.
"Tidak bisa, kamu tidak boleh pergi Ai, aku mau kamu tetep disini." Sahut Reinand yg menolak keinginan Airy. Ia tak sanggup jika harus menjauh dari gadis itu. Apapun akan ia lakukan untuk mencegahnya pergi, bahkan ia berencana untuk segera menikahi Airy.
__ADS_1
"Maaf pak, saya harus pergi, dan terima kasih untuk bu Rahma selama ini sudah sangat membantu keluarga saya, saya permisi." Ucap Airy yg kemudian bergegas meninggalkan rumah Reinand.
"Kamu kejar dia Rey!" Perintah bu Rahma.
Segera ia berlari keluar mengejar Airy, menahan gadis itu agar tak pergi jauh darinya.
"Ai, aku minta maaf, aku tahu aku salah. Tapi aku mohon jangan menjauh dariku, aku mencintaimu." Ucap Reinand merengkuh tubuh gadis itu.
"Lepas!! kurang puaskah anda menghancurkan saya?? melakukan hal yg menjijikkan itu atas nama cinta?? omong kosong!!! Tapi Saya bisa memaafkan anda, dengan satu syarat." Jawab Airy segera mendorong tubuh Reinand menjauh.
"Apapun akan aku lakukan asal kamu memaafkan saya." Ucap Reinand
"Baiklah, mulai saat ini jangan pernah muncul lagi dihadapan saya, jangan menghubungi saya lagi juga ayah saya. Menjauhlah sejauh jauhnya dari hidup saya. Dengan begitu saya akan memaafkan anda."
"Nggak Ai, aku bisa melakukan apapun asal tidak menjauh darimu. Aku tidak sanggup Ai, sungguh. Aku ingin kamu menjadi istri dan ibu dari anakku kelak." Ucap Reinand menggenggam tangan Airy dan berusaha menahan air matanya.
"Maaf saya sama sekali tidak tertarik, sekarang lepas! dan jangan pernah mencari saya." Jawab Airy menghempaskan tangan Reinand kasar dan segera berlari meninggalkannya.
__ADS_1